Singapore Zoo| Menjelajahi Luasnya Salah Satu Kebun Binatang Terbaik Didunia

Singapore Zoo| Menjelajahi Luasnya Salah Satu Kebun Binatang Terbaik Didunia. Tiba-tiba akhir Juni 2019 yang lalu kami diajak liburan sama abah nya anak-anak. Huaa ciyus nih yang biasa sibuk tiba-tiba ngajak. Tanpa mikir 2x langsung jawan iyes lah ya. Secara ini moment langka diantara kesibukan si abah. Saat ditanya mau kemana saya langsung jawab ke Singapura saja yang dekat.

Liburan ke Singapura bukanlah hal yang wah bagi kami warga Kepri. Karena dengan uang 200ribu kita sudah bisa lho dapat tiket ferry pulang dan pergi, hehehe jadi ini ya alasannya kenapa warga Kepri lebih sering ke negara sebelah dari pada ke pulau lain di Indonesia. Awalnya kami berencana akan berangkat di awal Juli 2019 tetapi seperti biasa abah ada tugas mendadak ke luar dan akhirnya saya tidak terlalu berharap lagi. Takut sedih mamak jika batal lagi #gigitkripik. Alhamdulillah mungkin karena sudah janji abah pun memaksa pergi pekan berikutnya tapi kami hanya akan menginap sehari saja.

Memilih Wahana Tujuan Yang Disukai Anak

Karena waktu yang sedikit yaitu hanya sehari kami berencana memilih satu wahana saja yang akan kami nikmati tanpa berpindah ke banyak tempat. Karena ini adalah pertama kalinya anak-anak keluar negeri kami juga jadi kami memilih wahana yang walau sehari namun berkesan.

Dari sekian banyak wahana tujuan wisata bersama anak-anak, kami memilih Zoo yang pertama kali di kunjungi. Karena di buku anak-anak hewan adalah yang paling sering mereka lihat. Jadi kami ingin menunjukkan bentuk asli ciptaan Allah yang unik dan beragam itu melalui kunjungan ini.

Untuk persiapan berangkat ke Zoo ini saya ngobrol banyak dulu dengan sahabat saya sesama blogger. Biar makin mantap persiapannya dan akurat informasinya.

Persiapan Sebelum Berangkat Liburan Ke Singapura

Yang pertama saya cari yaitu hotel. Hotel yang dicari syaratnya harus dekat dengan makanan halal, murah dan enak. Hahaha standart emak-emak sejagad mah itu ya. Setelah ngobrol dengan teman blogger yang sudah duluan kesana bareng keluarga yaitu mba Lubnah dan Ibuk Desy dipilihlah hotel di wilayah Kampong Glam Singapura.

Untuk memilih hotel maupun hostel sesuai bugdet keluarga, silahkan ketikkan saja keyword kampong glam di aplikasi tiket. Nanti bakal ada pilihan mulai dari 200ratusan ribu hingga jutaan. Pilihnya yang sesuai dihati dan kantong ya.

Setelah booking hotel baru deh mempersiapkan tiket masuk Zoo. Kalau di aplikasi tiket online harganya 336ribuan. Tergantung kapan ngecek nya ya. Kalau beli disana langsung bisa sampai $37. Tapi saya beli di salah satu tour and travel agen tiket di Batam yang berafiliasi dengan banyak wahana di Singapura. Lumayan lah dapat lebih murah. Total bertiga tiket Singapore Zoo hanya 870ribuan. Bertiga itu saya suami serta kak Aqila yang berusia 4tahun. Anak dibawah 3tahun belum butuh tiket. Jadi adik Syaffira free. Pesan tiketnya pun gampang, saya telpon ke agen tiketnya di mintai nomor whatsapp dan selanjutnya transaksi via whatsapp.

Urusan hotel aman, tiket Zoo aman, ternyata tiket Ferry gak aman. Awalnya sudah nanya ke Travel yang jual tiket Zoo, ada promo tiket Ferry gak? Katanya ada 200ribu pulang pergi tapi lewat pelabuhan sekupang. Yang itu 1jam dari rumah. Okay gak jadi deh, kami milih dari pelabuhan yang 10menit dari rumah saja.

Sampailah di hari H berangkat. Yaitu hari jumat tanggal 19 Juli 2019. Awalnya ingin berangkat jumat siang biar santai sampai di hotel. Dan sebelum check in umi bisa window shopping dulu. Tapi lagi-lagi karena abah ada tugas negara kami harus berangkat sore hari setelah jam pulang kerja. Mepet banget pokoknya.

Ditanya ke abang mana tiket ferry? Katanya 3hari lalu mau di belikan, rupanya belum dibeli. Akhirnya beli tiket sebelum berangkat. Ternyata pas beli tiket dapat yang 400ribu pulang pergi. Rasanya hati dan naluri hemat mamak terkoyak-koyak. Hahaha mak oii jadi 2 kali lipat dari yang di agen tiket. Tapi mungkin sudah rezekinya dapat segitu. Baiklah, kata babang jangan pikirkan itu #kekepdompet. Ayo nikmati liburan ini saja.

Terpisah Di Station MRT

Ini cerita yang wajib dituliskan karena kejadiannya antara mau bikin ketawa dan nangis. Jadi sesampainya di Singapura seperti biasa yang pertama di siapkan adalah paket internet agar tetap bisa update status berkomunikasi dan kartu ez Link agar nanti bisa naik MRT dan bus dengan nyaman. Kami memutuskan tidak beli kartu internet karena hanya 1malam dan sisa kuota paket internasional abang juga masih ada sisa dari dinas minggu lalu. Hahaha jadi umi nebeng dengan hotspot hp saja #hemat. Kami hanya akan beli kartu ez Link baru. Setelah kami membeli kartu Ez Link dan menambahkan saldonya, kami segera melanjutkan perjalanan menuju hotel. Karena dari Batam pukul 5 sore kami sampai di Singapura pukul 7 malam waktu Singapura.

Melihat anak-anak mulai capek dan ngantuk, langkah kami pun di percepat. Kami turun di Waterfront menuju daerah Kampong Glam itu jika naik Grab Taxi hanya 15menit, tapi jika naik MRT itu jadi 53menit sampai 1jam.

Awalnya pengen nyenangin anak dengan ngajakin naik kereta cepat. Dan karena perjalanannya lama langkah kami harus cepat juga. Sesampai didepan pintu MRT, suami ngajakim berhenti. Dia ingin memastikan MRT yang dinaiki arahnya benar. Lalu kami ngobrol kita nanti turun di Stasiun Dhoby Ghaut. Setelah suami yakin dia bilang iya ini benar. Saya langsung naik tanpa noleh kebelakang. Saya kira suami naiknya dipintu sebelah. Ternyata dia gak naik pintunya keburu tutup. Huhu saya dan Aqila sudah duduk tapi wajah sudah bingung. Ini gimana yak, kartu telpon gak ada, internet gak ada. Mau ngubungin suami gak bisa. Hiks pengen nangis rasanya. Masa iya mau bilang saya hilang.

Aqila melihat abahnya gak ada terus uminya bingung langsung nanya, kenapa? Abah dan adik mana? Huhu ini gimana yak supaya tidak kelihatan bingungnya sayapun Aqila selfie. Akhirnya saya memilih turun di stasiun yang tadi kami bicarakan, alhamdulillah setelah nungguin dengan cemas suami saya sampai dengan wajah yang datar sambil geleng-geleng kepala. Tolong next tungguin suaminya dulu baru naik ya!!. -__-

Menjelajah Salah Satu Kebun Binatang Terbaik

Sebelum berangkat ke zoo kami sarapan dulu disekitar hotel. Baca di blog mba Una ada cafe kampong glam. Ternyata dari seberang hotel tinggal jalan 3menit. Jadilah sarapan enak disini. Tepat di kanan cafe terdapat Masjid Sultan Singapura. Kemarin mba Una nyaranin dari hotel naik taxi online biar cepat. Tapi karena ingin beli cemilan untuk anak-anak dan uminya kami jadinya naik MRT (lagi). Secara di zoo pasti mahal kan jajan. Turun dari MRT kami lanjutkan dengan shuttlebus yang datang setiap 15menit. Kami sampai di zoo agak kesiangan. Pukul 10.00 pagi waktu Singapura. Harusnya lebih pagi lagi. Untuk bepergian kami selalu mengandalkan google map, nanti jelas kok ditulis kita harus naik MRT mana dan turun dimana.

Karena adek tidur saya agak kesulitan naik turun bus. Jadi harusnya sudah dilipat duluan stollernya sebelum bus datang. Alhamdulillah akhirnya kami sampai disini. Itu si dedek masih tidur.

Pertama kali sampai kami harus tukarkan tiket di mesin penukaran tiket otomatis. Tinggal masukkan nomor yang di kirimkan agen travel langsung deh jadi 3 tiketnya. Syaffira belum bayar jadi tidak ada tiket. Saat kami datang pas rame banget. Jadi penukaran tiket juga antri panjang. Cuma bisa motoin pria bertas besar dan bercelana coklat yang sedang antri itu.

