Mengenal Home Education berbasis Fitrah

Mengenal Home Education Berbasis Fitrah. Pertengahan Oktober 2018 yang lalu saya resmi sebagai murid lagi, di kelas Matrikulasi komunitas HEbAT. HEbAT merupakan akronim dari Home Education based on Akhlak & Talents. Yaitu sebuah komunitas untuk belajar bersama seputar Parenthood (Keayahbundaan).

Kali ini saya bergabung dalam grup Harmoni diantara banyak grup lain yang berdasarkan daerah. Walau awalnya sempat maju mundur untuk bergabung akhirnya saya ikut. Karena kebutuhan saya ingin tau bagaimana home education yang berbasis fitrah itu.

Komunitas HEbAT sendiri saya kenal baru satu tahun. Tepatnya sekitar Agustus 2017 lalu saat akan mempersiapkan seminar bersama ust.Harry. Di komunitas ini saya belajar menjalankan kewajiban dan tanggung jawab sebagai orang tua. Dulu awal mulanya adanya komunitas hebat berawal dari Bandung, dari peserta seminar Parenting bersama Bunda Septi Peni Wulandani dan Ustadz Harry Santosa, membuat Home Education (HE) menyebar ke seluruh Nusantara

Mungkin ada yang bertanya adakah berbeda home education dengan homeschooling? Walau wikipedia mengatakan bahwa homeschooling juga dikenal dengan kata home education. Hanya saja, kata homeschooling banyak dgunakan di daerah Amerika Utara, sedangkan istilah home education populer di Britania Raya, Eropa, dan Negara-negara persemakmuran. Namun pendapat saya setelah membaca referensi lainnya sedikit berbeda. Saya berpendapat homeschooling itu pilihan. Sedangkan home education adalah keharusan. Nah tapi bagaimana pendapat para ahlinya nih. Yuks baca sampai selesai ya.

Mengenal Home Education (Pendidikan Berbasis Rumah)

Setelah mengikuti kelas pertama Matrikulasi Hebat ini, saya berkali-kali mencoba memahami materi yang disampaikan oleh SME pertama yaitu Ust.Harry Santosa, dimana beliau bahwa peradaban sesungguhnya berawal dari sebuah rumah, dari sebuah keluarga. Home education itu wajib bagi orang tua sebagai penjaga amanah (yaitu anak-anaknya). Karena HE itu adalah kemampuan alami dan kewajiban syar’i yang harus dimiliki oleh setiap orang tua yang dipercaya menjaga amanahNya. Mulai lap keringat. #berat

Alhamdulillah berarti selama ini pendapat saya tidak salah, bahwa Home Education (HE) itu wajib bagi setiap orang tua. Sederhananya anak kita sekolah di sekolah umum, di pesantren, sekolah dirumah atau dimanapun namum mendidik anak dirumah tetaplah wajib.

Jadi HE itu bukan sesuatu hal yang “luar biasa” yang akan dilakukan oleh orangtua. Namun adalah hal yang memang “semestinya” dilakukan oleh kita para orangtua. Dan syarat utama untuk HE adalah “DI LARANG MINDER“, ketika pilihan kita berbeda dengan orang lain. Jadi mau apapun pilihan kita menyekolahkan anak di mana, bagaimana dan lain sebagainya kita harus anti minder. Karena kita sedang menjalankan misi hidup dan pastinya semua orang akan berbeda.

Alhamdulillah sampai disini saya mulai memahami.

Tahapan Home Education berbasis Fitrah

1. Tahapan Home Education yang pertama dimulai dari sebelum nikah lho. Jadi dari proses seleksi calon ayah/ibu yang tepat untuk anak-anak kita. Karena hak anak yang pertama adalah mendapatkan ayah/ibu yang baik. Maka proses memilih pasangan kita jadikan proses yang penting. Ciee pasti ingat proses memilih pasangan dulu kan? Hehehe kalau saya langsung ingat proses ta’aruf saya dengan babang.

2. Lalu tahap selanjutnya adalah proses terjadinya anak dalam rahim ibu, hingga anak lahir. Ini adalah proses penting juga mulai nutrisi lahir bathin hingga stimulus yang diberikan oleh ibu.

3. Tahap yang ketiga adalah saat anak berusia 0-7tahun.

4. Tahap berikutnya adalah saat anak kita berusia 8-14tahun.

5. Lalu pada usia 14tahun keatas kita sudah memilki anak yang Aqil dan baligh secara bersamaan.

Jadi HE itu dapat dikatakan nyaris selesai sebagai orangtua dan anak, saat anak usia 14tahun keatas. Setelah itu orangtua berganti peran menjadi Coach untuk mengantarkan anak menjadi dewasa. Pembukaan yang luar biasa ya. Bikin banyak pertanyaan mutar-mutar dikepala. Hehe

Ust.Harry mengatakan jika kita diberikan kesempatan menjaga amanahNya semestinya kita menjaga anak dengan ilmu. Namun saat ini banyak yang menganggap luar biasa dikarenakan tidak banyak yang ingin melakukannya. Berasa kesentil banget. Semoga kita dapat menjadi orangtua yang menjaga anak dengan ilmu.

Lalu hal-hal apa saja yang SEMESTINYA dilakukan oleh orangtua? Ada beberapa hal yang secara singkat disampaikan oleh ust.Harry tentang hal yang mesti orangtua lakukan.
Mendidik
◈Mendengarkan
◈Menyanyangi
◈Melayani (pada usia 0-7 thn)
◈Memberi rasa aman & nyaman
◈Menjaga dari hal-hal yang merusak jiwa dan fisiknya
◈Memberi contoh dan keteladanan
◈Bermain
◈Berkomunikasi dengan baik sesuai dengan usia anak

——–

Alhamdulillah bagian pertama materi 1 sudah bisa saya tulis ulang sekaligus berusaha mengikat ilmunya. Karena sudah dipesankan ikatlah ilmu dengan menulis. Ternyata homeeducation bukan hal yang mudah namun bukan berarti tidak mungkin dilakukan, karena home education semestinya memang harus dilakukan.

58 thoughts on “Mengenal Home Education berbasis Fitrah

  1. Bener sii, mau anak sekolah di sekolah negeri biasa, swasta yg bagus, pesantren atau apapun, pendidikan di rumah sebetulnya paling penting. Btw, caranya gabung komunitas/jd murid HE gimana mba?

  2. Sebagai IRT, saya juga punya kewajiban untuk memberikan pendidikan di rumah, btuh banget sharing ilmu seperti ini agar saya lebih bisa memberikan pendidikan yang tepat untuk anak-anak

  3. saya kirain ini bagian dari materi Ibu Profesional gara gara baca nama ibu septi peni di awal paragraf, baru tau kalau beliau berkolaborasi dengan Ustadz Harry santosa wah pasti bakalan seru tuh kelasnya, saya jadi penasaran ingin ikut

  4. Mbaaa aku lagi asyik baca kok udah selesai sih 😭
    Btw bener yaa kalau orang tua wajib memberikan pelajaran untuk anak-anaknya di rumah. Karena belajar bukan hanya akademik di sekolah kan.

    Peer berat untuk para orang tua ini 🙂

  5. Barakallahu fiik atas ilmunya, mba…
    Aku uda lama banget ga belajar lagi mengenai hal ini.

    Punya kitab Ust. Harry yang FBE, tapi entah kapan bisa khatam.
    MashaAllah~

    Mari semangat menjadi orangtua yang sholih dan mensholihkan melalui Home Education.

  6. Iya Home Education itu memang keharusan…. Home education menurut saya hanyalah istilah dari Inggris Raya dimana orangtua harus melakukan pendidikan atau pengajaran kepada anak-anaknya. Sedikit banyak, selama ini para orangtua sudah melakukan Home Education hanya saja memang praktiknya belum sesistematis seperti penjabaran Bunda di atas ya…. Kalau home schooling kan selama ini dikenal sebagai pendidikan non-formal yang nantinya bisa ikut menyetaraan ya Bunda? Nah, apakah home education ini juga sudah masuk dalam ranah kebijakan pemerintah yang outputnya hampir sama dengan home schooling Bunda?

  7. Pendidikan di rumah itu harus y mba..sebagai dasar dari pendidikan di sekolah maupun luar sekolah. Materi yg bagus dan penting ini.. semoga dapat ikut belajar di sini..

  8. Alhamdulillah sarapan hari ini luar biasa.. walaupun begitu tulisannya masih berasa singkat. Saya masih sering minder mba ketika keputusan saya untuk keluarga berbeda dari yg lain. Tulisan ini mencerahkan sekaligus melegakan

  9. HE itu harus anti minder ya Mbak. Noted ini. Emang bener banget ya Mbak, dimana pun anak sekolah ya tetap pendidikan di rumah adalah nomor satu, pendidikan yg diajarkan oleh orang tua sendiri.
    Makasih sharingnya ya Mbak 🙂

  10. aku baru tahu loh ini home education gini hoho… selama ini ya emang hal-hal yang disebutkan di atas uda dijalani sih, tapi yaitu emang semestinya ya mba… habis baca ini jadi tau HE hehe… mau baca part2nya 😀

  11. Aku pede memilih sekolah untuk anak2ku, dengan alasan khusus dan pasti tidak akan sama dengan orang tua lainnya. Udah sesuai ya dengan prinsip HE dilarang minder.

    Sekarang orang tua memiliki panduan untuk memilih pendidikan anak2 nya. Meski tetap keputusan ada di tangan masing-masing orang tua yaa

  12. Memang sudah semestinya dan merupakan kewajiban kita sebagai orang tua ya mendidik anak di rumah. Saya jadi menantikan artikel selanjutnya nih tentang HE. Semoga besok-besok enggak kelewat mampir ke sini, deh 😊
    TFS, Mbak.

  13. Pendidikan itu memang tanggung jawab orang tua yaa, Mba. Sebagai orang tua, kita gak boleh memasrahkan pendidikan anak-anak kita di sekolah karena rumah dan orang tua adalah sebaik-baik pendidikan anak 😊

  14. Paling suka dengan bahasan ttg home education kyk gini mbak.
    Anak2 emang hanya butuh beerkomunikasi dan didengar oleh orang tuanya ya. Kalau kita mau mendengar mereka, mereka jg akan balik mendengar kita

  15. Aku pernah gabung juga Mga, di komunitas HEbAT pas masih di Palopo. Pendidikan anak berbasis fitrah ini bagus banget, istilahnya kita tinggal menggali bakat terbaik anak dan diarahkan sesuai dengan fitrahnya.
    Bismillah, semoga kita dimampukan ya Mba 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *