Waktu Luang dan umur panjang

Bicara waktu luang… berapa banyak waktu luang yang kalian miliki dalam sehari atau bahkan seminggu. Bagi seorang emak-emak dirumah mungkin bahkan ada yang mengatakan “tidak ada”.

Bangun tidur ibadah, lalu sudah harus menyiapkan keperluan suami dan anak-anak dipagi hari. Anak tertidur tetiba melihat onggokan cucian dibelakang. Sambil mesin cuci berputar disambi membersihkan dapur dan pojokan rumah. Serta banyak rentetan tugas lainnya dan tiba-tiba anak sudah bangun dari tidurnya.

Jika bisa seorang ibu mungkin akan berharap waktu orang lain 24jam tapi waktunya bisa 36jam. Jadi ibu bisa mandi santai sambil gosok menggosok bagian jari jemari kaki dan tangan bak iklan di tv. Atau meremas rambut rileks dengan shampo aroma stroberi yang lembut. Maka weekend adalah kesempatan emas yang tidak boleh diganggu siapa-siapa. Hanya untuk kita dan keluarga. Karena itulah kita sering mendengar “family-time

Iya.. waktu. Bagi seorang ibu waktu adalah hal yang paling disyukuri jika ada “luangnya”.

Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun telah mengabarkan bahwa waktu adalah salah satu nikmat di antara nikmat-nikmat Allah kepada hamba-hamba-Nya yang harus disyukuri. Jika tidak, maka nikmat tersebut akan diangkat dan pergi meninggal pemiliknya.

Bentuk dari syukur nikmat kita adalah dengan memanfaatkannya dalam ketaatan dan amal-amal shaleh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الْفَرَاغُ وَالصِّحَّةُ

“Ada dua nikmat yang kebanyakan orang merugi padanya: waktu luang dan kesehatan.” (HR. Bukhâri).

Waktu luang adalah salah satu nikmat yang banyak dilalaikan oleh manusia. Maka kita akan melihat mereka menyia-nyiakannya dan tidak mensyukurinya. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,

اِغْتَنَمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغُلِكَ وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Gunakanlah lima perkara sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, waktu kayamu sebelum datang waktu miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang ajalmu.” (HR. Hâkim, dishahihkan oleh Al Albâni).

Lalu apa hubungannya waktu luang dengan umur yang panjang. Hubungannya terletak disaat kita menggunakan waktu luang untuk  beramal sholeh. Salah satunya adalah bersilaturahim.

Kenapa jadi menuliskan ini. Karena tiba-tiba teringat dengan almarhum kakak ipar sya. Yang sejak menikah hanya melihat foto dan cerita tentangnya. Dimana jika bertemu dengan orang yang mengenalnya diperjalanan atau dipelabuhan atau dimana saja kami melangkah sungguh yang hadir adalah seluruh cerita kebaikan hatinya.

Itu sungguh selalu membuat saya pribadi terkagum-kagum. Bagaimana orang yang telah tiada namun tetap indah namanya diingat. Apakah gerangan yang membuat umur kebaikannya panjang sekali. Hingga orang lain tak pernah lupa.

Dan suami mengatakan bahwa beliau selalu menggunakan waktu luangnya untuk bersilaturahim. Mengunjungi semua saudara keluarga dan orang yang dikenalnya dimanapun kota yang dia singgahi.

Iya “hanya” silaturahim diwaktu luang yang dimilikinya.Tetapi itu membuat umur kebaikannya menjadi sangat panjang. Walau beliau telah meninggal dunia tetapi seluruh kebaikannya selalu dikenang. Adalah amal sholehnya menggunakan waktuu luangnya untuk bersilaturahim.

Akhh bagaimana dengan kita? Seperti  apa kita diingat kelak oleh orangtua dan keluarga kita, handai taulan dan tetangga. Bahkan oleh anak dan suami kita. Berapa banyakkah kita menggunakan “waktu luang” yang kita miliki untuk mengunjungi 1orang dari mereka. Kadang duduk tersenyum bersama orang yang kita cintai dapat membuat hati kita lebih penuh cinta dan lembut.

Atau adakah kita menyempatkan mengunjungi guru-guru kita yang memberikan banyak kebaikan untuk kita. Karena ber “me time” bersama orang-orang sholeh dapat membantu menyehatkan kembali hati kita. Dan yang kedua ini adalah favorit saya.

Duduk bercerita bersama para gurunda saya berdua. Kadang yang dekat rumahnya kadang yang jauh. Menghabiskan waktu 1jam yang berharga dari beliau-beliau yang berilmu namun tawadhu. Atau bahkan hanya 15menit tapi indah.

Mendengarkan nasehat beliau tentang kegundahan hati. Iya dan seharusnya memang bukan waktu luang yang saya berikan tetapi waktu utama. Karena cinta dan nasehat yang saya peroleh adalah utama bagi mereka.

Dan tulisan ini dipersembahkan untuk saudariku tercinta Ovfie yang ingin tau cerita “me time” nya ibu-ibu rumbel menulis iip batam.

Kadang kita memikirkan waktu luang untuk diri kita. Tetapi kita sering lupa meluangkan waktu untuk orang yang memiliki banyak cinta dan stok semangat baru untuk kita.

💜

Uchan

3 thoughts on “Waktu Luang dan umur panjang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *