Memetik banyak hikmah dari silaturahmi

Tidak ada manusia yang sempurna. Termasuk diri kita sendiri. Sebagai seorang perempuan yang sedang belajar menjadi istri dan ibu terbaik, maka sebaik-baiknya tempat belajar adalah rumah dan keluarga.

Memperhatikan ayah ibu dan saudara kandung untuk belajar memperbaiki diri, serta memperhatikan bumer pakmer dan seluruh saudara suami untuk dapat belajar memahami.

Karena saudara kita adalah cerminan kita. Di didik oleh ayah ibu yang sama serta model pendidikan yang sama. Sifat-sifat serta sikapnya tentu tidak berbeda jauh walau tidak termasuk karakter bawaan pribadi.

Begitulah saya memandang keluarga kami yang santai dan hobby banget komentar kayak komentator piala bola dunia. Sekali-sekali boleh deh nobar dirumah kami pasti bakalan kesel. Itulah keluarga kami karena ayah dan ibu kami adalah pedagang pasar dan pastinya volume suaranya juga jarang yang lembut. Pasti pada oktaf semua.

Pelajar yang berbeda akan saya dapatkan dirumah makmer yang notabene beliau dan ayhmertua adalah guru serta kepsek. Aura keteraturan bakal berasa saat sampai dirumah. Semua teratur banget. Juga yang paling berkesan adalah saat makan. Semua keluarga suami makan dengan piring kinclong dan bersih. Bikin jiper saat pertama kali menikah karena saya pemilih makanan dan biasanya disekiling piring akan bersusun bawang dan semua yang tidak lulus sensor dimulut. Dan alhamdulillah 4tahun menikah dengan mengamati jadi bisa mengikuti.

Saat lebaran kemarin, saat berjumpa banyak saudara banyak tetua dirumah suami, kami mendapatkan banyak petuah banyak nasehat dan banyak ilmu yang bagi saya sangat berharga dan sayang untuk tidak dibagi.

Sebagai tipe yang suka mendengar nasehat, saya akan senang menyimak dan tidak akan jenuh saat pak odang mak odang atau orangtua kami lainnya bercerita. Mendengar cerita dan nasehat mereka serasa ikut berpetualang kemasa mereka. Walau berjam-jam duduk saya tidak akan jenuh malah terkesan excited. Haha ini suami aja sampai bingung.

Keluarga babang suka sekali bercerita diteras. Sambil liatin kolam ikan yang ikannya masih sejempol Aqila, sambil kena angin sepoi-sepoi dari pohon mangga yang mangganya banyak buahnya sebanyak ulat dalam buahnya. Awalnya saya masih agak malu-malu bergabung cuma berdiri didalam dan intip keluar sampai makmer mamanggil dengan tangannya dan menunjuk kursi.

Sambil duduk, saya mulai menyimak cerita dari pak odang hari ini. Tentang jangan memutus tali persaudaraan. Bagaimana dia berusaha menyambung tali persaudaraan dengan saudara kakek yang sudah menjadi warga malaysia. Berkali-kali disurati dan tidak pernah membalas. Tetapi beliau selalu menyurati dan berharap tali silaturahim tidak putus karena saudara tetap saudara bagaimanapun keadaannya. Dan apakah beliau berputus asa? Tidak. Dan usaha beliaupun membuahkan hasil saat sepupunya membalas surat dan ingin menjalin silaturahmi. Itulah yang dirasakan hingga sekarang. Jika dulu beliau berputus asa tentu putuslah tali persaudaraan.

Obrolan berlanjut tentang cerita atasan dan bawahan. Bukan atasan baju ya. 😂 Tapi pak dang bercerita jika bagaimana pun enaknya memiliki jabatan tetaplah menjadi bos bagi diri sendiri adalah yang terbaik. Sekalipun kita memegang jabatan tertinggi di instansi tetap ada pemimpin lainnya. Tapi tidak jika kita menjadi pimpinan bagi diri sendiri. Memiliki usaha, owner walaupun kecil tapi hati akan lebih bahagia. Karena bekerja dengan orang lain lebih rentan makan hati 💔

Terakhir obrolan berlanjut ke ambisi. Setiap orang punya ambisi, tapi jangan sampai ambisi yang terlalu berlebihan malah menggerus kita hingga habis. Jika memiliki usaha bersabarlah dengan apa yang dimiliki sendiri. Jangan tergoda investor yang menawarkan modal. Bisa jadi diawal menawarkan modal tapi di akhir setelah dia mendapatkan semua ilmu kita, bukan tidak mungkin dia akan menghabisi usaha kita. Serem yak denger nya. Tapi malah itu kenyataan yang banyak saat ini.

Obrolan hangat seperti ini selalu membawa banyak hikmah dan pesan berharga. So jangan bosan jika berbicara dengan tetua. Karena banyaknya perjalanan hidup yang dilalui tentu banyak juga hikmah yang mereka miliki. Apa yang sudah mereka lalui mungkin akan kita jumpai juga kelak, karena itu hikmah yang kita dapatkan mungkin bisa menjadi bekal kita menghadapi tantangan hidup selanjutnya.

Rajin-rajinlah bersilaturahmi ke para tetua. Kakek nenek, paman bibi bahkan hanya sekedar teman sekampung orang tua kita dan teman-teman orang tua kita. Apalagi kepada para guru kita, guru dunia akhirat yang banyak mengajarkan ilmu. Tentu lebi banyak lagi bekal yang bisa kita bawa pulang setelah bersilaturahmi kepada mereka. Tapi tidak menutup juga bersilaturahmi kepada teman-teman dekat.

Hadits Muslim 4630

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبَرُّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيهِ

Sesungguhnya kebajikan yg utama ialah apabila seseorang melanjutkan hubungan (silaturrahim) dgn keluarga sahabat baik ayahnya. HR. Muslim No.4630

Begitulah nabi berpesan kepada kita, bahwa silaturahmi adalah salah satu kebajikan utama yang dapat kita lakukan. Kalau kamuh adakah cerita silaturahmi yang paling berkesan dan ingin dibagikan. Jika ada yuk berbagi di kolom komentar.

4 thoughts on “Memetik banyak hikmah dari silaturahmi

  1. Artikel singkat tapi banyak makna yg didapat setelah membacanya. Aku yg anak tunggal, mendapat suami dengan saudara yang banyak, cocok banget. Hahaha. Tapi dasarnya aku nggak suka keramaian, kalau pas kumpul2 gitu lebih suka melipir kalau obrolannya nggak penting2 banget, Mbak.

  2. Silaturrahmi juga diwajibkan ya dlm islam. Papa selalu wanti2 aku ttg pentingnya silaturrahmi ini. Malah papa bilang, salah satu yg membuat rezeki kita mengalir, ya krn silaturrahmi. Tapi aku akuin, akunya sendiri ga telaten menjaga komunikasi ama keluarga2 ku yg lain. Pertama kita semua terpencar. Kedua, saking banyaknya keluarga (mamaku sendiri 13 bersaudara, papa 7 saudara),aku sampe ga inget nama2 om tante dan sepupu yg jrg ketemu. Palingan caranya, saat lebaran, kalo memang sedang mudij, baru deh aku ikut papa dikenalin ke semua keluarga yg masih sedarah :D. Biar ga lupa

    1. Wah masyaAllah keren ya mba benar-benar keluarga besar. Salah satu manfaatnya silaturahmi ya biar ga lupa itu ya mba. Hahaha takutnya jumpa dijalan dimn ga kenal kl sepupunya 😂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *