Umi Journey Di 2019. Bismillah.. Luar biasa rasanya melewati satu tahun yang penuh aneka rasa di 2019. Dan saat itu terasa berlalu dengan cepatnya. Belum lama rasanya menuliskan Umi Journey di 2018, sekarang sudah sampai di tahun 2020 saja, dan itu artinya harus menuliskan kesan yang paling mendalam dari tahun 2019.
Seperti tahun sebelumnya, saya masih membagi cerita saya dalam caturwulan atau istilah kita dulu adalah cawu. Tidak ada alasan khusus tetapi dengan membagi dalam cawu saya semakin mudah mengingat semuanya. Mungkin pola zaman SD dulu yang masih menggunakan istilah ini. Hehehe
Cawu Pertama: Tantangan Menjadi Fasilitator dan Menyapih Dengan Cinta
Cawu pertama adalah cawu ternano-nano di tahun 2019. Mulai dari tantangan menjadi fasilotator. Alhamdulillah karena tujuannya bukan manusia akhirnya tetap bisa menuntaskan. Yang paling sedih dari cawu pertama ini adalah saya harus berpisah degan kelas pertama yang saya temui yaitu kelas bunda sayang batch #4 Sumatera 1. Melow sekali rasanya saat harus berpisah. Lengkapnya ada disini
Ada sedih tentu ada bahagianya dong ya, kebahagiaan tak terhingga saat Allah memudahkan saya dalam menuntaskan ASI 2tahun untuk bayi prematur kami tersayang. Dan menyapih kali ini alhamdulillah tanpa drama dan tangisan, baik tangisan saya maupun bayi kami. Kisah menyapih dengan cinta ada disini. Lalu ada serunya kemah keluarga komunitas HS Gemilang. Dan tak lupa setelah seumur dewasa saya menginginkannya akhirnya di bulan maret saya bisa pergi liburan naik kapal Kelud.
Cawu Kedua: Belajar Mengelola Sampah, Bye Pospak
MasyaAllah ini proses yang tidak mudah bagi saya. Karena saya termasuk golongan “Emak Praktis”. Kalau sedang merasa repot, buka aplikasi online pesan makanan. Dan banyakan malas kalau mencuci clodi. Tapi di bulan Juni ada kegiatan plastic free journey. Semakin semangat memacu diri untuk mengurangi sampah rumah tangga.
Baca juga : Semangat Mengurangi Sampah Plastik di Plastic Free July
Di cawu kedua ini saya juga berkesempatan belajar tentang Eco Enzym bersama dr.Joean murid langsung dari dr.Roksukon penemu Eco Enzym. Workshop selama 4hari ini membuat perjalanan saya mengelola sampah menjadi semakin luar biasa.
Oh iya ada lagi keseruan dalam workshop blogging bersama teh Lina W Sasmita ketua blogger kepri. Alhamdulillah dapat upgrade ilmu lagi.
Cawu terakhir 2019: Bahagianya kembali menginjak Jawa Barat
Setelah terakhir tahun 2010 dan 2016 singgah sebentar di Bandung, akhirya saya dapat kembali menginjakkan kaki di Jawa Barat dengan melewati perjalanan yang luar biasa. Dari Batam ke Singapura transit Jakarta baru menuju Bandung. Segitunya perjuangan demi perjalanan sehemat mungkin. Hahaha
Di akhir tahun 2019, ada pengalaman saya melepaskan IUD yang sudah baru 2tahun saya gunakan. InsyaAllah 2020 akan ada program anak ke 3. Eh ini spoiler resolusi 2020 ya. Hehehe
Sekianlah perjalanan terwow saya di 2019. Apapun yang dilewati dan dialami tentulah bagian dari perjalanan hidup yang isinya tidak selalu seperti yang kita inginkan, kita tidak akan pernah bisa mengatur apa yang akan kita hadapi tapi kita bisa mengatur respon kita atas apa yang dianugerahkan Tuhan untuk kita.
Dan hanya ada 2 hal baik yang dapat selalu kita gunakan untuk menghadapi segala anugerah dan ujian yaitu sabar dan syukur. Target 2020 akan segera meluncur dengan agenda luar biasa. Apa perjalanan paling berkesanmu di 2019?