Sebelum masuk kami isi air dulu di depan, sekalian saya mau ketoilet. Tapi toiletnya antri dan setelah lama antri ternyata tidak ada air. Saya lupa bawa tisu. Batal lah agenda ke toilet.

Kami langsung masuk, saat masuk jangan lupa minta map zoo dengan petugas pengecekan tiket. Buka map langsung bingung mau kemana dulu ya.

Pertama menuju ke penitipan tas. Disini ada penitipan tas otomatis. Masukkan saja uang kemesinnya lalu dapat nomor loker. Perhatikan tiket yang kita punya ya. Ada yang tanpa tram dan ada yang dengan tram. Pastikan pesan yang include tram nya ya karena naik tram disana langsung $5 bagi dewasa dan $3 bagi anak-anak.

Menuju tempat naik tram kami banyak melihat hewan-hewan. Mulai harimau putih hingga orang utan. Aqila bertanya kenapa harimau nya berbeda dengan yang di buku-buku yang selalu hitam orange. Tapi disini kok hitam putih.

image from blog.headout.com

Sebelum jalan jauh saya tanyakan kepada Aqila, disini utamanya mau lihat apa? Dia jawab Gajah. Ha cuman gajah? Iya. Yachh jauh-jauh cuma mau lihat gajah. Tapi karena dia sukanya gajah ya sudahlah. Dia pengen ngasih makan gajah katanya.

Lokasi gajah lumayan jauh, kami naik tram dan melewati hewan Afrika. Gak ada foto blass disini karena Aqila tidak tertarik. Tapi kata abang yang penting mereka senang, foto gak wajib. Kami hanya dadah-dadah jerapah, zebra dan kawan-kawannya.

Kami turun di pertama di depan Fragile Forest dan Butterfly Aviary. Pas banget dengan tema belajar Aqila bulan lalu yaitu serangga

Ternyata Aqila kurang tertarik juga. Dia hanya mau lihat gajah. Kami main dulu ke ka ep ci. beli minum buat anak-anak. Didepannya ada wahana permainan air. Gak nunggu aba-aba mah duo princess ini langsung kabur padahal belum ganti baju.

Setelah ganti pakaian dan makan siang kami jalan menuju wahana gajah. Harus ke gajah gak boleh ke wahana lain. Alhamdulillah pas sampai sedang persiapan pertunjukan gajah selanjutnya. Aqila sudah happy banget apalagi Syaffira. Baru pertama kalau adik. Kami dapat duduk di depan alhamdulillah yes walau gak di kursi utama yang tepat di depan gajah.

Nah gajahnya tepat di depan area yang dibelakang Aqila. Kami sampai disitu sudah penuh. Jadi Aqila gak bisa dekat banget sama gajahnya. Tapi anaknya tetap happy.

Tapi yang bikin sedih itu adalah satu hal yang tidak terduga. Aqila itu sudah latihan dirumah mau ngasih makan gajah. Sudah meyakinkan abah uminya jika dia berani. Namun ternyata tiba-tiba pas sesi pertunjukan mau berakhir adik minta pipis. Umi asli capek banget. Jadi abah inisiatif bawa adik ketoilet. Dan sesi pengunjung boleh memberi makan gajah pun datang, umi bingung abah lupa ninggalin dompet. Mau ambil makanannya harus bayar. Aqila asli kecewa banget. Hilanglah keindahan kunjungan ke zoo hari ini. Masih ada sesi berikutnya pukul 17.30 dan kami tak mungkin menunggu lagi kecuali harus nginap lagi.

Umi juga merasa bersalah biasanya suka nekad tapi tadi kok gak nekad ambil makanan gajahnya dulu baru tunggu abah. Akhirnya selama perjalanan pulang dia cemberut. Akh ini saatnya umi harus mengenalkan rasa kecewa kepada Aqila. Lalu umi menghentikan stollernya dan kami ngobrol bareng.

Umi lalu bertanya “Aqila sedih dan kecewa ya nak?” Dia jawab anggukan saja. Iya sama umi juga kecewa rupanya kita gak bisa ikutan ngasi makan gajah ya. Karena makanannya sudah habis. Kita berdoa semoga abah ada cukup rezeki jadi kita bisa lihat gajah lagi dan ngasi makan langsung. Dia masih diam dan cemberut.

