Penampilan Perdana di Kejuaran Pencak Silat | WJKC 3 IPSI KEPRI

Bismillah, kali ini Umi mau cerita tentang pengalaman perdana duo gadis Umi, mengikuti kejuaraan pencak silat. Kejuaraan kali ini adalah Kejuaraan Pencak Silat Wasit Juri Kepri Championship 3 (WJKC3) Tahun 2024. Pertandingan perdana ini Umi hanya berharap anak-anak tampil berani dan percaya diri. Alhamdulillah kami dapat bonus kerja keras duo gadis, kakak Khadijah Aqila berhasil meraih mendali emas dan adik Maryam Syaffira meraih mendali perak. Yuk ikuti keseruan dan deg degkan nya Umi dalam mendampingi anak-anak.

Pertandingan Pencak Silat kali ini dilaksanakan di Kota Batam, tepatnya di Mall Botania 2. Kejuaraan sendiri dilangsungkan mulai 5 hingga 7 Januari 2024. Pesertanya masyaAllah banyak banget ya, jadi total peserta Wasit Juri Kepri Championship 3 (WJKC3) berjumlah 1.697 orang yang dihadiri oleh 89 tim dari Perguruan Tinggi, Sekolah dan Umum di wilayah Kepulauan Riau yaitu Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Lingga, dan Kota Batam.

Kejuaraan Hari Pertama

Hari pertama kejuaraan langsung di buka dengan pertandingan kelas remaja. Para utusan setiap tim tampil dengan sangat luar biasa. Adik-adik sangat bersemangat mendukung kakak senior nya. Pindah dari satu gelanggang ke gelanggang yang lain.

Pembukaan acara baru di mulai setelah sesi makan siang dan sholat Dzuhur. Para utusan gurbernur, Koni serta pendekar senior banyak sekali hadir.

Dibuka dengan lagu Indonesia Raya seluruh gelanggang menjadi hening dan penuh khidmat.

Gubernur mengirimkan wakilnya untuk menghindari sekaligus membuka kejuaraan ini.

Umi hanya sedia mendampingi para adik yang sangat bersemangat mendukung. Tak nampak wajah lelah letih dan keluh kesah sedikitpun selama hari pertama ini.

Aslinya umi sangat khawatir dan risau karena melihat anak usia dini dari perguruan lain sangat bersemangat dalam latihan walau pertandingan mereka besok. Sedangkan duo gadis Umi sedang bersemangat kesana kemari dan tidak latihan di hari pertama ini

Kejuaraan Hari Ke-dua

Hari kedua masih pertandingan dewasa dan remaja. Para adik usia dini masih tetap bersemangat. Tak peduli capek letih dan hujan lebat, mereka tetap ingin datang tepat waktu. Aslinya Umi tak ingin hadir di hari kedua ini. Tapi ternyata orang tua yang lain hadir menyemangati seluruh peserta timnya.

Akhirnya umi juga duduk manis menemani para gadis sejak pukul 8 pagi hingga 5 sore. Awalnya Umi bingung kenapa mereka semangat sekali mendukung rekan satu tim. Tapi ternyata karena mereka memang sedekat itu dan seperti ada ikatan.

Betapa semangat nya dia meneriakkan nama kakak kakak yang bertanding. MasyaAllah Umi mengambil positifnya yaitu duo gadis Umi pandai bersosialisasi dan cukup setia kawan.

Hari Ke-tiga, Jaya Juara

Hari ketiga ini adalah hari pertandingan anak usia dini. Disini dibuka mulai pukul 8 para anak usia dini bertanding.

Umi cukup khawatir karena Aqila ada di urutan pertama jika mengikuti daftar peserta.

Ternyata tidak langsung usia dini, Alhamdulillah. Hari ketiga ini, dibuka pertandingan seni bela diri oleh para remaja. Abang kakak tampil dengan make up dan menampilkan keahlian memainkan pisau, sabit, parang serta tombak. masyaAllah sih keren banget mereka semua. Adik-adik semua malah makin semangat dan terpesona dengan kakak senior nya yang keren-keren.

Hari puncak ini tentu saja jantung Umi rasa mau copot. Ini pertama kalinya. Tapi melihat duo gadis super semangat jadinya Umi harus semangat.

Syaffira menelpon nenek, Bunda dan Ucinya untuk hadir. Jadinya mereka dengan hujan-hujan datang ketempat acara.

Sedangkan Aqila meminta duo bestie nya hadir. Fahira datang bersama Uminya serta seluruh keluarga nya.

Alhamdulillah duo gadis jadi super semangat. Kak Aqila mendapatkan mendali emas dan Syaffira mendapatkan mendali perak.