Yeai alhamdulillah bisa menulis lagi. Kenapa ya bisa bahagia banget bisa menulis lagi. Dan sejak kapan menulis bisa mendatangkan kebahagiaan?
Iya menulis itu ternyata mendatangkan kebahagiaan bagiku. Awal menulis dulu sejak SMP (sekolah menengah pertama), saya suka membuat puisi dan fiksi di buku catatan. Hingga kuliah dan menjelang menikah ada 7 buku harian yang penuh terisi oleh berbagai macam tulisan. Mulai puisi hingga catatan galau ala ABG. Lalu kapan mengenal blog?
Awal Mengenal Blog
Awal saya mengenal blog itu di awal kuliah 2007. Karena memang ada tugas yang harus ditulis di blog. Dan mulailah pindah menuliskan uneg uneg di blog. Sampai saat ini juga ada blog khusus uneg uneg galau. Hahaha #rahasia
Lanjut begitu terus hingga bergabung di sebuah perusahaan direct selling. Jadilah blog jadi macam-macam. Dari blog pribadi hingga blog jualan.
Pertama kali menTDL kan blog dengan nama “ekamustikasari.com itu di awal 2011. Alasannya karena saat itu saya sudah bekerja sebagai web developer. Yang ga lucu banget saat di minta portofolio ga bisa ngasih tunjuk. Jadilah “terpaksa” menTDL kan blog ini.
Saat itu sedang fokus mencari nafkah buat belanja sendiri, sampai lupa dengan passion menulis. Namun blog tetap ada. Hingga akhirnya dilamar seorang lelaki dan meniatkan blog ini akan fokus tentang pernikahan dan keluarga. Ternyata tidak semudah itu isabel. Setelah melahirkan lupa melanjutkan hosting dan lenyaplah tulisan selama 1tahun.

7 Alasan Kenapa Saya Menulis
Lalu kenapa sekarang tetap menulis dan makin serius? Di 2018 ini saya benaran merasakan perbedaan menulis, menulis itu banyak mendatangkan kebahagiaan tapi tidak hanya itu . Dari menulis saya juga bisa berbagi kebahagiaan. Kok bisa? Ya bisa banget. Berikut 7 alasannya kenapa sih akhirnya saya fokus menulis.
1. Menulis mendatangkan kebahagiaan
Dengan menulis, benaran bisa mengalirkan semua rasa di dalam hati. Terutama sebagai full time mom ada aja keunikan dirumah yang bisa berubah menjadi uneg uneg. Sebagai ibu yang ingin selalu bahagia saya berusaha mengurangi omelan ke anak dan suami. Jadi dari pada ke anak atau suami lebih baik ke blog. Disini bisa menuliskan hal apa saja yang saya inginkan.
2. Tulisan bisa dihapus, namun ucapan tidak bisa ditarik
Nah ini dalam banget artinya buat saya. Jika ada yang bilang loh gak sampaikan saja uneg uneg ke suami. Itu pasti kok. Ga usah disuruh juga. Tapi ucapan itu tak bisa ditarik, kalau tulisan bisa dihapus. Karena itu kadang uneg uneg saya saat hati tak nyaman lebih sering saya tuliskan dulu. Nanti disaat hati tenang bisa saya baca lagi. Dan aha ternyata saat emosi begini ya kata-kata yang bisa keluar. Serem sendiri.
3. Menulis Berbagi Kebahagiaan
Ini dulu kurang saya sadari. Awalnya saya hanya menulis untuk diri sendiri, sampai ada seseorang yang mereview blog saya yang waktu itu masih wordpress dan mengatakan blog saya bagus namun tidak niat berbagi. Padahal saya ingin berbagi sebanyak mungkin. Sehingga kata2 otu memotivasi saya. Dan saya pum rajin dan fokus menulis. Hingga akhir-akhir ini saya mendapatkan komentar dari sahabat-sahabat saya. Yang merasa terbantu dengan tulisan saya. Mendapatkan ide dan solusi sederhana dari yang saya bagi di tulisan. Alhamdulillah kalau bermanfaat. Saya bahagia, sahabat saya juga bahagia.
4. Menulis Mendatangkan Banyak Teman
Kalau kata bu septi founder ibu profesional
burung yang berbulu sama, ruh yang sama akan tak salah memilih teman terbangnya
Begitu juga berkomunitas dan hobi. Dengan menulis saya banyak mendapatkan teman baru sesama penulis buku, blogger dan banyak lagi. Benar-benar mendatangkan teman baru.
