Enam Tahun Belajar Menjadi Ibu

Enam Tahun Perjalananku Menjadi Seorang Ibu. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Tanggal 28 Februari 2021, berarti sudah enam tahun Umi mendapatkan amanah dan memegang peran sebagai seorang ibu. Apabila setahun 365 hari maka telah 2190 hari Kakak menemani perjalanan Umi dan Abah sebagai orangtua.

Sulung, Banyak Cinta Banyak Luka

Anal pertama sering juga disebut sebagai anak sulung, biasanya selalu menjadi anak yang paling di nantikan. Mendapat banyak cinta, tidak hanya dari ayah bunda namun dari seluruh keluarga besar, apalagi sekaligus cucu pertama. Semua mata dan perhatian tertuju kepada kakak. Namun hal itu tidak selalu baik, karena seringkali pengasuhan Abah Umi masih diwarnai oleh pola asuh kakek nenek.

Itu juga yang Umi rasakan saat pertama kali menjadi seorang ibu. Selama hampi satu tahun usia Kakak, kita masih tinggal bersama orangtua Umi. Sehingga Kakak menjadi sangat dekat dengan kakek dan nenek. Saat Abah Umi memutuskan untuk hidup mandiri dan pindah dari rumah kakek, hampir sepekan tiga kali kakek datang ke rumah kita untuk bermain bersama Kakak.

Setiap kakek ke rumah, Kakak selalu menangis meminta untuk di bawa serta oleh kakek, namun karena Kakak masih ASI itu jadi alasan untuk Umi menahan Kakak. Hingga akhirya Kakak berusia 18 bulan. Umi hamil uni, dan kakak semakin jarang menyusu. Bahkan hampir di bilang Kakak perlahan tidak mau menyusu.

Umi sedih karena tidak merasakan proses menyapih dan Kakak tidak tuntas mendapatkan ASI selama dua tahun. Tapi yang lebih sedih lagi, Kakak semakin sering minta ikut kakek pulang dan meninggalkan Umi sendirian di rumah. Huhuhu Umi sedih banget lho Kak.

Alhamdulillah saat usia Kakak 4 tahun, Kakak tidak mau lagi menginap sendiri di rumah kakek, kecuali ada Umi. MasyaAllah, padahal dulu setiap Kakak menginap di rumah kakek tanpa Umi, setiap malam Umi menangis karena berfikir tidak bisa menjadi ibu yang mengingkat hati anak. Ternyata itu tidak benar, sekarang Kakak malah selalu ingin menempel dengan Umi. I love you Kak.

Hari ini Kakak sudah berusia enam tahun dan memiliki dua orang adik. Kakak hebat dan luar biasa baik dan sayang kepada adik-adik. Maafkan Umi , ya, jika banyak membuat Kakak sedih. Kurang pintar membagi waktu. Umi sayang kakak, bantu Umi semoga Umi bisa jadi ibu yang lebih baik ya. Terlebih saat kakak membaca surat ini.

Terimakasih Selalu Memeluk Umi

Setiap pelukan Kakak sangat berharga untuk Umi. Umi bahagia sekali jika dipeluk oleh Kakak. Maafkan Umi jika sering khilaf dan kadang berekspektasi tinggi. Peluk Umi terus, ya, karena pelukan Kakak adalah penguat Umi.

Umi belum bisa seperti ibu Nussa yang lembut dan sabar, juga belum bisa seperti bunda Riko yang selalu cantik, rapi dan bergaya walau Kakak sudah mengingatkan agar Umi tampil cantik selalu.

Umi akan selalu belajar sabar, belajar lembut dan belajar memperbaiki diri Umi agar Kakak tumbuh bahagia dan bangga dididik oleh Umi.

Mabruk alfa Mabruk. Khadijah Aqila Mufasa telah enam tahun usianya. Semoga selalu bahagia.

Peluk Cium Umi – 6 Maret 2021 (23.43 wib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
Instagram
WhatsApp