Merayakan Keberkahan Usia

Masya Allah tabarakallah tahun 2021 ini saya memasuki usia yang ke-35 tahun tepat tanggal 3 Maret kemarin. Saya masih merasa tahun ini adalah milad saya yang ke-34, dan suami saya hanya tersenyum saat saya mengatakannya. Baru pada malam harinya dia mengatakan “selamat milad yang ke-35 yach” Astagfirullahaladzim saya sudah 35 tahun dan masih merasa usia 34 gitu, malu dong hahaha.

Memasuki usia ke-35 tahun, Alhamdulillah habis puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Banyak sekali nikmat yang sudah saya peroleh hingga usia sekarang ini. Mulai dari nikmat sehat, diri saya sehat, keluarga sehat dan anak-anak sehat.

Nikmat yang tak kalah disyukuri adalah nikmat ilmu. Allah memberikan saya kesempatan untuk mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat.

Selama masa pandemi di tahun 2020, saya sudah menyelesaikan beberapa kelas online. Semoga ilmu yang saya miliki berkah dan bermanfaat

Milad, Perlukah Dirayakan?

Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 28 Februari adalah Milad anak saya yang pertama, jadi milad kami hanya berbeda 3 hari. Saya teringat 6 tahun yang lalu, saat saya baru selesai melahirkan Putri pertama kami. Entah apa yang terjadi, mungkin bisa dibilang babyblues, ya, saya dijangkiti virus ingin diperhatikan.

Kami pulang dari rumah sakit 4 hari sebelum saya milad, namun malamnya Saya menangis sejadi-jadinya hingga seluruh keluarga keluar dari kamar masing-masing dan menanyakan apa yang terjadi. Semua mengira ada apa-apa pada bayi kami. Ternyata hanya saya yang menangis karena tidak ada yang mengingat milad saya terutama suami saya.

Semua sibuk dengan kebahagiaan menyambut bayi baru dan saya merasa tidak memperhatikan saya. Jika sekarang saya meninggal itu rasanya Saya malu sekali antara ingin menangis atau tertawa (benar-benar malu) rasanya seperti anak-anak. Disebabkan saya menangis saat itu juga, suami saya langsung keluar mencarikan kue ulang tahun. Padahal dia sudah kelelahan di rumah sakit menjaga kami dan mengurus segala keperluan saya dan bayi kami.

Waktu itu kan kami baru menikah, ya, dan saya langsung hamil dan melahirkan. Moment itu adalah milad pertama saya bersama suami. Ekspetasi saya terlalu tinggi. Ingin diberikan kejutan dan lain sebagainya. Padahal kami baru pulang dari rumah sakit dan sama-sama lelah.

Sejak saat itu sebenarnya saya malu sekaligus makin cinta kepada suami hehehe. Jadi sebisa mungkin saya tidak minta hal-hal aneh ketika saya milad. Biar malunya gak usah diulang dua kali. Walau dia selalu menanyakan mau makan dimana. Apalagi seluruh keluarga saya selalu menggoda saya dan suami dengan berpesan “jangan lupa miladnya sebentar lagi lho, nanti dia nangis kalau lupa,” huehehe itu rada nyebelin jika didengar langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
Instagram
WhatsApp