5. Menulis Mendekatkan Rezeki
Ada satu slogan di Ibu Profesional yang sering saya baca. Yaitu “Be Professional Rezeki Will Follow”
Cukup buat dirimu menjadi profesional di bidangmu. Maka rezeki itu akan datang mendekatimu, mengikuti langkahmu. Dan itu saya rasakan saat menulis dengan sungguh-sungguh. Ada saja rezeki yang datang menghampiri. Padahal saya masih harus banyak belajar
6. Tulisan adalah Warisan
Saya berharap tulisan yang saya buat baik dalam bentuk bukuaupun blog dapat menjadi warisan yang berharga bagi anak cucu saya kelak. Dan itu jugalah yang momotivasi saya untuk menulis hal-hal positif dan bermanfaat. Karena kita sudah lihat banyak contoh jika tulisan itu lebih panjang umur dari pada penulisnya.
7. Menulis Mengikat Ilmu
Imam Syafi’i rahimahullah pernah menyampaikan:
Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya
Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat
Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang
Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja. (Diwan Asy-Syafi’i)
Dan itu memang berlaku bagi saya, saat saya mendapatkan satu ilmu baru jika saya menuliskan ulang rasanya lebih cepat dan mudah dipahami. Karena secara tak langsung juga mengulang membacanya lagi.
Wah masyaAllah, ternyata banyak juga ya. Saya bersyukur akhirnya dapat menemukan “why” dari aktivitas yang akhir-akhir ini saya utamakan yaitu menulis. Dan mrdia pilihan saya tentu saja salah satunya adalah blog ini, walau tidak dapat dipungkiri jika satu saat saya ingin menuliskan satu buku sendiri. Semoga saya tetap konsisten menulis hal yang bermanfaat.

aku juga selalu merasa bahagia ketika menulis sesuatu
alasan nomor 2 aku setuju pake banget… iyaaa… tulisan bisa dihapus tapi perkataan yang keluar dari mulut tidak bisa. disitu enaknya menulis ya
dengan menulis memang bisa mendatangkan banyak keuntungan ya Mbak, tapi tetap hati2 juga, karena berkaitan tuh ya dengan poin tulisan bisa dihapus namun ucapan tidak bisa ditarik. *jleeeb, dalaaam
Pengetahuan yang diikat dengan ditulis insyaAllah berkahnya berkali lipat ya mbak.
Karena kebahagiaan bisa datang dr mana saja ya mba. Termasuk dr menulis . Karena sharing is caring
Beneran mba.. tempat curhat yang bermanfaat awalnya akupun gitu sekarng jd suka Krn dpt bnyk ilmu yg bermanfaat soal nulis menulis
Mbak, pesan Imam Syafi’i itu juga yang saya jadikan pegangan lho.. Semoga kita bisa selalu menebarkan manfaat, untuk diri sendiri dan juga untuk orang lain, melalui tulisan yaa.. aamiin YRA
Setuju banget sama poin-poinnya Mba, terutama yang mengikat ilmu, sama mengkita kenangan kalau aku. Sekarang tuh kalau baca-baca tulisan lama suka mbatin, oh dulu gini ya, oh, dulu gitu ya. Karena lupaaa, hahaha
Coba kalau nggak ditulis di blog ya, udahlah lupa dan menguap gitu aja.
Senang sekali ya rasanya jika kita bisa bahagia dengan ngeblog, juga membuat orang lain bahagia melalui tulisan yang kita buat tersebut. Semoga kita makin rajin berbagi informasi dan kebaikan kepada banyak orang.
Setuju, tulisan mengikat ilmu. Itulah sebabnya kalau ke event gtu yang materinya menarik, saya berusaha menulis serunut dan sedetail mungkin biar gak ada info/ ilmu yg terbuang… Eman2 soalnya kalau gak ditulis
Serupa aku nih mbak, buku diary gitu sampe berseri, hehe. Tapi bener bakal jadi warisan berharga. TFS mbak
2007 udah kena blog, keren mba Eka. Aku kenal blog 2011 heheheh
dibuatin temenku pula. Alhamdulillah ya mulai ngeblog aktif dua tahun lalu. MasyaAllah dapetnya lebih dari ya ternyata ngeblog ini. Semangat menulis mba Eka. Mari mengikat ilmu dan menjadikan tulisan sebagai warisan.
Iya bener mbak tulisan itu warisan. Kalau warisannya berupa tulisan yang bermanfaat kan pahalanya ngalir terus ya mbak.
Wah mau dong saya dibagi kebahagiaannya selalu meski hanya lewat postingan blog, hehe
Alasan ngeblog-nya nggak jauh beda.
Berterima kasih banget dengan blog aku, banyak yg bisa aku dapatkan dan pelajari 🙂
Iya sih menulis itu mendatangkan kebahagiaan. Dan 7 buku diary bisa loh jadi naskah untuk blog. Tapi mesti dipilih2 yg bisa di share untuk umum, hehee
Tulisan bisa dihapus tapi awas kalo diskrinsyut bisa disimpan selamanya. Intinya nulis yang baik-baik aja ya.
Senangnya menulis itu bisa mengeluarkan ide apa saja yang ada didalam kepala..bisa berbagi juga dengan orang lain. I love blogging lah pokoknya 🙂
Mantab nih..sdh TLD lama ya mba..aku baru setahun lalu, meski ngeblog sejak 2010..haha.. ketinggalan kereta deh.. Tapi tak apa..yg penting tetap enjoy ngeblog…
Soal uneg2 ke suami, aku malah seneng nyampeim dlm bentuk tulisan loh, lbh mudah ngungkalin perasaan dan emosi dibanding ngomong lgsung aku haha
Kadang sayapun berkata demikian, Isabel. Menulis itu mudah, tapi kadang ada rengekan dan permintaan dari yang berkah untuk lebih diprioritaskan.
Alhamdulillah ada banyak manfaat yang bisa kita rasakan dari kegiatan satu ini ya, Mbk . Pantesan makin banyak yg mmilih terjun di aktivitas satu ini.
Alhamdulillah juga ya mba setuju kalau ada tulisan demi tulisan kita yang mendatangkan rejeki ya mba. Alhamdulillah juga bisa menjadi sumber share kebaikan ya
Yes, beenr banget menulis mendatangkan kebahagiaan, entah kenapa kalau habis menulis bawaannya hati plong
Mulai ngeblognya udah lumayan lamaaa ya mba. Aku awalnya angot—angotan tapi sekarang sukaaa bangeet
Memang jadi blogger banyak banget positifnya yaa mba.. apalagi soal pertemanan, wuiih terasa banget banyak nambah teman sefrekuensi gara2 blog 🙂
Bener banget, menulis bisa mendatangkan rezeki asal kitanya telaten dan jadilah pro ya mba, kalau masih asal-asalan tapi pengennya dapet duit kan susyaaah ya 😀
Tulisan bisa dihapus tapi ucapan tidak bisa ditarik. Medeninya kalau ada yang mengambil screenshoot sebelum dihapus Mbak 😁
Hihihii…bener juga tulisan bisa dihapus tp tidak kata2. Tapi nanti ada teknologi baru yg super canggih lho. Sekali sdh tercatat, selamanya tak bisa ditarik, dihapus ataupun dirubah. Aman selamanya. Itu dia namanya Teknologi Blockchain. Lho, lho, lhooo..koq jadi OOT? Hehehe…
Menulis bikin bahagia dan menghasilkan ya kak, Alhamdulillah nulis blog mendatangkan rezeki yang luar biasa juga bagi saya.
Semangattt ya mba terus menulis blog. Saya juga sempat vakum lama saat menikah. Btw benar juga kata mba, tulisan bisa dihapus tapi ucapan gak bisa dihapus jleb deh mba, saya sering ngomel soalnya hehe.
Betul banget nih mba. Menulis mendatangkan kebahagiaan. Kalau yang baca bilang tulisan kita bagus, itu kebahagiaan tambahan lainnya ya mba. Salam kenal mba Eka
Kita sama-sama mulai ngeblog dari tahun 2007, ya. Tetapi, kayaknya baru kenal sekarang. Menulis juga bikin saya bahagia
Oh awalnya karena jadi developer ya mbak 🙂 Aku dulu tahun 2007an cuma buat gaya aja sih pakai TLD tapi malah keterusan
Wah, keren ya. Tahun 2011 udah jadi web developer dan udah punya blog TLD. Kalau aku bikin blog pertama kali tahun 2011 karena dapat tugas KKPI untuk bikin blog pas jaman SMK kelas sepuluh.
Wuoh 2011 masih smk hahaha aku ketauan umumnya
Wuoh 2011 masih smk hahaha aku ketauan umurnya
ditunggu peluncuran bukunya. menulis bagian terapi buat saya. tapi sampe skr ga berani publish ke blog. menunggu masa keberanian itu tiba.
Harus berani mb yang penting coba dulu hehehe be positive
Wah keren. Ayok dijadikan.
Aku sampai berulang-ulang berucap isabel.. hahaha
sampai berucap ini isabel apaan yah??
Selalu semangat mba ekaaaa.. daku jugaaa.. hahaha
dan terima kasih namaku ada di postingan blog mba eka.. wkwkkw
Hehehe iya isabel. Wkwk keliatan aku suka nonton telenovela kami ngak
Amiin, semoga bukunya segera terbit ya mbak, sambil nunggu buku terbit curhatnya di blog dulu hehehehe
Alhamdulillah sdh terbit mba buku antalogi saya. Jungkir balik dunia emak judulnya. Doain yg solo ya