Asyiknya Membaca Bersama Let’s Read

Sebagai keluarga yang memiliki rencana untuk homeschooling, belajar mandiri merupakan salah satu cara kami belajar dirumah.  Dan cara untuk dapat belajar secara mandiri adalah dengan banyak membaca. Karena dengan membaca anak-anak bisa dengan mandiri mencari tau apapun yang ingin mereka ketahui. Dan tugas utama kita sebagai orang tua adalah bagaimana menumbuhkan minat membaca pada anak dengan cara yang asyik.

Kenapa menumbuhkan minat membaca harus dengan asyik?

Iya menumbuhkan minat membaca itu harus asyik. Karena membaca akan menjadi kegiatan seumur hidup. Tidak hanya saat kecil. Saya teringat salah satu komentar tulisan di blog saya ini tentang buku. Di sana ada mom blogger yang mengatakan bahwa anaknya saat kecil rajin sekali membaca, tapi sekarang setelah usia sekolah susah sekali diajak membaca.

Jadi kelak membaca menjadi sebuah kebiasaan baik bagi diri anak. Tidak perlu diajak lagi apalagi disuruh. Karena anak merasakan bahwa dia memang butuh membaca. Saya ingin tau ya saya harus membaca. Begitu kira-kira yang harus mereka pahami.

7 Tips Asyik Membuat Anak Suka Membaca

Membuat anak suka dengan bacaan itu tidak mudah, karena itu sampai saat ini negara kita masih menjadi negara dengan minat baca rendah. Para orang tua terutama orang tua milenial pasti butuh sekali akan hal ini. Karena saya ingin berbagi pengalaman kami dirumah dalam menumbuhkan minat baca pada anak.

1. Menjadi Contoh Bagi Anak

Fase anak-anak terutama balita adalah fase mencontoh. Anak-anak akan senang sekali mencontoh apapun yang orang tuanya lakukan.

Jika orang tua suka membaca dirumah, mengisi waktu luang dengan membaca maka anak-anak secara refleks mengikuti hal tersebut. Karena mereka melakukannya tanpa disuruh. Jadi jika akhir pekan saya dan suami asyik dengan buku, maka anak-anak juga mengambil bukunya masing-masing.

2. Sediakan Tempat dan Suasana Nyaman Untuk Membaca

Membaca sudah jadi kegiatan rutin kami dirumah sejak anak-anak masih bayi. Kami melakukannya karena selain saya dan suami suka membaca, juga saya yakin jika kita rajin membacakan buku pada anak sejak bayi banyak sekali manfaatnya. Jadi pojok membaca adalah pojok wajib dirumah kami.

Buku di ruangan ini sering sekali dibongkar dan disusun ulang sesuai dengan susunan yang mereka sukai.

3. Membiarkan Anak Memilih Buku Yang Ingin Dibacanya

Yakinlah proses ini membutuhkan kesabaran, hahaha. Kenapa harus sabar? Karena anak-anak tidak pernah bosan dengan buku yang mereka sukai. Walaupun kita membacanya hampir lima kali sehari, mereka tetap akan mengulangi membaca buku itu besok dan besok lagi sampai mereka dapatkan buku favorit yang baru.

4. Bacakan Buku Sebelum Tidur

Siapa yang pernah merasakan membacakan cerita sambil setengah ngelindur? Apa ya istilah dalam bahasa Indonesianya? Pokoknya apa yang dibacakan sudah tidak sesuai dengan buku. Diantara setengah sadar dan tidak sadar karena mengantuk. Sebab buku yang dibacakan tidak habis-habisnya.

5. Membacakan Buku Dengan Nyaring

Manfaat membacakan buku dengan nyaring ini sudah tidak diragukan lagi ya. Selain melatih pendengaran anak, juga menambah kosakata yang dimiliki oleh anak.

Selain itu membaca nyaring membuat rentang perhatian dan daya ingat pada anak bertambah. Umi biasanya membaca nyaring sambil merekamnya untuk podcast Umi. Yuk dengarkan podcast Umi disini dari salah satu cerita di website Let’s Read

Dengarkan yuk : https://anchor.fm/umijourney-eka/episodes/Joke-joke-Katak-Yang-Cerdik-eff06m

6. Bacakan Cerita Dengan Mimik dan Cara Yang Berbeda

Membaca sambil jungkir balik itu melelahkan. Apalagi jika ditambah pertanyaan bagaimana tokoh yang diceritakan itu berjalan, sebesar apa kira-kira? Apa sebesar lemari? Yang pasti saat bercerita mimik dan gaya yang jungkir balik itu membuat besok dan besoknya lagi anak-anak akan ketagihan minta cerita yang lainnya.

7. Bacakan Media Lain Selain Buku

Memang ada media lain selain buku? Banyak banget. Mulai dari koran, majalah, selebaran hingga aplikasi di gadget kita.

Tidak ada salahnya membacakan cerita dari aplikasi yang ada di gadget kita. Asalkan dengan durasi yang tepat untuk usia anak.

Mengenal Aplikasi Let’s Read

Ini adalah aplikasi yang baru Umi kenal di tahun 2020 ini. Sebelumnya Umi membaca Let’s Read melalui browser.

Let’s Readcadalah perpustakaan digital yang berisi buku cerita anak persembahan berbagai komunitas literasi dan The Asia Foundation. Let’s Read diprakarsai oleh Books for Asia.

Let’s Read sendiri bekerja sama dengan banyak mitra seperti penerbit lokal, pemerintah bahkan UNICEF. Banyak pesan kebaikan yang dibawa oleh Let’s Read. Termasuk edukasi tentang virus Corona.

Bahagia sekali pertama kali mengenal Let’s Read ini. Karena jadi memiliki banyak bahan cerita setiap harinya. Kadang ada cerita yang Umi baca sendiri lalu diceritakan kepada anak-anak tanpa smartphone. Kadang ada yang di unduh lalu Umi cetak.

Setiap malam kami membaca bersama satu cerita pilihan masing-masing anak dan di lain waktu kakak membacakan gambar kepada adik.

Kenapa belum menggunakan aplikasi? Karena waktu itu smartphone Umi masih menggunakan spesifikasi yang pas-pasan tapi tetap pengen punya bahan bacaan yang banyak setiap hari. Jadi tak ada alasan jika smartphone belum sanggup menambah aplikasi baru, karena bisa dibaca melalui browser.

Sejak kenal websitenya Let’s Read, anak-anak sangat ketagihan ingin dibacakan setiap ada kesempatan. Terutama ketika diperjalanan dan menjelang tidur. Jadilah Umi membuat rekaman suara dalam bentuk podcast untuk cerita kesukaan anak-anak. Jadi kalau sudah terlalu mengantuk Umi cukup menggeser gambar dan memutar suara Umi.

Hingga beberapa waktu yang lalu dapat rezeki smartphone baru dengan kapasitas yang lebih besar. Jadilah aplikasi Let’s Read ini menjadi salah satu aplikasi wajib yang harus ada di smartphone.

Langsung deh buka google play store. Ketik Let’s Read. Lalu unduh. Ini karena sudah terunduh jadi tampilan nya open.

Let’s Read di Playstore

Banyak sekali kemudahan dan keasyikan yang diberikan oleh aplikasi Let’s Read ini.

Pertama ada ratusan buku yang bisa kita baca. Banyak sekali ceritanya, dan tidak pernah kehabisan bahan cerita.

Kedua tersedianya menu offline books ini kita bisa menyimpan buku yang kita sukai tanpa harus terhubung ke internet. Senang sekali akhirnya punya aplikasi Let’s Read ini, karena ternyata ada keunggulannya dibandingkan membaca lewat browser. Yaitu menu offline books.

Dua cerita diatas adalah cerita favorit anak-anak. Dan menjadi cerita wajib sebelum tidur. Cerita katak yang cerdik adalah milik kakak. Sedangkan kisah Rudi si kuda itu adalah milik adik. Padahal sudah hafal lho ceritanya tetapi tetap saja kedua cerita diatas harus diulang. Karena itu kedua cerita diatas masuk ke menu offline books kami.

Ketiga ada banyak pilihan bahasa lho. Dan asyiknya kadang Umi bisa membacakan buku dalam bahasa daerah kami yaitu Minangkabau.

Ketika ada beberapa cerita seru yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, kami bahkan bisa menemukannya dalam bahasa daerah. Keren banget yak. Selain bahasa daerah Minangkabau juga ada beberapa bahasa daerah lainnya seperti bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Bali dan lainnya.

Keempat kita bisa mencari cerita berdasarkan topik dan level bacaan. Seperti bacaan untuk adik yang masih berusia 3tahun, Umi memilih level 1 dan 2 untuk dibacakan. Selain itu juga bisa memilih topik yang sesuai keinginan.

Sungguh aplikasi ini menarik sekali untuk dimiliki. Pastikan ayah bunda juga memiliki aplikasi ini dan rasakan keasyikan membaca seperti yang kami rasakan. Cukup cari di Playstore atau bisa klik tautan dibawah ini. Yuk baca buku dengan asyik bersama aplikasi Let’s Read.

DOWNLOAD APLIKASI LET’S READ

Asyiknya sampai segitu emang

Sumber:

  1. Pengalaman pribadi
  2. https://reader.letsreadasia.org/about
  3. https://www.indorelawan.org/organization/5b16348bcaffbcdc2733e674
  4. https://blog.mizanstore.com/5-bocoran-manfaat-membaca-nyaring-untuk-anak/

14 thoughts on “Asyiknya Membaca Bersama Let’s Read

  1. minat baca memang seharusnya ditularkan sejak dini ya. dengan tips2 yang dijelaskan di atas dapat menjadi inspirasi semua orang yang ingin menularkan minat baca pada anak2nya…

  2. Setuju sekali dengan pendapat kita orang tua harus jadi contoh terbaik bagi anak. Bagaimana anak mau suka baca buku kalau orang tuanya sama sekali tidak pernah baca…
    Saya juga tidak menghapus aplikasi Let’s Read ini meski memori hp udah full dan anak sudah bisa baca buku sendiri

  3. Saya setuju dengan semua tipsnya, terutama yang nomor 1. Anak-anak memang biasanya masih suka ngikutin. Kalau lihat orang tuanya suka membaca, anak juga bakal tertarik

  4. kalo sebelumnya kita rada sensi sama gadget ya mba, tapi sekarang sepertinya harus bersahabat karena ternyata ada banyak fitur yang justru bagus buat anak seperti let’s read ini.

  5. Memang kalau kita baca cerita dengan jungkir balik, pakai mimik dan gerakan yang unik, anak-anak pasti akan sangat berkesan ya, Mbak. Dan ketagihan 😀
    Anak-anakku juga suka sekali baca di Let’s Read. Sekali baca bisa beberapa cerita sekaligus dibaca 🙂

  6. Membaca buku dengan nyaring, saya setuju banget. Sekarang jarang saya temui anak membaca keras, padahal itu cara bagus untuk membiasakan menyalurkan bakat. Dengan membaca nyaring, anak bisa memahami intonasi saat berhenti di tanda baca seperti koma dan titik

  7. asyiknya sekarang ada aplikasi lets read.. membaca jadi lebih menyenangkan ya mba.. mudah2an dgn adanya aplikasi ini, bisa menumbuhkan minat baca anak..

  8. senangnya bisa tau ada aplikasi yg bisa membantu anak dan menciptakan keinginan anak utk baca, secara anak laki-laki sy cmn pen nonton YT,semoga bs dpke optimal buat sy dan anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *