Menajemen Waktu | Jurnal Fasilitator

Menjadi fasilitator kelas belajar online bukan pilihan yang mudah yang harus saya pilih. Karena selain akan mengurus peserta kelas saya tetap memiliki kewajiban sendiri dirumah sebagai ibu, istri dan juga peserta kuliah dibeberapa kelas online lainnya. Beberapa memikirkan ulang tentang amanah baru ini. Mengatur waktu tidak mudah apalagi dengan 2 balita disisi saya yang memiliki hak lebih banyak dari apapun. Akhh berat pergulatan jiwa raga banget. Diplomasi dengan babang juga belum sukses.

Saya ingin menjadi fasilitator atau saya harus menjadi fasilitator agar komunitas ip batam mendapatkan slot kelas yang layak karena slot peserta tergantung dari berapa orang utusan kota. Peserta bisa banyak dari kota kita jika ada fasilitator kota yang diutus. Huhu berat ya. Dan akhirnya saya memilih menjadi fasilitator. Agar semua peserta matrikulasi batam bisa memasuki kelas bunda sayang tanpa rebutan kursi.

Manajemen Waktu Tantangan Bagi Fasilitator

Ingin berbagi dengan banyak orang sekaligus tentu yang utamanya adalah manajemen waktu. Tidak mudah mengelola waktu apalagi persyaratan dari babang adalah, silahkan menjadi fasilitator tetapi anak nomor satu. Itu berarti tinggalkan kelas saat anak bangun, dan semangati kelas saat anak tidur. Lha jam tidur anak siapa yang tau?

Saat merenung saya diingatkan oleh apa yang disampaikan ibu Septi (Founder Ibu Profesional) dibuku kami jungkir balik dunia emak.

Karena sesungguhnya β€œberkarya” dan menjaga amanah β€œmendidik anak” adalah dua aktivitas yang tidak terpisahkan, sehingga tidak ada yang harus dikorbankan

Semuanya dapat berjalan beriringan dan dengan bahagia. Hingga akhirnya saya bisa memulai kelas dengan beberapa materi pra bundasayang yang didalamnya ada materi manajemen waktu.

Menjadi seorang fasilitator sesungguhnya kami tidak mengajari apa-apa namun sebaliknya dapat belajar banyak hal. Termasuk saat materi manajemen waktu. Saya belajar banyak hal dari peserta kelas sumatera dua.

Berikut beberapa sharing berharga dari peserta kelas saya

Bunda2 izin share pengalaman saya ya..

Saya sudah hampir 3 tahun jd seorang ibu.. Dan saya merasa kaget krn gaya hidup berubah setelah punya anak. Dulu saya masih punya banyak waktu buat leha-leha, bisa browsing inet, chatting, browsing belanjaan.. Berjam2 melakukan hal2 yang gak penting lah… πŸ˜…

Nah setelah punya anak, beneran terasa Me time itu gak ada lagi.. Apalagi dgn tipe suami yang konvensional, alias gak bisa diharapkan utk bantu urusan rumah tangga. Waduh, tiap hari pasti terasa capeknya beresin rumah, urus anak, sambil bekerja di luar rumah. Tiap wiken biasanya jadi momen saya mengeluh dan ujung2nya berantem sama suami.. Ya karena ekspektasi saya ga sesuai sm kenyataan.. πŸ˜₯

Sampai sy baca beberapa tulisan ttg mendahulukan kepentingan Allah sebelum melakukan kepentingan kita, supaya Allah pun memudahkan semua urusan kita. Saya sadar saya memang dari kecil tidak pernah terbiasa sholat di awal waktu. Setengah gak percaya sih, saya bikin target cobain 21 hari solat di awal waktu. Apa bener, urusan sy bakalan lebib gampang..? Haha, ngetes maksudnya..

Ternyata, pas pelaksanaannya, di tengah2 mulai berat, dan gak berhasil sy tuntaskan 21 hari itu. Hiks.. Ini akibat gak biasa disiplin dr kecil sepertinya..

Trus sampai lg suatu hari saya baca di buku terbarunya Saptuari, ttg curhatan salah satu temannya, pengusaha sukses yang kunci rahasia suksesnya itu adalah… Bangun jam 4 pagi, mandi, dan solat subuh dlm keadaan sdh bersih, rapi, wangi terus menerus sejak 10 tahun yg lalu. Dan dia cerita gimana Allah lancarkaan semua keperluannya. Waduh, terketuk lagi hati saya buat kembali mencoba gaya hidup begini.

Akhirnya saya cobain bun2.. Baru sekali memang.. (lagi2 disiplin saya yg harus digenjot memang ini) Tapi dlm sehari itu saya memang merasa gak ada urusan saya yg belepotan menunaikannya. Sepertinya dgn kita bangun awal itu, jam aktif kita itu lebih awal pula dibandingkan semua orang. Jd semua kerjaan kita terasa lebih cepat selesai dibanding hari2 sebelumnya… Dan terus kalo lihat jam, selalu ada perasaan “Lho, masih jam segini? Ngapain lagi ya habis ini?” jadi malah kita cari2 ide mau kerjain apa lagi krn waktu kita masih tersisa banyak..

Puaass bgt sm diri saya waktu sehari itu 😊

Meskipun saya sendiri belum konsisten melaksanakan ini.. Tapi pengen bgt berbagi pengalaman ini. Mudah2an bermanfaat buat bunda2 yg lain..

//Putri Anisa- Kelas Bunsay4 Sum2

Bagaimana tidak bersyukur menjadi fasilitator, saya bisa mendapatkan pelajaran berharga seperti diatas karena menjadi fasilitator. Adalagi dari ketua kelas kami

Aslmkm bunda semua..πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹

Sy juga sering ditanyain bgm kesibukan ibu dg 6 anak, nyaris single fighter krn suami 5 th terakhir super sibuk, dan ga punya asisten RT. Masih nyambi mengelola 2 lembaga profesional dan aktifitas training, consulting dan mengajar yg masih tetap jalan..

Alhmdulillah masih bisa punya ‘me time’ yg sangat longgar..

Ternyata jawabannya banyak anak jadi banyak asisten..πŸ˜‰
Cuma standar-nya aja yg kadang harus diturunin..πŸ˜…

Bener2 manajemen waktu dan pendelegasian itu penting banget..

//Meilya Novira – Bunsay4 Sum2

Bunda novi memiliki 6orang anak dengan amanah ranah publik yang full dan tanpa asisten namun bersedia menjadi ketua kelas. Lha terus gueh anak dua merasa paling sibuk di dunia. Kalau gitu saya ingin anak 6 juga. Eh hehe bukan itu juga hihihi tapi bagaimana mengelola waktu dengan maksimal.

Tidak merasa kita lebih sibuk dari orang lain, kita lebih butuh banyak waktu dari orang lain. Karena setiap kita memiliki anugrah yang sama akan waktu yaitu 24jam.

24 thoughts on “Menajemen Waktu | Jurnal Fasilitator

  1. Saya ikut kelas Bunda Sayang #3 Kelas Sumatera 3 Mbak. Hebat deh yang jadi fasilitator. Saya jadi korlanpun belum berani. Merasa belum bisa atur waktu dgn baik. Jadi di IP Lampung jg msh jd member rumbel dan PJ tim kreatif hehe

  2. Luar biasa perjuangan para ibu, istri dan wanita yang berkarya. Saya jadi malu, apa kabar saya hari ini? Semoga hari ini saya lebih baik setelah banyak sekali membaca ilmu dan hikmah di artikel ini. Subhanalloh, saya juga pernah merasakan, Bun. Diajari seorang teman blogger yg memiliki 6 anak, supaya membiasakan diri utk tadarus setiap sholat subuh, tentunya sholatnya di awal waktu ya, apalagi sebagai ibu, waktu pagi hari ini sedang sibuk sibuknya kan. Memang Maha Besar Allah, saat aktifitas kita selalu menyertakan Allah, Insya Allah hari kita akan dimudahkan. Cuma ya itu, kadang ndak disiplin euy.

  3. MasyaAllah Mbak, itu postingan Bunda2 keren-keren semuaaa.. *ketampar banget iniii, masih sering banget shalatnya nyaris diujung waktu, fufuufhh.

    makasih udah ingetin ya Mbak πŸ™‚

  4. Tapi bener deh curhatannya. Aku kalo telat salat subuh seharian tuh rasanya terburu-buru ada aja yang ga beres. Bener kalo kita mengakhirkan Allah bakalan urusan kita diakhirkan juga. Hiks

  5. betul mbak, manajemen waktu itu ada di tangan kita, 24 jam gak akan berarti apa-apa kalau tidak dimanaj dengan baik, kerasanya waktu cepat berlalu dan gak ngerjain apa-apa, padahal kalau dimenej pasti keliatan kita sudah mengerjakan apa saja sambil terus bersyukur

  6. Seorang ibu emang perlu banget manajemen waktu ya kalau enggak bisa bablas dengan hal yang sia-sia. Walau di rumah tetap membagi waktu yang bijak. Manajemen gadget juga perlu diselaraskan ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *