Catatan Si Fasil Kelas BundaSayang Sumatera2 | Bye My Class

Catatan Si Fasil Kelas BundaSayang Sumatera2 | Bye My Class. Kata perpisahan sudah di sounding di kelas sejak seminggu sebelum kelas berakhir. Paling tidak sebagai sedikit motivasi untuk kelas agar lebih semangat mengerjakan tantangan terakhir bersama fasilnya yang keren nya gak seperti fasil tetangga. Yang pastinya sedih lah ya selama hampir 9bulan bersama sejak pertengahan tahun lalu. Jika saja saat menfasil pertama saya hamil sekarang tentulah sudah melahirkan Hahaha maapkan keluar topik efek anak-anak pada minta baby.

Perjalanan Kelas Sumatera 2 di Level 6

Alhamdululillah telah melati 6level tantangan di kelas bunda sayang batch4 ini. Banyak banget lah ya suka dukanya. Mulai dari peserta kelas yang baper, yang caper sampai ke fasilnya yang ikutan baper tapi cuek. Maafkanlah jika selama 6bulan di kelas saya tidak sekeren bayangan para bunda sekalian. Karena saya juga masih belajar, fasilitator bukan guru tapi pendamping alhamdulillah saya tidak pernah malu mengatakan saya tidak tau, atau ayo kita cari tau.

Sebagai mana harapan semua fasilitator di ibu profesional tentu saja kami ingin semua peserta kelas kami wisuda dengan bahagia. Tapi jika ada yang berguguran di jalan tentu saja hati kami ikut sedih dan terluka. Kadang menerawang memikirkan apa karena saya masih jauh dari harapan mereka. Walau setiap saya tanya pasti jawabannya bergamam mulai malasah waktu, keluarga sampai LDM. Semuanya juga pernah saya rasa karena saya juga pernah jadi mahasiswi bunda sayang.

Di level 6 ini saya mengajak ketua kelas merolling peer grup dengan harapan agar lebih ramai, dan bisa kopdar sehingga lebih menyemangati. Tapi ternyata salah strategi. Peserta yang sekota adalah mereka yang paling semangat mengerjakan tantangan. Sehingga hampir semuanya YE atau paling tidak ya OP. Namun kelas yang senyap dan tidak ada yang mau mengambil tanggung jawab sebagai ketua peer malah sepi dan kadang saling menyalahkan kenapa diganti peer grup.

Syukur sekali level 6 ini ditutup oleh semangat yang luar biasa. Saya sebagai fasilitator sangat bahagia diberikan kesempatan mengenal ibu-ibu yang tinggal dikampung halaman saya.

Koordinator bulanan level 6 ini juga luar biasa, karena di dapatkan secara mendadak. Ternyata koordinator yang lalu telah menjadi sekretaris dan terlewat dicari gantinya. Saat akan dimulai kelas beliau baru bergabung, namun semangatnya masyaAllah luar biasa selalu menyemangati kelas.

Matimatika logic, itu adalah materi yang sangat menantang terutama diminta untuk lebih rajin ber DIY. Mahasiswi teladan kelas sumatra2 adalah yang paling menarik aktivitasnya menurut saya.

Menyudahi Perjalanan Sebagai Fasilitator

Saat menanyakan kepada suami apakah saya boleh menjadi fasilitator dan melanjutkan tugas saya, seperti biasa dia hanya tersenyum. Kemarin saya sempat berfikir menyudahi diri saya sebagai fasilitator. Alasannya karena saya tidak baik dalam administrasi. Saya menghilanglan setoran tantangan level 4. Saat mengeceknya di file biasa saya hanya menemukan tab level4 namun isinya kosong.

Ya Allah ini ngenes banget rasanya pengen nangis lihat folder kosong. Ini bagaimana pertanggung jawaban saya sebagai fasilitator. Link semua peserta kelas saya satu level hilang. Yang mereka mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Yang sampai begadang bikin setoran agar tidak telat dan bisa OP. Huhuhu semingguan ini saya sedih banget. Masa iya minta peserta nyetorin lagi. Ikhh malu banget rasanya.

MasyaAllah bertepatan dengan pertanyaan di GClass Fasilitator apa masih ingin melanjutkan sebagai fasil? Saya bingung menjawab, sedih juga. Malu diri rasanya jadi fasil jika amanah dan setoran mahasiswi bisa hilang. Saat mau nanya apa boleh itu diisi tidak saya berharap ditanyaun kenapa ga mau lanjut.. wkwkw maksudnya biar bisa curhat ini datanya hilang. Tapi kasiannya saya ga ditanyain tuh, wkwkw ngenes 2x.

Saat hari selasa ngaji saya curhat aja ke ustadzah saya yang pasti nenangin hati, ditanyakan niat menjadi fasil. Jika karena Allah maka insyaAllah ada jalannya. Ini amal jahiriyah eka. Akhh gitulah jawabannya, kemarin rabu lanjut nanya kesuami lagi dan kali ini bikin hati sedikit lega. Karena dia tau ngefasil itu aktivitas yang saya suka.

Siang ini saya tuntuskan semua tugas fasil, insyaAllah semgoa tidak ada hutang-hutang amanah lagi, eh pas mau copy link jumpa folder baru bertuliskan FASIL SUMATRA2 2019. Pas dibuka ternyata disana saya copykan level4 yang hilang. Huhuhuhu kegalauan saya berhari-hari hilang sudah. Padahal saya sudah banyak japriin korlan, sekretaris juga. Huhuhuhu nangis lagi. Ternyata kata ustadzah benar jika niatnya karena Allah insyaAllah Allah yang kasih jalan.

Saya tutup jurnal level 6 dengan bahagia.

Bye my class, terima kasih para peserta kelas yang sebenarnya saya banyak belajar dari mereka semua. Terimakasih ketua kelas, sekretaris, korlan dan teman2 yang rajin menyemangati.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *