Ini bukan judul sinetron apalagi kisah cerita eka diwaktu kecil. Ini adalah gambaran suasana orang2 yang sekarang berhubungan dengan saya. Beneran deh ini apa2an coba… dari pada eka marah2 didunia nyata dan menghabiskan waktu buat ngomelin tuh orang satu persatu, mending eka diamin semua orang, eka off kan semua chat trus eka nulis diblog ini #berapi2
Sebenarnya gak ada yang perlu dimarahin, eka gak perlu marah karena dalam otoritas tidak boleh marah. Otoritas yang jauh dari boleh. Yang boleh marah itu cuma Allah sama hambanya yang ingkar, orang tua sama anaknya yang durhaka, dan bos sama anak buahnya yang facebookan tidak bekerja dgn benar.
Dan saat ini eka tidak dalam konteks ketiganya. So lebih baik eka nulisin uneg uneg yang bikin eneg.
Eka gak akan asal marah jika ga ada alasannya. Tapi kali ini eka hanya akan menggolongkan ke kesel bukannya marah. Eka kesel orang2 yang sudah berjanji dengan eka trus diingkari, eka kesel dengan orang2 yang menghabiskan waktu eka trus pergi, eka kesel dengen orang2 yan seolah2 peduli terus hilang. Eka kesel dengan orang2 yang seolah2 mendukung tapi mencibir.
Eka gak ngerti mereka para manusia “putih abu-abu” itu bisa eka golongkan ke orang2 munafik atau tidak… Mereka bisa menilai diri mereka sendiri. Mereka bisa berkaca sendiri. Tapi mereka kayak air bah yang datang ke eka tiba-tiba trus ilang juga tiba2 dengan ninggalin sampah2 yang kebawa air bah itu.
Dan yang bikin eka kesel adalah sampah2 yang mereka tinggalin ini. Merusak hati eka, merusak suasana hati eka, merusak senyuman eka, merusak kantong eka. Hehe
Fuih cukup sekian kita berbicara tentang air bah eh tentang manusia putih abu-abu yang mungkin kadang sering datang juga kekehidupan kamu. Terakhir bak kata bob marley
But don’t worry, be happy’Cause when you’re worried, your face will frown
And that will bring everybody down
So don’t worry, be happy Don’t worry, be happy now
So i’m happy now. Paling gak manusia-manusia putih abu2 ini udah pergi dan eka cuma tinggal bersihin sampah2nya. Hapy eka please happy
