Menjaga Kewarasan Ibu saat Daring di masa Pandemi | Self Care Project

Menjaga Kewarasan Ibu saat Daring di masa Pandemi | Self Care Project. Siapa yang menduga tahun 2020 membawa perubahan besar dalam keseharian kita. Hampir semua orang merasakan perubahan dalam ritme kehidupan sehari-hari, terutama ibu rumah tangga. Keseharian ibu rumah tangga yang memang sudah sangat sibuk, saat pandemi menjadi bertambah dengan kesibukan mendampingi anak daring di rumah.

Tentu saja aktivitas yang makin bertambah dapat membuat ibu menjadi lebih mudah lelah, tidak hanya fisik namun juga mental dan emosi. Untuk membantu para ibu yang menjalani banyak peran tersebut maka Ibu Profesional Batam (IP Batam) mengadakan kuliah whatsapp dengan tema “Menjaga Kewarasan Ibu saat Daring di masa Pandemi” bersama Bunda Itsnita Husnufardani atau yang biasa di panggil Mba Farda pada Senin, 16 November 2020.

Beberapa Hal Yang Bisa Ibu Lakukan Agar Tetap Waras Selama Pandemi

Menurut Mba Farda, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar kita sebagai seorang ibu tetap waras selama pandemi ini, diantaranya:

1. Setting Fine Tuning

Bahwa semua orang itu sedang menghadapi badai laut yang sama namun berada di kapal yang berbeda. Jadi masing-masing kita harus mengaturnya sendiri.

2. Safety First

Seorang ibu harus memprioritaskan keselamatan keluarga dengan memperhatikan protokol Covid-19.

3. Check Setting Default mode On

Seorang ibu harus membantu memperhatikan kebutuhan dasar hidup, seperti makanan serta rasa aman dan nyaman untuk anak-anak.

4. Kencangkan Komunikasi Keluarga

Periksa status “common enemy” maupun “common interest” di keluarga. Maksudnya adalah musuh bersama maupun ketertarikan bersama saat pandemi. Contoh common enemy saat ini adalah pandemi itu sendiri. Sedangkan contoh common interest adalah kewajiban perilaku hidup sehat untuk seluruh anggota keluarga, dengan rajin mencuci tangan, bersepeda bersama.

5. Kelola Stress dan ambil waktu untuk SelfCare

Selfcare bukanlah hal yang besar dan harus kita lepaskan, karena tugas kita sebagai ibu dan istri itu sepanjang masa. Jadi kita harus mengambil waktu untuk memperhatikan serta merawat diri sendiri.

6. Perkuat ibadah dan sedekah

Selain mengelola waktu untuk diri sendiri, yang paling pentig tentu saja memperkuat ibadah dan sedekah.

Rasa Aman

Diskusi dan Tanya Jawab

Dari sekian banyak pertanyaan, ada beberapa pertanyaan yang menarik dan akan saya share disini. Pertama tentang ibu yamg mendampingi anak dirumah. Sebagai mana kita ketahui selama pandemi, anak sekolah menjalani Belajar Dari Rumah (BDR)

Pertama daru bunda Iin yang berdomisili di Sidoarjo
Pertanyaan:
Bagaimana tips manajemen waktu untuk ibu WFH sambil menemani anak daring? Setiap hari ibu juga perlu waktu untuk pekerjaan domestik dan menemani si adek yang
masih balita, terimakasih sebelumnya.

Jawaban mba Farda:
WFH menjadi tantangan tersendiri yah. Bismillah. Awalnya tentu tak nyaman dengan banyak perubahan dan penyesuaian. Coba dilakukan dengan menguatkan komunikasi dulu tentang perubahan ini ke anak-anak. Agar anak-anak juga paham kapan waktu ibu kerja di rumah, kapan bebas main. Menjelaskan ini memang butuh seni.
Manajemen waktu dan aktivitasnya dengan kandang gelondong waktu. Lakukan agenda-agenda wajib dulu, printilan dilakukan belakangan. Fokus dan belajar tutup mata-telinga jika ada suara-suara sumbang. Fokus sama kebahagiaan situasi saat ini dulu ya mbak.

Baca juga: Pengalaman Hamil di Saat Pandemi

Lalu pertanyaan selanjutnya adalah pertanyaan saya sendiri, hehehe. Saya menanyakan bagaimana mba Farda saat punya bayi dalam membagi waktu antara diri sendiri, kakak
dan bayi yang harus full perhatian serta kewajiban di rumah?
Apakah bisa berkata “self-care ku entar aja ya kalau anak sudah besar dikit”
Jadi lama nunggu “waras” lagi.

Mba Farda menjawab dalam bentuk audio dan cukup panjang ya, sebagai berikut. Ketika punya bayi, anak kedua ini, dalam membagi waktu tidak perlu memisahkan antara self-care kita saat ini atau begitu juga ketika anak sudah besar. Artinya disini belajar untuk mindful.

Mindful untuk hadir, sadar, dan utuh di setiap momen untuk fokus menikmati momen yang sedang kita rasakan bersama dengan kehadiran anak-anak dan keriwehannya. Jadi self-care sebenarnya bukanlah sesuatu yang sangat besar atau benar-benar kita lepas, karena tugas kita sebagai ibu dan istri itu sepanjang masa.

Ketika mba berfikir nanti saja saat anak sudah besar, pasti akan ada saja tantangan sendiri nantinya yang membuat mba tidak bisa self-care. Artinya self-care atau merawat diri itu bisa dilakukan bersamaan ketika kita menikmati setiap proses fase
hidup. Baik saat anak masih kecil, anak usia sekolah, maupun saat usia anak hobi bermain dengan temannya. Itu bisa dilakukan sepanjang kita berperan sebagai perempuan dan ibu. Maka disinilah pentingnya strategi self-care kita. Mungkin akan berbeda di setiap fase hidup kita.

Di saat punya bayi, saya membaginya dengan kegiatan-kegiatan kecil. Dan tentu perlu support suami. Contoh sederhana ketika siang seperti ini suami men-support saya dengan
menyediakan minuman dingin/segar yang bergizi dan bernutrisi sebagi salah satu toolkit self-care saya untuk menjaga kewarasan. Karena biasanya jam 11 sampai jam 1 siang itu jam rawan lelah, dimana energi terkuras dan tegangan tinggi. Disebabkan
karena ini adalah jam kritis anak-anak rewel, harus menyesuaikan jam adik menyusui dan pekerjaan rumah yang berbarengan dengan jam makan siang serta kakak yang juga meminta perhatian.

Jadi memang aksi nyata self-care ini beragam. Oleh karena itu ada yang namanya tiga keterampilan dasar self-care yaitu:
• Latihan mindful
• Menjaga nutrisi
• Keterampilan tidur yang cukup.

Ini saja yang dipegang dulu dan jika sudah bagus akan sangat membantu
kewarasan kita. Self-care toolkit yang lain sangat bervariasi dan unik sesuai dengan pribadi dan kebutuhan masing-masing kita, jadi tidak sama.

Jadi lalukan self-care sekarang karena ketika kita merasa nyaman dan bahagia maka kita akan bisa berbagi rasa nyaman dan bahagia itu ke sekitar kita. Jangan korbankan diri dan rasa bahagia kita untuk sesuatu yang harus kita jalani. Nanti tinggal menunggu
titik ambyarnya kita.

Itulah 2 dari 10 pertanyaan yang di diskusikan saat kulwap berlangsung. Kulwap berakhir dengan di tutup oleh pesan dari mba Farda.

Ketika kita memulai untuk merawat diri sendiri, akan hadirlah perasaan nyaman, perasaan lebih baik, serta perasaan menerima dan menghargai diri. Kemudian kondisi ini yang menghantarkan kita mencari sesuatu yang baik-baik saja dan kitapun menarik dan tertarik pada hal yang baik dan membaikkan. Termasuk berbagi bahagia dan kebaikan kepada sekitar. Semua dimulai dari merawat dan peduli pada diri.

Demikianlah resume singkat ini saya buat, agar saya dapat selalu ingat. Semoga bermanfaat juga untuk ibu lainnya.

8 thoughts on “Menjaga Kewarasan Ibu saat Daring di masa Pandemi | Self Care Project

  1. Seorang Ibu memang kerap diberondong dengan segala tuntutan yaa..
    Harus begini dan begitu. Jadi lupa kalau kita ini adalah pribadi yang utuh. Jadi penting banget untuk tetap menjaga kewarasan saat menjalankan tugas.

    Bahagia banget bisa kulwap bareng kak Itsnita Husnufardani.
    Barakallahu fiik~

  2. Salah satu menjaga kewarasanku adalah dengan me time, ngeblog dalam kesunyian sambil dengerin lagu2,sambil nyeruput kopi .
    Bener banget semua orang sama merasakan susah, namun di kapal yg berbeda, tinggal kita sendiri yg mengaturnya, smangat!

  3. Whaaa, kok ya pas banget aku ketemu artikel ini di saat diriku udah burn out 😀
    Lelaaahhh banget ya, berjibaku dgn aneka tugas di musim pandemi.
    makasii tipnya, Bund

    1. Hikmah yang berasa banget selama pandemi kita jadi makin rajin menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar. Lebih memperbaiki juga dari segi ibadah. Karena ibadah adalah cara kita bersyukur dan menjaga kewarasan paling ampuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
Instagram
WhatsaApp