Cerita punya cerita (Episode I)

Cerita punya cerita nih ya, sekarang lagi pada ngebahas hadist arba’in ke 19. Alasannya karena pas melingkar kemaren dapat bahasan itu. Dengan telak my sweet MR langsung ngubungin ke jodoh. Hehe

Kan pasti udah pada tau garis besarnya dari hadist ke 19 itu adalah PERTOLONGAN ALLAH. Lengkapnya nih:

عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً، فَقَالَ : يَا غُلاَمُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: اْحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ اْلأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفِ

[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي: احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إِلَى اللهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، وَاعْلَمْ أَنَّ مَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيْبَكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ، وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً].

Terjemah hadits / ترجمة الحديث

Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : Wahai ananda, saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.

Nah setelah beberapa hari berlalu tapi cerita tentang nih hadist tetap berlanjut di FB, di YM maupun di WhatsApp. Apalagi karena sempat disangkut pautkan ke jodoh. “Yach yang udah ketulis di lauhul mahfudz gak akan bisa terelakkan kok, mau seluruh dunia berusaha mencegah, begitu juga ama jodoh. Kalo udah tertulis jadi ya jadi, dia ya dia, sekarang ya sekarang. Tinggal gimana hati kita meyakini”

Cetar membahana, secara yang dilingkaran nih yang dipanggil kakak tinggal diriku yang satu lagi sedang ijin. Hehehe entah kenapa rasanya (cuma perasaan eke aja kale)  tiba2 semua mata tertuju padaku walo eka gak make produk yang diiklan ntu #kedengaransuaraafgan

Bahasan tentang hadist ini sekian dulu. Karena inshaAllah isinya sudah cukup jelas. Trus kembali kecerita kenapa heboh??

Karena kita2 (kita??) paling anti dengan status2 Akhwat maupun Ikhwan lebay di FB yang selalu ngebahas tentang “siapakah nama yang tertulis dilauhul mahfudz untukku?” Hohoho asli ntu bakal kena bata ama kita2. Tapi di FB gak ada menu “unlike” atau “bata”.

FYI.. kita kadang dipandang sebagai panutan oleh sahabat2 yang lain yang tidak mengenal dunia tarbiyah atau apapun itu yang mereka tidak tau namanya. Jika status kita hanya dipenuhi kegalauan tentang yang sudah ditulis Allah tentang “pengeran berkucing berkuda belang” gimana sahabat2 yang lain serta adik2 binaan bakal memandang kakaknya serta panutannya yang tukang galauers dan tukang lebayers.

Sampe kemaren diwarning “kakak jangan sampe bikin status lebay ya” Trus eka jawab “Lha.. eka udah banyak liat status orang buat nyari inspirasi bikin status lebay tapi tetap aja gak berhasil” #gakbakatlebay

Tapi kembali  ke diri masing2 sih. Yang nulis ini belum tentu juga lebih ngerti tentang yang tertulis Allah dikitabnya itu. Karena cuma diyakini yang tertulis itu sepenuhnya hak Allah. Tinggal berdoa dan minta aja, beri saya kemudahan buat dapatin apa yang sudah tertulis buat saya. Baik rejeki baik jodoh ataupun kematian. Semoga semuanya datang dengan mudah. Just it. ^^

Sekian episode hari ini. Tunggu episode berikutnya.

4 thoughts on “Cerita punya cerita (Episode I)”

Comments are closed.