Mangga untuk Syaffira

Adik Syaffira adalah penyuka buah terutama mangga. Sama seperti kak Aqila waktu kecil. Hari ini kakak membawakan mangga untuk Syaffira lho. Kakak beradik akur dan saling memberi.

Makan mangga adalah hal yang paling ditunggu oleh syasha. Terutama gigitin biji mangga. Hehe di emut hingga putih.

Tadi pagi kami main kerumah nenek. Walau jarak rumah nenek lumayan jauh namun jika nenek menelpon maka umi juga harus menelpon taxi. Yaitu untuk datang segera kerumah nenek. Dirumah nenek asyiknya dekat dengan mushola. Main di teras mushola bersama kakek merupakan hal yang ditunggu. Jadi jika kakek mengajak ke mushola tidal ada yang menolak.

Sambil menunggu waktu ashar, Aqila sedang duduk main bersama kakek di teras mushola. Teras mushola lumayan luas dengan pohon mangga rindang di depannya. Kebetulan pohon mangga itu berbuah lebat. Siapa saja boleh mengambil tapi pohonnya tinggi dan lurus. Sedang asyik bermain tiba2 jatuh mangga dari pohon itu. Aqila senang sekali. Tapi hebatnya buah itu bukan untuk dirinya. Sambil berjalan cepat dia pulang sendirian dengan kakek masih di mushola.

Aqila langsung mengantarkannya pulang dan menyerahkan nya ke nenek. Saat dipotong dia ingatkan untuk adek Syaffira nek. MasyaAllah. Terimakasih kakak tersayang walaupun dia suka buah ini, tapi dia juga tau bahwa adik lebih suka lagi buah mangga. Hingga dia mengingatkan nenek untuk memberikan ke syasha juga.

Kejadian seperti ini alhamdulillah sering. Kak Aqila yang baik hati itu, sering kali ingin berbagi dengan adiknya. Walau tidak selalu. Hehehe karena anak-anak tetaplah anak-anak. Tapi dari contoh ini umi sudah bahagia melihatnya. Karena tidak egois dan peduli pada orang lain. Selain itu kakak juga penyabar ke adiknya, tidak suka memukul atau memukul balik jika adiknya merasa cemburu dan memintanya menjauh dari umi atau dari mainannya. Kesayangan umi juara banget kak Aqila.

Semoga kelak kakak selalu menjaga sifat unik ini. Kebaikan hatinya pada adik dan keluarga selalu membuat umi meleleh. Benar-benar bintang keluarga bagi umi. Peduli, penyayang dan penyabar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *