Sebaik-baik contoh adalah Ibu | Puasa Pekan Ketiga

Sebaik-baik contoh adalah Ibu | Puasa Pekan Ketiga. Masuk pekan ke 3 puasa kelas Bunda cekatan. Kali ini saya memilih puasa bicara tanpa contoh. Untuk anak-anak usia balita contoh lebih baik daripada perintah tapi kadang hal itu sering terlupakan.

Contoh sederhananya adalah mandi pagi. Saya sering meminta kedua balita saya mandi pagi padahal saya sendiri belum mandi pagi. Maksud hati saya adalah, saya ingin menyelesaikan memasak sarapan dan makan siang baru mandi. Biar sekalian segar tidak gerah lagi.

Tapi itu tentu saja tidak dipahami oleh balita saya. Yang mereka tau, umi belum mandi tapi selalu meminta mereka mandi. Kemarin sebelum tantangan dimulai saya sudah mencoba praktekkan. Saya yakin puasa pekan ini akan seru untuk dijalani.

Tapi ternyata itu hanya rencana dan pemikiran saya. Tiba-tiba tanggal 7 April 2020 saya harus di opname di RSBP karena kandungan saya rentan pecah ketuban dini. Saya baru dapat izin pulang pada tanggal 9 April. Berarti hari pertama saya belum bisa praktek sempurna karena saya pulang dari rumah sakit setelah magrib dan sampai dirumah setelah sholat isya.

Puasa saya mulai hari kedua tanggal 10 April. Ini beririsan dengan apa yang ada di mind map saya yaitu menanamkan good habbit.

Karena beberapa hari di rumah sakit saya selalu diminta perawat untuk mandi pagi sebelum sarapan, maka setelah sampai di rumah pun saya menjadi nyaman untuk mandi pagi sebelum sarapan. Jadilah saya pagu sudah rapi bersih. Saat anak-anak bangun mereka melihat saya sudah rapi dan wangi. Saat saya minta untuk mandi pagi mereka berdua tidak rewel seperti biasa. Malah langsung mandi dan ikut sarapan. MasyaAllah saya merasa malu. Saya tau tapi ini prakteknya susah sekali.

Alhamdulillah berarti hari ke dua saya berhak untuk menjadi ibu Excellent. Memang anak itu sukanya mencontoh dan melihat apa yang kita lakukan. Mereka adalah pengamat profesional.

Hari ketiga masih sama. Saya mandi dan makan teratur dan mereka pun baiknya masyaAllah. Menurut dan tidak rewel, mungkin karena melihat uminya juga masih lemah karena pulang dari rumah sakit. Saya dan anak-anak pun dapat badge Excellent hari ini.

Hari ke empat. Saya memberikan contoh tapi setelah itu sedikit memaksa mereka untuk ikut. Harusnya saya dapat bersikap lebih bijak. Walaipun sudah dicontohkan yang menurut kita baik, anak-anak yang mood nya bisa berubah setiap saat. Harusnya bisa lebih sabar lagi sedikit. Jadilah hanya berhak mendapat badge satisfactory selama 2hari berturut-turut.

Karena saya minum obat jadi siang hari saya sering mengantuk. Sudah pasti anak-anak tidak menyukai itu. Mereka ingin bermain bersama umi.

Umi minta mereka jangan meloncat dikamar, jangan selalu kekamar dan sedikit membuat mereka sedih dan kecewa. Padahal mungkin mereka rindu bermain dan seru-seruan bersama umi. Tapi apalah daya. Karena itu umi mendapatkan badge need improvement di dua hari terakhir.

Anak-anak seharusnya mendapatkan contoh sikap terbaik dari orang-orang disekitarnya. Dan sebaik-baiknya contoh tentu saja adalah ibunya.

Berharap Allah segera berikan umi kekuatan dan kesehatan seperti dulu saat hamil Aqila. Jadi tetap semangat mendampingi kedua putri dan melanjutkan impian umi untuk jadi ibu peri bagi anak-anak.