Buku Bunda Tiga Ranah dari IP Payakumbuh-LK

Buku Bunda Tiga Ranah dari IP Payakumbuh-LK. Beberapa bulan yang lalu kami dari IP (Ibu Profesional) Regional Batam melaunching satu buku berjudul “Jungkir Balik Dunia Emak“. Saat buku itu saya posting di facebook langsung leader pertama IP Payakumbuh Limapuluh Kota (IP Payakumbuh-LK) menghubungi dan memesan satu, siapa lagi kalau bukan uni betty.

Saat saya berjumpa dengan beliau di Salatiga di acara leader camp ibu profesional, dan mendengar penjelasannya bahwa semua yang produk diluncurkan oleh Ibu Profesional maka IP Payakumbuh akan menjadi yang pertama membelinya. Karena salah satu bentuk dukungan serta kepatuhan kepada komunitas. Apa yang disupport oleh ketua komunitas maka itu akan mereka ikuti. Sami’na wa atho’na. Pemaparan yang membuat jleb kami yang menyimak di ruangan hotel D’Emrik saat itu.

Maka saat IP Payakumbuh melauching buku saya sudah berniat juga akan jadi bagian orang yang pertama memesannya namun luar biasanya beliau langsung meminta alamat saya dan mengirimkan 1 buku untuk saya. MasyaAllah love you coz Allah nibety.

Luar Biasanya Bunda Tiga Ranah

Soal IP Payakumbuh saat dulu saya dengar tentang kelas offline yang di kawal uni betty tidak ada yang tidak terkagum kepada sosok beliau. Bagaimana perjuangan uni bety dengan sabar dan semangat memfasilitatori kelas offline yang pasti menguras emosi. Sambil ngebayangin kelas online aja yang banyak tantangan. Hehe. Apalagi yang berjumpa langsung, kadang ada yang datang kadang tidak dengan berbagai alasan dan tantangan lainnya yang tidak semudah kelas online.

Beberapa bunda hebat yang konsisten mengikuti kelas offline tersebut menuangkan kisahnya didalam buku ini. Namun ada juga yang dari kelas online. Sesuai judulnya buku ini merekam jejak para bunda di tiga ranah.

1. Ranah Domestik

2. Ranah Publik

3. Ranah Komunitas

Ada beberapa kisah yang membuat saya sampai ikut meneteskan air mata karenanya. Baik kisah di ranah domestik maupun diranah publik.

Dibuku ini ada curahan hati dari seorang ibu yang bekerja di ranah domestik yang tidak siap menerima anak kedua nya hingga mendengar komentar orang lain tentang ijazah yang tersimpan dilemari.

Juga ada kisah haru dari ranah publik. Saat orang lain mengatakan ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Tapi si ibu harus tetap bekerja menjadi tulang punggung keluarganya, sekali lagi bekerja di ranah publik bukanlah sebuah dosa besar. Jadi jika ibu dan keluarga bahagia silahkan jalani.

Rekam Jejak IP Payakumbuh-LK

Dibagian akhir buku ini, dituliskan rekam jejak berdiri dan mekarnya IP Payakumbuh-LK. Membaca bagian ini saya yang kadang banyak menahan baper dan luka hati sebagai pengurus kota langsung terhempaskan begitu saja. Okay perjalan saya belum apa-apa dibandingkan mereka para ibu hebat yang tetap meluruskan niatnya untuk berbagi kepada ibu-ibu lain di kotanya.

Mulai dari mengadakan event besar yang dari banyak panitia hingga akhirnya menyisakan 5 orang saja untuk berjuang menyukseskan acara. Tidak tanggung-tanggung yang di undang adalah ibu Septi. Tapi mereka berhasil. Wow masyaAllah. Hingga perjuangan untuk tetap mempertahankan Komunitas IP ditengah banyaknya yang datang dan pergi bahkan hingga menebarkan omongan serta status. Tapi niat lurus tetap menunjukan bahwa IP Regional Payakumbuh-LK tetap eksis.

Yang paling seru tentu saja bagian dari kisahnya para fasilitator offline. Karena yang mengikuti ibu dengan berbagai latar belakang pendidikan bahkan ada yang tamat SMP saja tentu tantangannya lebih banyak. Mulai memilih kata yang bisa dipahami dan lain sebagainya.

Buku ini keren sekali dan terasa hingga hati terdalam terutama jika menjadi pengurus kota. Banyak ragam yang kita hadapi dalam membangun komunitas ip regional namun masih banyak yang memiliki tantangan lebih banyak dibandingkan kita.

Buku ini memberikan semangat kepada saya pribadi, saat merasakan perubahan di komunitas kota dan di dalam pengurus sendiri. Hanya mencoba meniru para ibu hebat dari ip payakumbuh terutama unibety yang selalu berusaha menanamkan value BERBAGI, MELAYANI bukan MENUNTUT.

Buku ini tidak hanya “wajib” di baca pengurus kota namun semua member komunitas ibu profesional. Bahwa ada lho yang bermodal menulis dikertas bekas demi semangat dan niat mengikuti perkuliahan bunda sayang dengan motivasi jadi ibu yang lebih baik

25 thoughts on “Buku Bunda Tiga Ranah dari IP Payakumbuh-LK

  1. Duh jadi pengen baca juga.. sementara masih saja ada perdebatan ttg peran wanita di 3 ranah ini, tentunya buku ini bisa jadi penyejuk hati. Karena sesungguhnya perempuan2 di tiap ranah itu adalah pejuang yg menghadapi perangnya masing2, tidak perlu saling mbamdimgkan atauenyalah-benafkan, namun selayaknya saling menyemangati..

  2. Perempuan memang tegar dibalik segala kekurangan. Kemampuan perempuan terbatas akan tetapi mulai terbuka.

    Bahagianya jadi perempuan dan teruslah menjadi bagian dari perubahan perempuan yaitu mengikuti komunitas perempuan

  3. Pertama baca tentang mom war tentang tiga ranah ini, sejujurnya aku agak terkejut, karena baru tahu bahwa ternyata di luar sana, 3 isu ini pernah viral.

    Idem dengan mba Mechta, semestinya kaum ibu harus saling menginspirasi, bukan malah saling hujat.

  4. Membaca tulisan ini di hari perempuan sedunia, jadi termotivasi untuk jadi lebih baik lagi dalam memaksimalkan potensi diri.. kadang akutuh suka kurang percaya diri mba huhu.. Bismillah ya mba.. semoga ada karya yang aku hasilkan dalam kehidupan aku.. minimal punya buku atas hasil karya sendiri.. aamiin

  5. Melayani, berbagi dan tanpa menuntut ini salah satu keren banget. Memang kenapa ya dikalangan emak-emak ini selalu mudah untuk membandingkan. Bukunya bagus banget.

  6. Buku yang menginspirasi ini mbak. Apalagi membaca kiprah Uni Betty yang luar biasa, semoga usahanya merangkul para wanita berbuah manis. Semoga pula semua wanita dari berbagai ramah saling memotivasi dan mendukung. Tidak ada lagi hujatan, cemoohan atau kalimat nyinyir yang membuat salah satu diantara mereka merasa tersisih.

  7. Seneng yah mbak, kalo sesama anggota komunitas saling memberikan dukungan dengan cara beli buku. Langkah kecil tapi berharga banget.

    Suka adaaa aja yang minta buku gratisan soalnya hahaha.

    Bukunya inspiratif sekali nih mbak.

  8. Jadi penasaran pingin baca derail bukunya. Mom war sampai hari ini ya masih ada. Jangan sampai melemahkan dan satu sama lain. Justru harus peduli satu sama lain. Peran ibu sungguh luar biasa. Sebagai umm wa rabbatul bait. Dan juga peran strategis lainnya harus dioptimalkan.

  9. Hebat yaa ibu-ibu itu. Mereka sangat menginspirasi, di tengah keterbatasan, mereka tetap bisa berprestasi dan berbuat banyak untuk orang-orang di sekitarnya 🙂

  10. Jadi penasaran pengen baca bukunya. Lewat buku ini kita seperti disadarkan bahwa ternyata banyak ibu-ibu di luar sana yang walau sibuk tapi tetap bisa berdaya untuk orang-orang di sekitarnya yaa 🙂

  11. Seneng banget kalau ada komunitas yang aktif, kreatif dan produktif. salam buat uni Betty ya. Buku IP Payakumbuh kelihatan menarik sekali. Semoga IP yang ada di seluruh Indonesia sukses ya.

  12. Wah selamat ibu2 IP Payakumbuh atas bukunya 😀
    Di rumah ada buku terbitan IP jg yang msh saya jadikan panduan terutama soal manajemen waktu.
    Kalau yang ini blm punya, jd penasaran pengen baca isi bukunya mbak. Pengen tau cara meyeimbangkan hidup ala emak di tiga ranah itu 😀

  13. Keren ya sesama anggota komunitas IP bisa bikin buku, trus member lainnya juga ikut mendukung dengan membeli bukunya. Diliat dari judulnya sepertinya buku ini bisa jadi bacaan yang menginspirasi nih buat emak-emak.

  14. Seorang ibu yang sudah menjalani peran dosmestik, ditambah lagi peran publik tapi masih sempat berkomunitas itu luar biasa. Salut pada mereka yang mampu menjalani ketiganya sekaligus….

  15. membaca pas dicaption ‘leader camp’ mengingat saya akan gak rejekinya saya kesana mba eka… hiksss.. langsung mereview cerita kemarin dan akhirnya kembali baper… hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *