Pengalaman Hamil di Saat Pandemi Covid-19 #My3rdPregnancy

Pengalaman Hamil di Saat Pandemi Covid-19 #My3rdPregnancy. Alhamdulillah memasuki kehamilan 24minggu, masih Allah kuatkan dan beri nikmat yang banyak. Kehamilan ketiga ini antara kejutan dan penantian yang mengawang-awang. Dan hamil ini tanpa diduga memasuki pandemi yang panjang banget dan cukup mengejutkan. Beberapa orang bahkan sampai berkata “kalau bisa jangan hamil dulu pas pandemi gini”. Hmm hmm hmm (senandung sabian) dulu.

Adik Baru Yang Ditunggu

Ini adik baru ditunggu banget terutama oleh kak Aqila. Saya memutuskan membuka IUD akhir tahun lalu karna kak Aqila selalu bilang mau abang. Abang disini maksudnya adalah saudara laki-laki. Alhamdulillah sebulan setelah IUD dibuka langsung hamil. Iya secepat itu akunya hamil. Karena itu memasang KB adalah pilihan saya bersama suami karena kasian anak-anak jika sampai mengurangi jatah ASI nya. Saya juga gak yakin kuat tandem.

Baca juga: Pengalaman Menggunakan KB UID dan Drama Melepaskan IUD (KB Spiral)

Awalnya periksa di awal tahun 2020. Karena ada rencana liburan ke Gunung Bintan jadi mau pastiin kondisi dulu. Pekan sebelumnya saya testpack dan sudah garis 2 yang samar. Datang ke dokter kandungan yang terdekat dan eng ing eng. Katanya saya belum hamil. Cuma terlalu ngarep aja gitu kata dokternya, fix bikin saya gak akan pernah datang ke dia lagi. Hahaha bahasa dia nya gak banget menurutku. Ya kalau belum cukup bilang belum aja. Sepulang liburan saya cek lagi ke dokter lain dan ternyata sudah ada bayinya kelihatan.

Alhamdulillah bikin semua keluarga bahagia. Ini menjadi adik yang sudah ditunggu oleh para kakak. Walau belum tau nanti Allah kasih lelaki atau perempuan.

Hamil Dengan Bahagia

Hamil di Masa Pandemi Covid-19? Oh No!

Kehamilan ini gak di umumkan ke publik sih. Halakh macam seleb aja harus diumumkan. Hahaha, pokoknya gak banyak yang tau. Sampai akhirnya bulan Maret 2020 kita dikagetkan dengan pandemi covid-19 atau dikenal juga dengan corona yang makin meluas seperti sekarang. Karena kondisi kehamilan yang berat dan berbeda, saya izin dari beberapa amanah. Mau gak mau cerita dong kalau ijin karena hamil.

Bagaimana komentar mamijen? Macam-macam banget. Mulai dari “Kalau bisa jangan hamil dulu di pandemi kayak ini”, “Ribet lho hamil dengan kondisi corona begini”, “Gak usah kontrol ke dokter dulu lah”, sampai ada juga yang bilang “Kehamilan itu direncanakan dulu, jadi gak beresiko kayak sekarang”.

Ya Allah, awalnya agak sedih gitu karena banyaknya komentar aneh-aneh karena hamil disaat pandemi corona ini. Tapi wahai para mamijen kan saya hamil nya sudah duluan dari akhir tahun. Siapa yang tau bakal ada wabah corona pas saya hamil gini? Walau pun saya tau sedang pandemi tapi jika Allah kasi ya tetap hamil aja. Saya anggap ini sudah digariskan Allah, kita gak bisa ngatur apalagi nolak. Tapi aslinya saya gak jawabin satu persatu kok. Nikmati saja proses ini. Ribuan lho mamijen lain nya juga hamil pas pandemik gini. Dan saya bahagia banget Allah ditakdirkan hamil walau di masa pandemi gini.

Apa itu Covid-19? Kenapa harus ekstra jaga diri?

Jadi menurut web Kemenkes RI, Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih rendah (sekitar 3%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.

Aslinya serem banget terutama kami berada di zona merah. Saya tetap meganggap kami para ibu hamil sangat rentan. Jadi sangat berjaga-jaga sekali. Namun walaupun takut, saya bersyukur sekali. Ternyata banyak hikmahnya dan banyak untungnya hamil di masa pandemi

Baca juga: Memilih Dokter Kandungan Yang Nyaman | Apa saja pertimbangannya?

Keuntungan Hamil di Masa Pandemi Virus Corona

1. Suami WFH. Ini super duper nguntungin banget. Terutama bagi ibu yang tanpa ART seperti saya. Karena kerjaan rumah dan anak-anak ada yang bantuin. Ini gak bakal saya rasakan jika tidak ada corona. Terutama hamil ketiga ini bertepatan dengan kondisi hamil yang lemah dan kandungan rentan keguguran.

2. Jarang Keluar Rumah. Biasanya kalau hamil terdahulu saya sering jajan diluar bahkan pernah hamil kedua saya hanpir tiap pekan nonton ke bioskop. Karena bawaannya pengen jalan dan sedang gak kuat masak. Sekarang beneran di paksa untuk tidak keluar rumah. Stay At Home buat ibu hamil yang rasanya pengen jajan terus itu berat di hati tapi bahagia di kantong. Dan saya bisa lebih banyak istirahat. Alhamdulillah juga belanja mingguan dilakukan suami. Jadi benar-benar hampir tidak ada keluar rumah kecuali untuk berjemur dan kontrol kehamilan.

3. Antrian ke dokter sedikit. Saya bertepatan hamil dengan beberapa orang teman serta kenalan di tempat kerja suami. Dokter kandungan kami orang yang sama. Dan biasanya ke dokter itu antri banget. Bisa sampai nomor 40an. Capek banget antrinya. Tapi karena kondisi pandemi gini antrian berkurang banyak. Bahkan beberapa teman ada yang sampai tidak mau kontrol kandungan dulu karena takut ke rumah sakit.

Kontrol Kehamilan di Masa Pandemi Corona

Kontrol kehamilan dimasa pandemi seperti sekarang ini, cukup merisaukan hati. Tapi saya dan suami bismillah saja, yakin dengan persiapan diri.

Kami selalu berusaha mendapatkan nomor antrian awal. Karena jika diperiksa awal kita tidak perlu bertemu banyak pasien lainnya. Belum berapa lama datang, diperiksa dan bisa langsung pulang. Jika terpaksa berpas-pasan dengan banyak ibu lain, kami memilih tempat duduk yang jauh.

Lalu menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran, yaitu selalu menggunakan masker, membawa hand sanitizer. Tau kan ibu hamil itu mudah sekali pipis, jadi untuk ke toilet saya harus cuci tangan berkali-kali. Menggunakan sabun juga menggunakan hand sanitizer.

Alhamdulillah saya kontrol di klinik khusus bersalin, jadi hanya berjumla para ibu yang sama-sama hamil dan sama-sama ketat menjaga kesehatan diri. Jadi kamu juga sedang hamil masa pandemi ini, hindari kontrol ke rumaj sakit umum ya. Sehingga tidak perlu berjumpa pasien berpenyakit.

Jadi hamil selama masa pandemi ini tidak perlu ditakutkan apalagi menjadi dilema tersendiri ya mak. Memang kita harus waspada, tapi hamil adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa. Jika kita diamanahi tentu karena Allah tau kita mampu menjalani ya. Jadi jalanilah kehamilannya dengan bahagia.

Semoga yang sedang hamil sehat selalu ya, dan dilancarkan sampai melahirkan. Next saya insyAllah akan cerita tentang melahirkan di masa pandemi covid-19 ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
Instagram
WhatsaApp