Dendeng Balado Kering Warisan Bundo

Dendeng adalah makanan warisan dari kampung halaman kedua orangtua kami, saya dan suami. Yang paling khas dikenal orang banyak tentu saja dendeng balado atau kadang dikenal dendeng batokok.

Lauk balado adalah menu yang paling sering saya masak dirumah. Mulai telur, ikan, ayam dan apa saja yang balado adalah menu kesukaan. Walaupun kadang rasa sambal balado hari ini dan 3hari selanjutnya bisa jauh berbeda rasanya. πŸ˜‚

Tetapi yang paling favorit saya dan suami adalah dendeng balado ini. Dendeng balado pun ada banyak. Ada dendeng balado basah, lambok( lembab) dan dendeng kering.

Suami paling sukanya dendeng balado kering yang kriuk dan renyah. Plusnya lagi Aqila syuuka banget dendeng kriuk ini yang setelah digoreng kering lalu dihaluskan jadi hasilnya seperti abon kemudian taburi ke nasi hangat hmm sedap. Aslinya dendeng balado kering itu harus diungkep ditokok lalu dijemur hingga kering baru digoreng diminyak panas. Tapi jika melakukan prosesi itu bakal lama prosesnya. Jadi bikin dendeng balado kriuknya ala resep ibu kami tercinta saja dengan modifikasi saya agar dendeng keringnya dapat enak.

Moment memasak asalah salah satu yang paling Aqila sukai. Memotong memilih mencuci apa saja dia sukai yang berhubungan dengan memasak. Hari ini dia jg menjadi model masakanπŸ˜‚

Salah satu moment yang paling berbinar Aqila lakukan selain bermain adalah memasak ini. Dia akan asyik sekali memotong dan mencucinya. Serius sekali wajahnya,dan kadang tidak ingin dibantu menyelesaikan. Dia sangat percaya diri jika berhubungan dengan alat dapur. Kali ini dia bersemangat membantu umi.

Nah mana tau ada yang pengen nyoba sendiri bikin dendeng balado yang menurut saya pribadi gampang bingits. Kebetulan dapat tema masakan favorit ini dari dek nur di rumbel menulis iip batam

Dendeng Balado Kering #Resepwarisanibu

Bahan :

400 gram kentang
500 gram daging segar (saat beli daging sampaikan saja belinya daging dendeng. Maka akan dipotongkan versi dendeng.)
Jeruk nipis
Minyak untuk menggoreng secukupnya.

Bumbu Ungkep Daging:

  • Bawang putih 3siung
  • Jahe 2cm
  • Ketumbar 1sendok teh

Bahan sambal:

  • Cabe merah 100gram
  • Daun jeruk 1lembar
  • 2keping asam kandis
  • 1 sendok teh kaldu bubuk (optional)
  • Garam sesuai selera
  • Bawang merah 8 butir, iris tipis

Langkah memasak:

  1. Cuci bersih daging lalu beri perasan jeruk nipis.
  2. Blender bumbu halus lalu ungkep daging bersama bumbu dengan api kecil sampai bumbu benar2 meresap dan daging dirasa sudah empuk. Angkat lalu tiriskan.
  3. Kupas kentang lalu potong sesuai selera, goreng hingga matang
  4. Panaskan minyak, lalu Goreng daging yang telah diungkep dengan api kecil sampai daging benar2 kering kriuk. Pastikan tidak gosok yak.
  5. Uleg kasar cabedan bawang merah. Tumis dengan sedikit minyak sisa menggoreng daging (bukan karena hemat minyak ya tp sensasi nikmatnya beda). Beri garam sesuai selera, masukkan asam kandis lalu tes rasa.
  6. Setelah sambel matang matikan api tunggu sambal sedikit dingin. Lalu masukkan daging dan kentang gorengnya, aduk sampai rata. Siap dihidangkan dengan nasi hangat

Serius ini resep yang bisa bikin abangnda tidak ingin melewatkannya dan akan makan lagi dirumah walaupun pulang telat.πŸ˜‚

Resep ini tidak pakai tomat tetapi asam kandis. Supaya tidak kena jebakan kancil silahkan keluarkan asam kandisnya setelah sambel matang. Karena bakal punya tampilan persis dengan dendeng.

#bintangkeluarga #dendengpadang

4 thoughts on “Dendeng Balado Kering Warisan Bundo

  1. Kentang itu seperti mangga kelihatan nya,, segerrrr gitu,,,πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚hahahha efek mau rujak semua kelihatan macam buah buahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *