I love to Learn – Game Bunda Sayang Level 4 Ibu Profesional

I love to learn. Review materi ke 4 tentang memahami gaya belajar anak agar kita dapat mendampingi dengan benar telah disampaikan. Ini berarti kelas belajar untuk materi 4 ini telah selesai. Dan tiba-tiba juga saya selesai dengan kegalauan hati saya untuk menjadi fasilitator kelas. #yesimsurvive

Dengan review materi berjudul, don’t teach me- I love to learn membuat saya menyadari bahwa dulu saya memilih menjadi fasilitator karena saya suka belajar.

Memahami Gaya Belajar Anak, Mendampingi Dengan Benar

Itu adalah judul materi level 4 ini. Ada yang bertanya penting kah memahami gaya belajar anak? Hmm coba kita lihat kebelakang sejenak. Dulu saat kita menjadi murid/anak seringkalinya kita selalu menerima apa saja yang diberikan orangtua/guru kita, apabila ada hal-hal yang belum kita paham atau tidak tau bahkan buntu, kita seringnyaclebih cenderung diam, ngak berani untuk bertanya lagi. Karena dulu itu, anak yang banyak bertanya dianggap bodoh atau mengganggu proses pembelajaran. Bahkan kalau nanya takut diliatin orang/teman.

Nah itu baru ditingkat pemahaman ya, kadang juga guru/orangtua kita jarang yang mau memahami bagaimana cara kita bisa belajar dengan baik, yang ada kita harus menerima gaya orangtua/guru kita mengajar.

Sedihnya anak yang gaya belajarnya tidak sesuai dengan gaya mengajar guru atau orang tua kadang dilabeli anak pemahaman rendah kadang dianggap bodoh.

Kata umar bin khatab didiklah sesuai jamannya. Karena jaman berubah, dan terus akan berubah. Maka kita juga sudah saatnya harus mengubah paradigma baru di dunia pendidikan.

Mari kita belajar memahami gaya belajar anak-anak ( Learning Styles) dan memahami gaya mengajar kita sebagai pendidik (Teaching Styles) karena kedua hal tersebut di atas akan berpengaruh pada gaya bekerja kita dan anak-anak (Working Styles).

Ngak mau belajar ya siap-siap masuk kategori masyarakat buta huruf abad 20, yang didefinisikan Alvin Toffler diatas.

Nah itu adalah sedikit diskusi kami di kelas. Alhamdulillah teman-teman dikelas Sumatera2 saling mengisi dan menyemangati. Termasuk bahan belajar tambahan untuk mengenali gaya belajar anak yang diberikan oleh psikolog dikelas kami Bunda intan.

Don’t Teach Me, I love To Learn

Sedikit sekali pertanyaan di diskusi kali ini. Banyak yang sudah mulai kurang semangatnya padahal masih level4 ada juga yang kembali bersamangat setelah melewati ujian di level sebelumnya. Jujur saja saya sedih jika harus meremove peserta karena berbagai alasan termasuk peserta kelas kami yang di remove karena tidak mengerjakan tantangan 3x juga ada. Jangan tanya bagaimana semangat yang ditularkan teman-teman.

Alhamdulillah lagi peserta mendapatkan poin ICAN nya.

Mulai dari Intellectual Curiousity yaitu Meningkatkan rasa ingin tahu
Creative Imagination Meningkatkan daya kreasi dan imajinasi .
Art of Discovery and Invention yaitu Mengasah seni/cara anak agar selalu bergairah untuk menemukan hal baru.
Nobel Attitude yaitu Meningkatkan akhlak mulia.

Nikmatnya menjadi fasilitator itu adalah, saya bisa mempraktekkan lagi materi ini ke anak kedua. Ada yang menanyakan dikelas saat diskusi apakah ke 4 poin ICAN harus didapatkan oleh anak?

Poin ICAN menurut saya adalah fokus kita bunda saat mengamati bukan menggegas agar tercapai. Jadi ya kembali lagi saat mengamati anak mari sabar dengan prosesnya.

Satu lagi yang jadi bahan diskusi kami dikelas adalah mengapa pentingnya menuliskan atau mencatat proses belajar anak.

Iya selain kita brrmain bersama, beraktivitas bersama lalu mengamati, mencatat perkembangan anak adalah hal penting

Walau tidak semua orang suka mencatat tapi perkembangan teknologi saat ini sudah sangat maju. Kita bisa juga mendokumentasikan kegiatan anak tidak hanya dalam catatan buku, namun juga bisa di berbagai media lain. Seperti blog, sosial media, bahkan ada yang mendokumentasikan dalam bentuk video. Tapi tentu saja mencatat adalah pilihan terbaik. Karena benar-benar bisa dituliskan segala poin lengkap dengan evaluasinya.

Itu sih poin untuk diri sendiri haha. Secara saya pribadi juga menulis dibuku masih ngos ngosan. Menulis di blog kalau dikerjar deadline. Hahaha

Jadi sudah paham gaya belajar sendiri belum.

Eka Mustika Sari

Fasilitator Bunsay4 Sumatera2

2 thoughts on “I love to Learn – Game Bunda Sayang Level 4 Ibu Profesional

  1. Saya masih terus belajar memahami gaya belajar anak mba, merayu hati agar bisa tenang melihat anak hanya baca sekilas pelajarannya padahal besoknya mau ujian.
    Terus membujuk hati agar tidak ngomel saat besoknya hasil ujiannya dibawah rata-rata huhuhu.
    jadi orang tua emang kudu terus belajar ya mba 🙂

  2. 1st time coming here

    sampe usia anakku udah 4 tahun
    kami pun masih meraba” gimana biar dia bisa enjoy belajar nih
    neverending learning kalo jadi ortu mah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *