Berdamai dengan Persaingan antar Saudara (Sibling Rivalry)?

Bagaimana berdamai dengan persaingan antar saudara (sibling rivalry)? Persaingan antar saudara atau yang lebih sering kita dengar dengan istilah sibling rivalry membuat banyak ibu cukup kewalahan. Hal inilah yang saat ini sedang saya hadapi. Saya pahami bahwa pertengkaran antar saudara apalagi di usia anak-anak adalah hal yang biasa terjadi apalagi jika usianya berdekatan seperti kedua putri saya yang kemana-mana selalu dikira kembar karena usianya yang memang dekat. Moment ini adalah salah satu moment berat bagi saya saat mendampingi anak. Proses belajar mengajak saya mengambil langkah bahwa ini bukan masalah, namun tantangan. Yang harus saya lakukan adalah menaklukkan tantangan ini. Walau awalnya saya kesulitan, saya mencoba memahami langkah yang harus saya ambil untuk menghadapi sibling rivalry. Inilah catatan belajar saya dalam menaklukkan tantangan pengasuhan kali ini.

Menghadapi Konflik Saudara

Abah Ihsan dalam buku “7 Kiat Orangtua Shalih Menjadikan Anak Disiplin dan Bahagia” menuliskan, pertengkaran pada anak adalah anugerah dari Allah Swt. untuk mereka belajar menghadapi konflik dimasa depan. Tapi kan tapi…. tetap saja saat pertengkaran terjadi kepala cepat sekali panasnya. Ditambah lagi ibu sedang lelah, lapar atau kadang sedang pusing memikirkan deadline. Apakah sibling rivalry ini terjadi begitu saja secara alami? Atau adakah pemicu lain yang bisa membuat semua ini terjadi.

Perlahan saya coba perhatikan pertengkaran yang terjadi diantara anak-anak. Awalnya cuma rebutan posisi makan, lalu rebutan siapa yang duluan mandi, atau kadang malah bertengkar karena yang satu tidak mau ikut menggeleng. Sering saya bertanya apa ibu-ibu lain juga menghadapi yang sama? Bagaimana solusinya agar saya bisa tenang menghadapi setiap gesekan agar tidak terkesan membela salah satu anak?

Beberapa Penyebab Sibling Rivalry

Mengapa terkadang anak bertengkar karena hal sepele? Beberapa peyebab yang coba saya amati adalah sebagai berikut:

  1. Anak ingin mencari perhatian orang tuanya?
  2. Perhatiannya sudah cukup tapi ada keinginan yang tidak dia dapatkan?
  3. Anak Merasa orangtua bersikap tidak adil.
  4. Orangtua sibuk dengan adik baru.

Banyak lagi kemungkinan lain yang muncul di kepala saya saat mencoba mencari solusi masalah ini. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan saat menghadapi konflik kakak adik:

1. Hindari Menyalahkan Salah Satu Anak

Pertengkaran kakak dan adik juga merupakan salah satu perkembangan wajar dan sesuai dengan fase psikologis anak. Saat terjadi pertengkaran orangtua harus menghindari menanyakan siapa yang salah karena akan berakhir dengan saling tunjuk dan menyalahkan salah satu anak. Sebelum tau hal ini kadang pertanyaan ini sering muncul tiba-tiba, hingga akhirnya pada satu titik saya belum bertanya tetapi yang satu sudah menunjuk yang lain. Saya mencoba berlatih untuk tidak bertanya lagi siapa yang salah, siapa yang mulai, siapa yang menjatuhkan dan siapa lainnya. Umi tidak perlu tau, yang pasti keduanya salah jika menyakiti yang lain.

Saya pahami menyalahkan salah satu pihak, bukanlah tindakan yang bijaksana. Dengan tidak menanyakan siapa yang salah, saya coba memahami perasaan masing-masing anak. Setelah beberapa pekan, saya mencatat tidak ada lagi kalimat “Dia yang salah”.

2. Kakak Tidak Harus Selalu Mengalah

Saat terjadi konflik kakak adik, sering kali adik menangis lebih keras. Alhamdulillah sejak awal saya menghindari melakukan hal ini. Walau mungkin terganggu dengan tangisan adik saat berkonflik dengan kakaknya (yang kadang tangisnya dibuat drama banget) sehingga dia kerap berharap orangtuanya mengambil jalan pintas dengan menyuruh kakak mengalah. Padahal meminta kakak mengalah pada adik memiliki banyak akibat negatif, di antaranya adik merasa selalu di bela jika mengandalkan tangisannya.

3. Hargai Perasaan Kakak

Jika kakak benar maka hargai kakak, begitu juga jika kakak tidak mau mengalah. Orangtua harus memahami, kakak juga mempunyai hak untuk mempertahankan miliknya baik mainan atau yang lainnya. Apapun pilihan kakak, mau meminjamkan mainan ataupun mau berbagi makanan itu tergantung kebaikan hatinya.

Orangtua tidak perlu menyalahkan kebenaran yang diyakini kakak, tapi bantu tumbuhkan empati kakak agar mau berbaik hati kepada adiknya. Contohnya dengan komentar “Kenapa adik merebut mainan kakak? Kakak sedang asyik bermain dik. Kalau adik mau pinjam, adik izin sama kakak dulu ya”.

4. Ajarkan Untuk Segera Saling Memaafkan

Menumbuhkan motivasi untuk saling memaaafkan terlebih dahulu tidak selalu mudah. Untuk melakukannya harus menunggu emosi masing-masing telah mereda. Bisa diajak dengan mengatakan “Ayo siapa yang mau meminta maaf duluan? Pahalanya besar lho, nanti juga dapat ciuman dari Umi”. Saat saling memaafkan ini, kesalahan tadi tidak perlu untuk diungkit siapa yang mulai dulu, siapa yang salah.

5. Menasihati Kakak dan Adik di Saat yang Tepat

Siapa pun pasti tidak akan bisa menerima nasihat di saat sedang marah dan emosi lainnya membara. Jangakankan anak-anak, orang dewasa pun juga akan sulit menerima nasihat saat sedang marah atau kesal.

Untuk menasihati anak tunggulah saat yang tepat. Di waktu yang nyaman dan santai, misal saat di perjalanan, saat menikmati es krim berdua. Usahakan juga tidak menegur kakak di depan adik. Karena itu juga dapat melukai perasaannya. Nasihati masing-masing secara bergantian.

Nah, itu adalah beberapa hal yang bisa dilakukan agar orangtua terutama ibu dapat berdamai dengan persaingan antar saudara. Serta dapat mengambil langkah yang tepat. Setiap ibu juga pasti memiliki cara masing-masing yang unik untuk meredakan pertengkaran anak-anak di rumah. Yuk bagi jurus rahasia ibu di kolom komentar.

17 thoughts on “Berdamai dengan Persaingan antar Saudara (Sibling Rivalry)?”

  1. Kebetulan anakku baru 1 nih mbak hehe, seneng deh kalau ada yg sharing masalah ini. Meskipun saudara, mereka punya bahasa cinta yg berbeda ya jadi yaa pinter2 ortunya nyari celah supaya nggak ada yg cemburu

  2. Sebenarnya masalahnya memang bukan pada anak ya mbak, tapi pada ortunya juga. Kalau ortu bisa adil memperlakukan anak, tentu tidak akan terjadi persaingan antar saudara. tentu ini perlu latihan terus menerus jadi ortu yang adil dan bisa menempatkan anak-anak secara seimbang.

  3. Tugas yeng berat sebagai orang tua. Tapi mungkin harus lebih banyak belajar agar setiap masalah bisa kita selesaikan dgn damai dgn anak-anak . Mungkin sebagai orang tua lebih banyak menanamkan etika yg baik pada anak, sehingga benar dan salah anak-anak mampu membedakannya. Sehingga tau juga kalau merasa bersalah anak-anak harus minta maaf dan saling memaafkan

  4. Terima kasihs sharingnya Mbak. Ini juga masalah yang tengah saya hadapi. Padahal anak baru juga umur 2 dan 3 tahun tapi udah sering ribut dan biking pusing kepala emak, hehe. Tapi yah namanya juga anak2 dengan jarak dekat ya, jadi orang tua yang harus sabar menanganginya.

    Nah, benar juga ya kalau kakak-adik bertengkar nggak perlu mencari tahu siapa yang salah pun tidak harus selalu kita membiarkan kakak yang mengalah dan membela adiknya.

  5. PR banget nih kadang kakaknya suka harus ngalah terus, padahal ngga harus selalu. Saya dulu dibesarkan untuk ngalah terus hihi. Sampai sekarang masih suka ngalah sama adik. Tapi untungnya saya udah paham sendiri dan nggak ngerasa disisihkan karena mendapat perhatian yang sama dari ortu saya. Alhamdulillah

  6. Kadang kalo anak2 lagi ribut, entah rebutan apa saja, bikin mumet kepala orang tua ya… padahal masalahnya sepele. Disini memang orang tua harus bijak, harus tau perasaan masing2 anak

  7. Aku adikku jaraknya 12 tahun jadi perasaan ini persaingan itu gak pernah ngerasain tapi anakku jaraknya 5 tahun mba, persaingan kadang-kadang muncul juga. Emang betul salah satu pemicu itu lebih banyak karena sikap orang tua. Sebagai ortu saya juga kadang melakukan beberapa hal diatas. Mesti banyak belajar lagi

  8. Kadang memang ini terjadi di banyak keluarga ya, harus pandai-pandai orang tua nih memperlakukan setiap anaknya dengan cara yang terbaik hingga tidak menimbulkan kecemburuan satu sama lainnya.

  9. Siblings rivalry memang harus diatasi dgn baik dan efisien
    jika tidak, bisa berujung dgn pertikaian yg mendalam, di masa mendatang
    makasiii insight-nya, Kak.

  10. terima kasih tips-tipsnya untuk atasi persaingan antar saydara ini mba..insya Allah berguna nih jadi masukan utk ibu2 muda..

  11. Memperlakukan anak memang harus adil ya mbak. Kadang perasaan anak itu tidak sama. Meski sebagai ibu sudah berusaha memperlakukan anak dengan sama, namun sering disalahartikan. Ada anak yang merasa tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Dan sebagai ibu kita harus bisa memahami perasaan anak. Pertengkaran antar saudara dalam satu keluarga memang sering terjadi, kadang juga dipicu oleh hal sepele… dan mungkin butuh kedekatan yang lebih akrab lagi antara orang tua dengan anak, butuh jalinan kasih yang lebih harmonis agar hubungan antar saudara jadi rukun dan tetap akur.

  12. saya masih terngiang-ngiang jaman dulu selalu dicekoki bahwa kakak harus mengalah, huhuhu, ternyata gak harus gitu yaaa, lesson learned deh nih buat mendidik anak saya

  13. Aku selalu berusaha tak menyalahkan anak apalagi di depan anak. Nantinya satu merasa di bantu dan satu malah jadi terpojok. Makasih sudah reminder ya mba

Comments are closed.