Lalu dijalan pulang dia lihat penguin. Tapi kata abah waktu sudah tidak cukup. Kita belum sholat Ashar. Jadi harus segera pulang. Tambah kecewalah anak gadis umi. Umi ngajak foto sama penguin aja. Lihatlah wajah cemberutnya. Maafkan ya nak InsyaAllah kita bakal ulang lagi ya dengan lebih maksimal. Doakan kami bisa balik lagi ya.

Tips untuk emak yang mau liburan ke Singapore Zoo juga:

1. Datanglah lebih pagi. Kami datang agak siang dan terasa kurang banget menjelajahi semuanya.

2. Bawa makanan dan cemilan yang cukup. Kalau minum kan banyak di sediakan free. Tapi makanan lumayan mahal dan antrinya itu panjang banget mak. Bisa 1jam nungguin nya.

3. Dengarkan keinginan anak. Anak mau lihat apa, sukanya wahana yang mana. Ini pelajaran berharga untuk umi, kita bawa anak liburan kan untuk membahagiakan mereka ya. Kalau endingnya mereka gak happy rasanya sia-sia aja capeknya.

^^

Uchan

21 thoughts on “Singapore Zoo| Menjelajahi Luasnya Salah Satu Kebun Binatang Terbaik Didunia

  1. Enak ya mbak kalau di kepri atau Batam ke Singapore bisa lewat jalur darat.
    Wah ternyata Singapore zoonya juga bagus ya mbak, lengkap pula wahananya. Emang kalau ajak anak risikonya gtu ada mutung2nya tapi tetep berkesan kan ya liburannya hehe

  2. Wah, seru banget nih ke Singapore Zoo. Bawa anak-anak ke sana, pasti mereka suka. Salah satu destinasi yang kudu disinggahi deh kayaknya. Semoga pak suami, nanti saat ke Singapore Desember ini, ngajak kami. πŸ˜€

  3. Wow Singapura…amazing….apalagi kalau tinggal nyebrang dan tiketnya murah bgt…pasti mupeng ya mbak. Ke Singapura sambil liburan bersama keluarga tentu menjadi agenda yang menyenangkan. Refreshing dapat, puasnya juga dapat….

  4. Baca ini kok aku langsung sedih dan ngebayangin kebun binatang di Surabaya, kalau lihat dari berita tampak mengenaskan. Semoga kebun binatang di Indonesia bisa menyusul ya mbak.

  5. Beberapa kali ke Singapore malah aku belum pernah mampir ke Zoo nya padahal sama anak-anak juga waktu itu. Aku baru tahu malah kalau di sana merupakan salah satu kebun binatang terbaik nyesel deh

  6. Waaa enak banget ya yang tinggal nyebrang ke Singapore. Aku pernah nginap di Hotel Harris di Batam yang viewnya menghadap perbatasan Singapore, cakep banget view nya . Sayang banget nggak bisa nyebrang soalnya waktunya nggak cukup . Kapan-kapan harus direncanain dulu nih kalau mau nyebrang kesana πŸ™‚

  7. Aku belum pernah ke Singapore Zoo padahal udah bolak balik sama anak2 ke SGP, bahkan pernah pelatihan 1,5 bulan. Karena aku nggak suka zoo. Nggak apa2 kan ya nggak suka zoo? Ada bbrp hewan yg aku fobia. Kalau terpaksa sama anak2, bagian tsb aku hindari.

  8. Wah.. Ternyata enak ya jadi penduduk kepri, bisa liburan keluar negeri dengan mudah dan murah, hehehe.
    Aku belum pernah ke singapore zoo karena mikirnya kayaknya sama dg Ragunan, hehehehe

  9. Rp. 200rb sudah bisa pulang pergi Singapura? Wahhh murah banget yaa, Mba? Saya kalo tinggal di Kepri kayaknya bakalan sering liburan ke Singapura, hehehe πŸ˜€

  10. Kebun binatang memang tempat wisata yang pas untuk anak-anak yaa, Mba. Selain bersenang-senang, mereka bisa sambil belajar mengenal hewan yang biasanya hanya mereka lihat di buku atau televisi πŸ‘

  11. Baru lihat map-nya langsung auto pijat-pijat betis hahaha.
    luas banget ya mba.

    Kalau anak saya yang nomor satu itu suka semua wahana, tapiiii… baru datang ga sampai semenit udah bosan, maunya jalan lagi ke wahana lainnya.
    Sampai mamak mau foto-foto aja dia ngambek.

    Rempong dah jalan ama lanang hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *