Kisah si Kidal antara nikmat dan ujian yang harus disyukuri

Kidal antara nikmat dan ujian yang harus disyukuri. Akhirnya mau menuliskan tentang kidal juga ya. Setelah kekidalan saya dianggap misteri karena orang-orang jarang banget melihat saya menulis. Jadi sekalian mau berbagi di 33tahun perjalanan hidup saya sebagai orang kidal.

Sesuai judulnya menjadi kidal (left-handed atau lefty) banyak banget ujian dan nikmatnya. Yuk lah kita ngobrolin ini dulu.

Mengenal Kidal

Saya sendiri walau seumur hidup kidal, baru tau 2minggu lalu saat acara kemping keluarga homeschoolling ada salah seorang teman yang menanyakan saya kidal. Lalu ada yang lain menyahut dan berkata tau kan arti kidal? Eh ada ya artinya. Karena kalau bahasa minang nya kiri itu kebetulan kida, jadi saya pikir dari sana diambil katanya. Ternyata katanya kidal itu Kiri Dari Lahir. Okay fine hahaha akhirnya saya baru tau itu kidal singkatan dari apa.

Orang kidal sendiri adalah orang yang menggunakan tangan kirinya untuk banyak aktivitas. Seperti kalau saya itu lipstickan, bedakan, motong bawang, ngulek sambel itu wajib tangan kiri. Kalau tangan kanan mohon maaf aja itu cobek bisa entah di ulekin kemana-mana hahaha.

Dari banyak sumber tulisan yang saya baca, kidal itu bisa dari bawaan lahir, jadi sejak didalam kandungan itu sudah ada kecenderungan untuk bagian kiri tubuhnya lebih aktif. Dan banyak penyebab lainnya.

Ujian Si Kidal, Dari Trauma hingga Body Shaming

Menjadi kidal banyak sekali hal yang ingin saya tulis. Belum menulis saja saya sudah menangis, tapi anggaplah ini saya sekalian melepaskan emosi buruk jika saja masih ada di sudut hati.

Dimulai dari saya kecil. Alhamdulillah kedua orangtua saya tidak masalah dan menerima anaknya kidal. Tapi malah orang di sekitarnya yang sering “mengomeli” orangtua karena dianggap tidak bisa mengajari anal menggunakan tangan yang “baik” untuk menulis, padahal semua pemberian tuhan itu adalah baik.

Kebetulan ibu saya memang kidal, jadi saya walau dikomentari banyak saudaranya untuk mengajari saya menulis dengan tangan kanan beliau biasa hanya tersenyum. Lalu apakah saya tidak pernah diajari sama sekali menulis dengan tangan kanan? Tentu saja sering, ibu sudah mencoba mengajari namun selalu kembali ke kiri, guru di sekolah juga selalu memandu tapi tetap belum bisa.

Sampailah dikisah sedihnya, saat saya kelas 5 SD menjelang kenaikan kelas 6. Saat itu krisis 1998 dan ayah saya kehilangan banyak ladang penghasilan. Akhirnya pindah kota tapi tidak bisa membawa saya yang sebentar lagi harus ujian EBTANAS. Saya ditinggalkan di kota kelahiran bersama saudara salah satu orangtua. Saya dipaksa menggunakan tangan kanan, kadang tangan kiri saya di ikat, saya selalu dicubit supaya menggunakan tangan kanan. Selalu dibentak dan dipaksa dengan dalih demi kebaikan saya. Akh mengingatnya saja sudah melelehkan air mata saya. Saya membayangkan anak-anak yang tinggal dengan ibu tirinya.

Selanjutnya di usia SMP, saya sudah bisa pindah ke tempat ayah ibu saya menetap. Biasa kan ya kalau SMP kita disuruh maju ke depan mengerjakan soal oleh guru. Itu biasanya saya akan disoraki teman sekelas. Yang pasti ramai dan heboh. Ouuy kidal malu lah atau ouyy tangannya sudah dicuci gak tuh dan macam-macam sorakan lain yang membuat ciut.

Sampai sekarang sih masih ya, mulai komentar sok tau sampai komentar maha tau. Yang intinya mengatakan kalau ngak niat ya ngak bisalah. Gak usaha ga bisalah, gak belajar pakai kanan ya, emang sudah berapa kali dicoba? sampai yang mengharamkan padahal Allah saja tidak pernah mengharamkannya. Akh kenapa mereka lupa ciptaan tuhan itu bermacam-macam bentuknya. Mereka tidak tau bahwa 33tahun menjadi kidal sudah terlalu banyak luka bagi saya dan selalu saya coba hempaskan lukanya agar saya tetap bahagia.

So siapapun yang kamu lihat kidal atau hal unik lainnya, coba cobalah menahan komentar, rasa ingin tau dan rasa sok tau yang unfaedah agar tidak menambah luka. Kidal itu bukan aib dan bukan dosa.

Mensyukuri Nikmat Menjadi Kidal

Kalau nikmatnya tentu saja yang pasti ini adalah pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa. Bagaimanapun bentuk dan rasanya harus dihitung sebagai pemberia yang berharga.

Biasanya orang-orang pasti akan komentar “wah kidal ya” dan saya juga jawab biasa “oo iya mba alhamdulillah”

Atau lain waktu “mba kidal ya, sama lho dengan saudara saya dia kidal, tapi pinter banget. Mba pinter jugalah ya” nah kalau ini ga bisa jawab. Kayaknya belum tentu juga IQ orang kidal lebih tinggi dan belum ada penelitiannya juga.

Pertanyaan yang paling sering saya dapatkan hingga saat ini adalah “mba makannya pakai tangan kiri juga ya” Hahaha ini orang kenal saya sudah tahunan sering makan bareng ngobrol bareng masa iya gak lihat saya makan pakai tangan apa? Tapi itu dalam hati aja hehehe.

Ya saya makan pakai tangan kananlah. Nah walau ada saatnya saya ngupas buah pakai tangan kiri dan refleks masuk mulut biasanya langsung ditegur oleh teman-teman yang paham biasanya saya keluarkan lagi.
“Apabila kalian makan, gunakan tangan kanan. Jika kalian minum, gunakanlah tangan kanan. Karena setan makan dan minum dengan tangan kiri.” (HR. Muslim)

Namanya kidal pasti refleks itu kadang ada. Tapi saya dan ibu makan InsyaAllah ya pakai tangan kanan. Kalau ini jelas ada hadistnya.
“Makanlah dengan tangan kananmu dan makan yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan ada pula kisah bahwa Rasulullah bersabda: Hai anak Adam, bacalah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah seterusnya dengan tangan kananmu. (HR. Bukhori Muslim)

Saya dan Si Kecil ku yang Kidal

Saya percaya kidal itu memang Allah ciptakan sebagai bagian dari keberagaman makhluk ciptaanNya.

Jika Allah anugrahkan saya anak kidal saya berjanji tidak akan menorehkan luka yan sama seperti yang saya pernah dapatkan.

Alhamdulillah yang kedua sejak 18bulan sudah cenderung condong menggunakan tangan kiri. Setiap saat hanya makanannya yang saya pindahkan ke kanan. Tapi untuk mainan pensil dan lainnya saya biarkan senyamannya dulu.

sumber

1. https://lifestyle.kompas.com/read/2018/04/30/093200220/apa-penyebab-orang-menjadi-kidal
2. https://ummuyasir.wordpress.com/2014/08/02/bagaimana-islam-memandang-orang-kidal

30 thoughts on “Kisah si Kidal antara nikmat dan ujian yang harus disyukuri

  1. Wah saya baru tahu lho Kidal itu kependekan dari Kiri Dari Lahir. Saya malah suka kagum dg teman2 yg kidal, terlebih karena -seperti yg mba bilang- tantangannya lebih besar! Tetap semangat ya mba ..

  2. Sedih membaca cerita soal body shaming dan bullying yang mbak alami. Tapi toh itu sudah berlalu ya mbak. Semoga bisa memaafkan perlakuan orang² itu meski tak bisa dilupakan. Justru malah unik dan berbeda.

    Jujur dulu waktu zaman sekolah saya malah belajar pakai tangan kiri untuk menulis. Karena pengen bisa nulis tangan kanan dan kiri. Berbeda itu biasa saja, sih seharusnya ya.

  3. Jadi merasa sedih pas bagian bullyingnya. Pastilah itu mmebekas dalam ingatan. Om saya juga ada yang kidal. Alhamdulillah di keluarga kami tidak ada yang membully.

    Semoga dengan tulisan ini juga semakin banyak yang paham kalau kidal bukanlah sebuah aib. Gak apa-apa lah kidal. Paling hanya untuk hal-hal tertentu misalnya makan yang tetap harus menggunakan tangan kanan. Seperti yang sudah dijelaskan di tulisan ini

  4. Aku baru tau singkatan dari kidal itu.
    Ikut sedih baca bagian yang bullying itu. Nggak ada yang salah dengan kidal, kidal bukan hal yg buruk.
    Waktu sekolah dulu, aku kadang-kadang coba nulis pakai tangan kiri, tapi nggak bisa, tulisan jadi jelek miring sana miring sini, duh susaaaaah. Mungkin seperti itulah kalo mbak coba nulis pakai tangan kanan ya.

  5. Kidal memang bukan untuk dijadikan gunjingan dan body shaming. Saya paham bagaimana rasanya dirisak karena masalah fisik. Bukankah Allah ciptakan manusia dengan beragam perbedaan yang unik. tinggal apakah khta akan menerimanya dan fokus pada pengembangan diri. saya senang bisa tahu bahwa kidal ternyata akronim. Nambah wawaran bahas. Yang penting Mbak dan si kecil bahagia serta tetap aktif berbuat yang terbaik karena kesempurnaan hanya milik Allah. Salam.

  6. Saya juga baru tahu kepanjangan dari kidal itu Kiri dari Lahir setelah ada teman yang posting di IG beberapa waktu lalu.

    Malah saya anggap orang kidal itu termasuk orang yang unik lho mbak, ya karena umumnya rata-rata orang pada kadal. Tapi untuk urusan makan emang ortu harus membiasakan atau mengajarkan anaknya yang kidal untuk makan dengan tangan kanan

  7. Kisah mba menginspirasi untuk tidak mudah mengeluarkan komentar yang mungkin bisa menyakitkan, seringkali masyarakat kita tidak bisa menerima perbedaan ya, padahal Allah menciptakan manusia berbeda-beda untuk berlomba-lomba dalam kebaikan

  8. Wah, Mbak kidal dan sampai dapat rundungan kaya gitu. Alhamdulillah Mbak Eka kuat ya

    Ponakanku nih roman2nya sering pakai tangan kiri. Karena gak sering ketemu jadi blm yakin dia kidal atau tidak. Saudara jauh ada juga yg kidal. Kalau tangannya kidal, kaki juga gak sih Mbak? Maksudnya otomatis 2-2nya gitu, tangan kaki

  9. Masya Allah, aku juga baru tahu Kidal singkatan dari Kiri Dari Lahir.
    Dari mana saja ya aku selama ini?
    Bertapa, hahaha…

    Baidewei, aku pas BW ini langsung buka jendela baru dan mencari literasi tentang kidal lho. Ternyata penyebab kidal itu ada 2 ya,
    1. Nature (alami)
    2. Nurture (pola asuh)

    Semoga tetap kuat ya mba…

  10. Anak aku juga dominan menggunakan tangan kiri mbk. Dan sama sepertu dikau. Aku membiasakan si kecil utk makan menggunakan tangan kanan. Urusan menulis menggambar masih aku bebaskan menggunakan tgn yang mana saja.

  11. Teman saya ada yg kidal mbak. Dia malah berprestasi banget dan jadi idola teman temannya. Jadi sedih kalau kidal jadi bahan body shaming sebagian orang ga bertanggung jawab. Asal orang tua support terus dan menjelaskan itu bukan sesuatu kekurangan, insyaAllah anak akan tumbuh percaya diri.

  12. Sayang sekali ya mbaaa tangan kida dijadikan bahan ejekan :(. Padahal it’s just being different aja dan harusnya orang bisa menerima hal ini. Semoga bullying sekarang audah jauh berkurang dan si kecil tidak masalah

  13. Saya justru kagum sama anak-anak yang bisa fasih menggunakan tangan kiri.
    Karena aku yakin, kanan nya pun ga sepenuhnya gak bisa.
    Pasti dilatih juga.

    Temennya suami, pas kuliah (di arsitek) malah keren banget.
    Bisa gambar pakai tangan kanan dan kiri secara bersamaan.

    Cerdas banget yaa..

  14. Okey fine akupun baru tahu lho singkatan kidal ini hehe.. ngga apa2 ya mba.. semua itu sudah menjadi jalan hidup dan anugerah yang patur diayukuri.. toh masih bisa beraktifitas dan tidak kurang sesuatu apapun.. selama masih bisa berkarya kenapa harus minder atau apalah istilahnya itu..

  15. Ya ampun seriusan mbak sempat menerima bully-an cuma karena kidal doang? Dih, padahal kan kalo kita kidal mah gak menyakiti atau mengganggu orang lain juga kan yah?

    Semangat terus yah mbaaak, menurutku mah kidal asyik2 aja kok mbak, malah unik kan :))

  16. Wah aku juga baru tau loh mbak Eka kalau kidal itu singkatan dari Kiri Dari Lahir 🙂
    Pakai tangan baik, loh memang kiri gak baik ya? Nah ini mungkin karena kebiasaan orang kita di sini apa-apa pakai kanan ya mbak.
    Kalau aku sih aktivyas pakai tangan kanan, tapi kalau angkat hal berat tangan kiriku lebih kuat. Nah urusan menulis aku bisa pakai kedua tangan walapun keduanya sama-sama jelek hehehe, kebiasaan ngetik jadi gak terlalu suka menulis tangan.

  17. Kadang emang ya ornag itu suka mengomentari yang ga penting. Sebenernya kidal atau tidak itu anugerah dari Allah. Banyak yang tangannya normal tapi makan masih pakai tangan kiri, memberi juga dengan tangan kiri. Sebab merasa normal.
    Barakallah mbak, bisa tenang dengan keadaan mbak saat ini, InsyaAllah menjadi teladan bagi teman teman yang memiliki tangan kidal. Mengupayakan kebaikan tentu saja dengan hal yang baik ya.

  18. Almarhum papaku gak kidal, tapi kalo mengerjakan sesuatu banyakan pake tangan kiri, misal memotong sesuatu, pegang parang/pisaunya pake tangan kiri.

    Kidal gak salah kok, kenapa harus mendapat perlakuan berbeda? 🙁

  19. Mertua ku dan adik iparku juga kidal, untungnya kalau makan masih pake tangan kanan, aku pernah dikasi tau abangku kalau kidal gak boleh dipaksa pake kanan karna akan mengganggu fungsi otak nya

  20. Sepupu saya kidal, ada kejadian sedih yang dia ceritakan saat beberapa hari dia training disalah satu perusahaan besar, dia diterima tapi saat mau tanda tangan kontrak staff kantornya bertanya “Kamu Kidal?? ” Iya pak jawab sepupuku…
    Langsung tanda tangan kontrak kerjanya ditarik dan mereka bilang “Maaf tidak terima karyawan deng Kidal” sedih banget saya dengarnya

  21. Temen kuliahku dulu ada dua yang kidal, yang satu tulisannya baguuussss sekali, sampai kami teman-temannya pada takjub dan bilang : lo nulis pake tangan kiri aja bisa bagus banget gitu sih. Hahahaa… komen dudulz banget yak. Biasanya yang terlahir kidal gini kreatif-kreatif lho orangnya.

  22. Aku termasuk orang yang diomelin mbak, karena anakku juga kidal. Alhamdulillah aku sih baik-baik saja, malahan anakku yang kidal ikut main bola, jadi dia beda dengan temannya. Sejauh ini sih aku lihat dia baik baik saja, tapi setelah membaca postingan mbak aku jadi kepikiran untuk bertanya lebih dalam lagi… terima kasih sharingnya mbak…

  23. Aku malah nganggepnya orang bertangan kidal itu keren loh, karena bisa nulis pake tangan kiri, melakukan sesuatu yang jarang orang lain bisa lakukan dengan tangan kirinya.

  24. anakku umur 3 dan 4 tahun ini mereka apa apa suka mulai dari tangan kiri nanti di ingatkan baru deng pindah ke tangan kanan .
    yang penting sounding dulu ya
    nanti liat dimana dominannya hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *