Berbagilah Maka Kebahagiaanmu Akan Bertambah

Berbagilah Maka Kebahagiaanmu Akan Bertambah. Berbagi itu tidak hanya sekedar harta banyak yang bisa kita bagi dalam kehidupan ini termasuk walau hanya tersenyum kepada saudara kita. Pernahkah kita merasakan suatu kebahagiaan saat berbagi sesuatu yang kecil, atau sebaliknya kita menerima suatu hadiah yang sederhana menurut orang lain tapi sangat membahagiakan untuk diri kita sendiri.

Contohnya saat kuliah saya termasuk orang yang bahagia saat sahabat-sahabat saya mengajak untuk sekedar makan disaat lapar. Kenapa? Karena saya kuliah sambil bekerja, kebahagiaan yang bagi sahabat kita bisa jadi itu yang sudah seharusnya dilakukan karena dia menyayangi kita tapi bagi kita luar biasa kesannya, bahkan bisa tak terlupakan seumur hidup. Begitulah keajaiban dari memberi kepada ada orang lain.

Masuk pekan ke 6 kelas Bunda cekatan kami diajak untuk saling memberikan hadiah kepada sahabat-sahabat yang baru kami kenal, menanyakan apa yang membuat mereka bahagia apa yang mereka butuhkan apa yang mereka inginkan lalu kita berusaha mencari tahu dan memberikannya langsung. Ini bukan menjadi perkara yang mudah karena sahabat yang baru kita kenal ini mungkin tidak langsung merespon chat kita atau merespon hanya sekedarnya butuh kesabaran waktu yang berulang-ulang dan kebahagiaan yang tetap terjaga untuk niat berbagi hadiah.

Sebelum saya menulis cerita bagaimana saya berbagi hadiah kepada sahabat baru saya di kelas Bunda cekatan, saya ingin merefleksi lagi manfaat memberi hadiah kepada orang lain.

Bahagia Memberi Hadiah

Yakinlah memberi hadiah membuat semakin sekat akrab dan bertambah cinta dengan siapapun juga. Memberikan hadiah itu ada di dalam ajaran Islam. Kenapa sampai dianjurkan oleh Rasulullah.

Tidak memandang apa yang bisa kita berikan berbagi itu harus lah ikhlas dan tanpa mengharapkan hadiah balasan.

Dalam menerima hadiah, kita sebagai orang yang menerima hadiah hendaknya dapat menerima dengan baik pemberian sahabat kita, lalu bersyukur atas pemberian tersebut karena itu adalah rezeki dari Allah SWT. Tak usah dikira nilai hadiah itu, karena jika seseorang memberikan kita hadiah tentu lah karena dia mengingat kita dalam memorinya.

Tapi berikanlah sesuatu yang baik kepada orang lain jika kita ingin berbagi, jangan memberikan sesuatu yang tidak kita sukai. Misalnya memberikan makanan yang keluarga kita sudah tidak mau makan sama sekali barulah teringat memberikan nya ke tetangga. Atau saat pakaian sudah tidak layak pakai baru diberikan kepada orang lain. Sesungguhnya hadiah itu hendaknya sesuatu yang kta sukai dan orang lainpun menyukai nya.

Dari Khalid bin Adiy, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Barang siapa diberi saudaranya kebaikan dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak dia minta, maka hendaknya diterimanya dan janganlah menolaknya. Sesungguhnya yang demikian itu rezeki yang diberikan Allah kepadanya” (HR. Imam Ahmad)

Pekan ini saya sebenarnya kesulitan memberikan hadiah untuk teman-teman baru saya di kelas bunda cekatan dan malah berkeinginan untuk mengundurkan diri dari perkuliahan. Tetapi tiba-tiba banyak chat yang masuk dan menanyakan saya mau hadiah apa? Saya sukanya apa. Halah dalah hati jadi meleleh rasanya ditanyai oleh teman-teman yang baru saya kenal. Makin sayang dan cinta rasanya, padahal baru hanya di tanyain.

Akhirnya saya pun mulai menanyakan balik teman-teman saya menyukai apa. Sekarang sedang membutuhkan apa untuk proses belajar dan proses menambah kebahagiaan nya. Akhirnya obrolan demi obrolan mengalir seperti sudah dekat sekali. Akh ternyata benar memberikan hadiah itu malah menambah kebahagiaan.

Ada 5 orang sahabat bunda cekatan yang saya kirimkan hadiah sederhana.

1. Ada bunda Maulani dari Kediri Raya. Beliau suka memasak dan ingin menyediakan masakan sehat untuk keluarga yang mengurangi gorengan. Saya memberikan hadiah resep masakan tahu yang lezat di olah tanpa harus digoreng.

2. Bunda Intan dari Banyumas Raya. Beliau ini keren mind mapping nya fokus hanya di manajemen waktu. Berarti kami sekeluarga. Tetapi dari mind map nya ada yang kurang di bahas di keluarga manajemen waktu, yaitu pengarsipan file dengan rapi. Disini saya ingat bagaimana teh chika membahas ini dalam buku manajemen waktu. Jadi saya berbagi apa yang saya dapat tentang Konmari Gawai dari buku manajemen waktu agar file yang dimiliki tertata rapi.

3. Bunda Ratna dari Kediri Raya. Hehe baru kusadari ku banyak berteman baru dengan warga Kediri. Bunda Ratna ingin mendapatkan hal baru tentang finansial terutama budgeting keuangan keluarga. Tapi belum masuk keluarga finansial. Karena saya sudah ada dikeluarga finansial dan hal tersebut juga ada di map saya maka saya berbagi ilmu tentang perencanaan keuangan dan budgeting yang telah saya dapatkan di kefin (keluarga finansial).

4. Mba Neni dari Karawang. Dalam map nya beliau ingin sekali mendalami tentang portofolio anak. Pas juga dengan map saya. Dan saya sudah banyak referensi akan portofolio. Jadinya saya berbagi satu file contoh membuat portofolio menggunakan google form.

5. Mba Ina dari Palembang. Yang satu ini mah bikin meleleh aku banget. Dia tiba-tiba minta alamat rumah. Kirain becanda. Ternyata beneran dikirim kan aku hadiah buku tentang pengasuhan keuangan anak. MasyaAllah bagaimana aku membalasnya. Akhirnya ikut berbagi buku tentang teknik pomodoro yang ku dalami. Semoga ridho ya Mba Ina.

Kalau kamu sendiri, hadiah apa yang paling berkesan yang pernah diberikan kepada orang lain dan membuat indeks kebahagiaan mu menjadi naik berkali lipat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *