Keindahan Pulau Pengujan Bintan, Seafood dan Raja Ali Haji

Pulau Pengujan, Seafood dan Raja Ali Haji. Pulau Pengujan Bintan, mungkin tidak hanya saya, tapi banyak warga Kepri bahkan warga Pulau Bintan sendiri yang masih asing dengan nama itu apalagi yang diluar Kepulangan Riau. Saya pertama kali diajak ke Pulau Penghujan Bintan, sekitar 2tahun yang lalu. Saat Syaffira anak kedua kami baru berusia beberapa bulan. Tujuan utamanya adalah untuk makan seafood. Makanan favorit keluarga kami, dan jika anda berkunjung ke daerah kepulauan seperti Kepri itu adalah makanan wajib. Apalagi jika kita yakin semua yang dimasak adalah hasil tangkapan nelayan sekitar dan diolah oleh warga tempatan.

Pulau Pengujan dan Raja Ali Haji

Jika ditanyakan tentang pulau yang bersejarah di Kepri pasti akan kompak menjawab Pulau Penyengat. Tapi ternyata Pulau Pengujan pun menyimpan banyak cerita terutama kisah tentang Raja Ali Haji.

Pulau Pengujan sendiri merupakan pulau yang terletak di Teluk Bintan. Jaraknya dari ibukota provinsi lumayan jauh, perjalanan mobil lebih dari 60menit, sedangkan Pulau Penyengat letaknya tepat di seberang kantor pemerintahan di ibukota provinsi. Sekitar 2tahun yang lalu kami pertama kali kepulau ini masih menggunakan “pokcai” yaitu rakit yang digunakan untuk menyeberangkan motor dan mobil.

Dulu di Riau dan Kepulauan Riau banyak banget masyarakat yang menggunakan pokcai mungkin didaerah Indonesia lainnya juga ada tapi beda nama ya. Tapi sekarang sudah langka banget disini. Jadi bahagianya saya masih bisa menikmati perjalanan dengan pokcai. Hanya harus banyak berdoa karena rakit biasa membawa mobil itu bikin deg degkan. Kadang selain mobil pokcai juga sekalian membawa beberapa motor. Ini saya dipinggir cuma buat foto sebentar. Aslinya saya takut banget plus semua godain disuruh banyak istiqfar.

Sesampainya di Pulau Pengujan kita bakalan merasakan suasana desa yang asri dan sejuk. Selain itu, diawal kedatangan saya sedikit takjub karena banyak masjid disini. Belum satu belokan sudah masjid lagi. Lalu ada lagi. Ternyata pulau ini adalah tempat Raja Ali Haji pujangga besar Melayu abad ke 19 menghabiskan waktunya. Banyak kegiatan beliau di pulau ini. Mulai dari menulis, mengajar mengaji, bercocok tanam dan beternak bahkan sampai mengajar murid-murid pilihan beliau. Jadi wajar ya di pulau ini masjidnya banyak. Baik masjid yang lama maupun yang baru.

Setelah idul fitri kemarin kami berkesempatan kembali kepulau ini. Untuk seafood lagi tentunya. Tapi saya tidak lagi menjumpai pokcai berlayar karena sudah ada jembatan yang baru dibangun untuk menuju pulau. Alhamdulillahnya setelah puluhan tahun akhirnya Februari 2019 yang lalu pulau Pengujan memiliki jembatan. Itu kelihatan pasti sangat membantu perekonomian dan membahagiakan masyarakat.

Seafood dan Keindahan Pulau Penghujan

Alhamdulillah hampir semua keluarga suka seafood. Walaupun mama mertua dan suami saya alergi udang tapi mah seafood yang lain mah ngak alergi. Jadi biasanya pesanan kami akan minus udang. Karena kalau pesan udang walau alergi tetap aja semua gak tahan buat gak makan soalnya di depan mata.

Seafood di pulau seperti ini rasanya istimewa banget. Karena disekitar pulau banyak sekali nelayan yang melaut. Jadi jaminan banget jika semua yang dimasak itu masih segar.

Keindahan pulau pengujan ini masih orisinal banget. Untuk memasuki pulau kita bisa melewati jalan kecil yang hanya muat untuk satu mobil. Suasananya pas buat yang suka liburan tentang. Hanya kamera uchan yang masih kurang keren.

Seafood yang kami kunjungi ini lumayan jauh dari jembatan pulau. Namanya “Seafood Pulau Pengujan” Lokasinya tepat diseberang masjid.

Di sebelahnya terdapat pelantaran untuk tambatan kapal nelayan. Pemandangan dari pelantar ini jangan ditanya. MasyaAllah indahnya. Anak-anak bahagia banget disini.

Jika ingin kepulau ini cukup ketikkan di google “Seafood pantai pengujan”. Insyaallah gak nyasar ya karena sudah teruji. Makin sore disini makin indah lho.

Untuk menu sendiri ditempat yang kami kunjungi ini cukup beragam. Dengan rasa khas masyarakat tempatan. Di Batam banyak seafood juga tapi berbeda jika bumbunya khas tempatan. Persis rasanya seperti masakan mamak sahabat saya yang asli warga melayu kepri ini.

Jika mau mencicipi seafood dengan rasa khas melayu kepulauan maka wajib mencoba yang ada di pulau ini. Enaknya di pesan dulu apalagi jika ramai. Sampaikan ingin datang jam berapa dan berapa orang. Pas sampai kita langsung disambut sederetan seafood hangat dengan pemandangan laut yang indah. Jadi yuk mengunjungi Pulau Pengujan.

16 thoughts on “Keindahan Pulau Pengujan Bintan, Seafood dan Raja Ali Haji

  1. Wah seafood makanan kesukaan kami juga. Meski kami tinggal di gunung tapi sama seafood tuh gak bisa menunggu lama. Cuma memang kami jadi gak bisa makan seafood yang fresh karena jarak yang terlalu jauh

    Kalau mau seafood dadakan kaya tahu bulat bisa di daerah Kepri Pulau Penghujan ini ya…

  2. Wow pemandangan di pelantaran untuk tambatan kapal nelayan itu indah sekali.
    Kami sekeluarga juga suka seafood. Yang alergi udang anak sulungku. Bukan cuma udang, tapi kepiting juga, habis makan bibir dan lidahnya jadi agak2 gatal. Tapi kalo ikan laut tidak.

  3. Masya Allah indah banget ya, ternyata makin dekat dengan tempat Raja Ali Haji ini bikin adem ya.. Ingat nama keponakanku loh hehe… Jadi mupeng jalan-jalan ke sini.

  4. wah wah aku bacanya aja deg2an mba apalagi mba yang merasakan ada di pokcai hahahaha..tapi ada kejadian ga mba pokcainya kenapa2? semoga sih ga ya mba

    btw alergi udang juga terjadi sama kakakku mba itu kalau udahan makan udang kasian mukanya merah yang keluar bentol2 sampe ke badan2 kasian kalau udah gitu makanya kalau pesen sea food kami ga pernah order udang

  5. Duh, jadi pengen ke Kepri, taunya hanya pulau Penyengat. Ternyata pulau Bintan juga mempunyai pula Pengujan dengan seefoof dan jejak sejarah Raja Ali Haji.

  6. Pemandangannya masyaa Allah cakep banget ya yang di pelantaran untuk tambatan kapal nelayan itu. Kalo ngajakin anak-anak mesti digandeng kenceng tuh. Soal seafood itu paling yummy emang kalo pesannya sama warung pinggir pantai, masih seger gitu jadi rasanya pasti manis

  7. Bisa menyeberang rasanya senang banget ya, saya anak pantai dari kecil tapi enggak pernah main ke pantai, lah ngaku anak pantai. Serius, sering banget waktu kecil tuh datang ke pantai, tapi pernah takut akan gelombang jadi enggak berani menyeberang ke pulau di seberang. Pemandangan sawahnya bikin seger ya, seneng lihatnya sembari menikmati seafood yang sudah pasti segar karena dekat dengan pantai

  8. Masih terlihat sangat natural ya mba pemandangan alam disana.. pas banget kalo mengajak anak anak kesana.. itu dedek bayi juga udah diajak traveling, sehat sehat selalu ya mbak.. doakan aku semoga bisa menikmati keindahan pulau pengujan bintan ya

  9. Suami waktu tugas ngaudit ke Batam juga cerita kalau seafood di Batam dan Kepulauan Riau itu luar biasa. Segar, gede-gede dan murah. Pas aku cerita tentang artikel Mba Eka ini, dia malah terpikir untuk traveling ke Bintan. Ah, semoga saja kami bisa segera main ke Pulau Pengujan juga ya.

  10. Pulaunya sebesar apa sampai mobil bisa lewat? trus GPS di sini oke ya, ga bakal nyasar.
    Oh ya, kalau ga bawa kendaraan sendiri apakah ada angkutan umum?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *