Mengenali Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Minat Belajar dan Prestasi Anak Bersama Mira Julia (Mba Lala)

Mengenali Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Minat Belajar dan Prestasi Anak Bersama Mira Julia (Mba Lala). Seberapa besarkan peran orang tua untuk meningkatkan minat belajar dan motivasi anak? Apa semuanya harus di motivasi orang tua ataukah harus dengan motivasi sendiri? Pertanyaan ini terjawab dalam seminar parenting bersama Mba Mira Julia atau yang lebih dikenal dengan mba Lala dari Rumah Inspirasi seorang praktisi homeschooling dan banyak berbagi informasi seputar homeschooling di blog dan facebooknya,

Senang sekali awal Oktober 2019 saat saya melihat status WhatsApp mba Juli Yastuti tentang rencana kedatangan mba Lala ke Batam yang di inisiasi oleh Yayasan Gelora Madani. Jadi saya bisa mendapatkan kesempatan belajar bersama mba Lala secara langsung .

Ketua Yayasan Gelora Madani bersama mba Lala

Seminar bersama mba Lala bertema “Meningkatkan Minat Belajar dan Prestasi Anak: Mempersiapkan Anak Menjadi Pembelajar Mandiri dengan Memanfaatkan Keseharian Untuk Proses Belajar”. Walau tidak membahas khusus seputar homeschooling tetapi tentu saja seminar ini tetap menarik untuk di ikuti. Acaranya sendiri berlangsung di Politeknik Negeri Batam, Sabtu (19/10/2019). Acara ini dihadiri oleh hampir 50orang peserta beserta undangan beberapa komunitas termasuk dari komunitas ibu profesional Batam

Saya rencananya membuka stand di acara ini, saat sampai saya meninggalkan barang-barang jualan diluar tempat acara dan langsung duduk menyimak mba Lala. Dari rumah saya dan suami sudah sepakat anak-anak dibawa Abah nya keruangan kerja Abah yang kebetulan berada di Lantai 2. Tetapi Alhamdulillah di ajak petugas registrasi ke ruangan bermain. Acara ini berlangsung sejak pukul 07.30WIB hingga pukul 12.00WIB.

Peran Orangtua Menyiapkan Pembelajar Sejati

Saat saya sampai sesi pertama telah berlangsung. Saya langsung duduk dan menyimak. Sampai setelah beberapa lama baru ditegur teh Lina W. Sasmita ketua Komunitas Blogger Kepri yang ternyata duduk sebaris dengan saya. (Hahaha maafkan ya teh).

Hampir seluruh orang tua ingin anak-anaknya memiliki prestasi yang bagus dan memiliki minat belajar yang tinggi. Namun terkadang banyak orang tua menganggap makna prestasi itu hanya sebatas juara kelas, menang kompetisi, kaya raya, terkenal. Karena itu kali ini mba Lala berbagi tentang bagaimana orang tua dapat menyegarkan makna prestasi itu sendiri, seperti :

  • Anak merasa nyaman dengan diri sendiri
  • Anak memiliki kemampuan berkarya dan berkontribusi.
  • Anak memiliki daya juang dan persentensi
  • Dan banyak lagi

Untuk memiliki minat belajar yang tinggi serta prestasi dalam makna baru seperti diatas, maka setiap orangtua harus menyiapkan anak-anaknya sebagai pembelajar sejati. Ada 4 peran orang tua dalam menyiapkan seorang anak sebagai pembelajar sejati

  1. Membangun motivasi intrinsik. Yaitu motivasi yang berasal melalui kesadaran dari dalam diri anak sendiri. Orangtua tidak perlu memberikan iming-iming apalagi hukuman. Jadi orangtua cukup mengenali hal yang disukai anak untuk menjadi motivasi internalnya, atau menjelaskan kepada anak mengapa dia perlu mempelajari suatu hal.
  2. Membangun budaya belajar yang baik. Yaitu bagaimana anak memiliki inisiatif dan semangat keingintahuan yang tinggi serta komitmen dalam berproses. Orangtua cukup memelihara keingintahuan anak, memberi anak ruang yang cukup seta menjadi teladan dan mentor untuk mencontohkan kegigihan dan kerja keras.
  3. Membangun keterampilan belajar. Keterampilan belajar yaitu keterampilan untuk mendapatkan pengetahuan/keterampilan baru sesuai kebutuhan anak. Orangtua cukup mengenalkan proses belajar berkegiatan melalui banyak cara misal seminar, workshop, komunitas, kelas online dan banyak lagi.
  4. Mengasah keterampilan manajemen diri. Yaitu anak dapat tahu apa yang diinginkan dan dituju. Terampil membuat rencan dan terampil memanajemen waktu. Orangtua cukup memberikan kesempatan anak untuk belajar mengambil keputusan, membuat kesepakatan kegiatan, membuat proyek keluarga dan banyak lagi.
Mba Lala menceritakan tentang proses buku Pembelajar Mandiri

Setelah sesi materi selesai acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Namun sebelumnya mba Lala bercerita tentang buku terbaru karya Yudhis anak pertama mba Lala. Banyak sekali pertanyaan yang menarik dari para orangtua terutama yang anak-anaknya telah memasuki bangku sekolah. Namun pertanyaan yang paling menarik adalah pertanyaan tentang mengapa mbak Lala dan suami memilih untuk mengHS-kan anak-anak mereka.

Bapak yang bertanya mengapa mba Lala memilih Homeschooling

Jawaban mbak Lala cukup panjang dan menarik, mulai dari kisah bagaimana mba Lala saat SMP, lalu dilanjutkan dengan kisah mbak Lala SMA hingga mba Lala yang ketinggalan kelas 1 tahun (bukan tinggal kelas ya) karena harus ke Bermuda. Yang sepulang dari Bermuda malah menjadi tidak semangat belajar karena tertinggal dari teman-teman namun akhirnya mba Lala tetap bisa diterima di Universitas Indonesia.

Pemenang hadiah buku dari sponsor rumah mufasa

Acara ditutup dengan pembagian banyak doorprize untuk peserta seminar. Mulai yang datang tepat waktu hingga yang aktif bertanya, juga ada undian dari nomor peserta yang hadir kerena melimpahnya doorprize yang ada.

Perwakilan komunitas ibu profesional Batam mba Erli mendapatkan doorprize

Tak ketinggalan, Allah mudahkan rezeki saya sehingga bisa menjadi salah satu sponsor di acara ini melalui toko buku rumah mufasa, juga sebagai bentuk dukungan saya kepada usaha sahabat saya mba Yuli Yastuti yang merupakan ketua Yayasan Gelora Madani. Dan dari satu rezeki adalah rezeki lain. Saya malah mendapatkan hadiah utama yang tersedia yaitu buku terbaru dari putra pertama mba Lala yaitu Yudhis yang baru saja diterima di Universitas Indonesia sebagai pelajar mandiri dengan judul “Pembelajar Mandiri”.

Bahagianya pemenang hadiah utama buku “Pembelajar Mandiri” karya Yudhis.

β€œMereka yang disebut buta huruf (illiterate) di abad ke-21 bukanlah orang-orang yang tidak bisa membaca dan menulis, namun mereka yang tidak bisa belajar (learn), menanggalkan pelajaran sebelumnya (un-learn), dan belajar kembali (re-learn).” ― Alvin Toffler

Terimakasih kepada Yayasan Gelora Madani yang telah menyelenggarakan seminar yang padat ilmu ini bersama pemateri yang luar biasa dinantikan. Semoga tetap bisa mengikuti event selanjutnya dari Gelora Madani.

21 thoughts on “Mengenali Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Minat Belajar dan Prestasi Anak Bersama Mira Julia (Mba Lala)

  1. Acara yang bagus banget nih. Bisa jadi motivasi untuk para orangtua dalam mendidik anak-anaknya ya. Salut dengan orangtua yang anaknya home schooling. Benar-benar memberikan waktunya untuk anak.

  2. Homeschooling sekarang jadi salah satu solusi untuk case tertentu ya, Mbak. Benar sih, tiap orangtua perlu tahu bagaimana membantu anak agar punya minat belajar dan menggali potensi dirinya. Tiap anak itu unik soalnya dan penanganan mereka jadi berbeda-beda.

  3. Salam kenal, kaka….
    **sesama Ibu Profesional, tapi aku uda hiatus lama niih…
    Senang sekali dapet tulisan mengenai parenting.
    Apa ada batasan kepada anak untuk berganti-ganti apa yang ia sukai?

  4. Mbak Lala dan suaminya ini salah satu yang konsisten di jalur belajar mandiri ya. Saya kebetulan ikutan WAGnya krn pernah belajar dulu, tapi ya gtu maju mundur cantik krn merasa gak pede. Butuh banyak “pengorbanan” kayaknya ya buat HS kudu fokus bener ke anak πŸ˜€
    bener manajemen diri kudu bagus, tapi yang utama adalah niat ortu dalam mengasuh anak itu sendiri ya mbak πŸ˜€

  5. Homeschooling pernah saya terapkan kepada anak saat usia TK. Alhamdulillah meski ala-ala, anak saya tidak mengenyam TK secara formal tapi berhasil masuk SD dengan lancar.

    Saya juga penasaran duh sama bukunya itu. Semoga bisa mendapatkan nya juga hehehe

  6. Aku jadi ingat waktu si bungsu ada masalah dengan guru SD nya, gara-gara dia gak mau menuruti permintaan gurunya. Udah nanya-nanya seputar HS, tapi maju mundur sih waktu itu karena alasan aku masih kerja. Takut aja gak bisa ngatur waktu. Keren juga mba Lala nih, bisa ngejar ketertinggalannya dan malah bisa diterima di UI ya

  7. Saya termasuk orangtua yang sangat menyambut baik kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh Gelora Mandiri ini.. ilmu ilmu nya tentu sangat bermanfaat bagi orangtua atau calon orangtua untuk menghasilkan generasi bangsa yang tak hanya berprestasi tapi juga memiliki budi pekerti yang baik

  8. Sebetulnya bagaimanapun tabiat anak, itu merefleksikan orangtuanya: pendidikan yang diberikan, kebiasaan di rumah, hubungan orangtua dan anak, dll. Pokoknya cerminan banget apa yang terjadi di keluarga inti. Makanya pemahaman terhadap peran orangtua begini penting banget. Nggak ada sekolah formalnya kan.

  9. Setuju banget ni apa yg dikatakan mba lala, bahwa pendidikan itu tidak sekedar kompetisi tapi lebih ke arah minat, kemampuan dan kemandirian dan bisa saja di sekolah umum tidak bisa didapatkan semua itu

  10. Belakangan ini memang lagi gencar juga nyari info ttg HS mbak… Dan ternyata sebagai orang tua pun kita juga harus bisa menyadari hal2 yg berpotensi dia anak tanpa membuat si anak tertekan ya mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *