Puasa di Hari Pertama Yang Penuh Cerita

Ramadan tiba.. ramadan tiba.. ramadan tiba…, hampir sepekan sebelum ramadan lagu dari Opick ini selalu anak-anak request di rumah. Terutama saat kami sedang menghias rumah untuk menyambut bulan ramadan. Kebiasaan yang selalu keluarga kami lakukan semenjak anak pertama kami mulai paham dengan makna ramadan. Namun tahun ini sedikit berbeda, untuk pertama kalinya kami mempersiapkan dekorasi ramadan hanya saya dan anak-anak tanpa Abah mereka.

Belum pernah terbayang akan berpisah jarak saat ramadan seperti ini dengan suami, secara sejak menikah kami selalu bersama. Jika beliau tugas belajar paling lama hanya dua bulan, tapi kali ini sedikit melow karena harus berbulan-bulan lebih banyak dan bertepatan dengan bulan ramadan dan nanti juga idul fitri, terlebih lagi ramadan tahun ini adalah ramadan pertama putri kami akan belajar puasa penuh.

Anak Pertama Ku Bisa Puasa, Itu Hebat

Awal tahun ini anak pertama kami tepat berusia tujuh tahun. Usia dimana masa pra aqil baligh nya dimulai. Di usia ini anak-anak sudah diajarkan untuk memahami dan melaksanakan rukun islam dengan lebih disiplin lagi, termasuk puasa. Saya dan suami sepakat sebelum anak berusia tujuh tahun maka ibadah wajib hanya akan kami kenalkan dan kami ajak tanpa kami wajibkan. Berbeda jika anak sudah memasuki usia tujuh tahun

Yang menjadi sedikit berat adalah puasa pertamanya dimulai tanpa dukungan Abah bersamanya. Jadi saya sendiri menyiapkan agar anak pertama kami siap fisik dan mentalnya untuk menjalankan ibadah puasa pertamanya. Sebenarnya Abah masih selalu mendukung melalui video call setiap harinya.

Semua saya siapkan sudah sejak beberapa bulan yang lalu. Itu agar anak-anak tidak kaget dan belajar beradaptasi dengan kebiasaan sahur dan menahan lapar. Berikut ini adalah beberapa hal yang saya lakukan untuk mempersiapkan anak pertama kami puasa ramadan:

1. Mulai dari sounding kewajiban anak usia tujuh tahun beberapa bulan sebelum ramadan. Memberitahukan lagi keistimewaan anak yang sudah berusia tujuh tahun.

2. Karena sejak usia 5tahun anak-anak sudah diajak makan sahur bersama (bahkan sebelum 5tahun sering terbangun sendiri) maka saat menjelang ramadan di ingatkan apa saja aktivitas ramadan nanti.

3. Mengajak anak melakukan sesuatu yang menyenangkan untuk menyambut bulan ramadan. Seperti mendekorasi rumah. Ramadan itu istimewa, jadi kita harus bahagia.

4. Membaca buku yang bertema ramadan. Mulai buku tentang belajar puasa, manfaat puasa, serta kisah para orang shaleh yang mendapatkan keistimewaan dari berpuasa.

5. Menonton tontonan yang mengajarkan makna ramadan dan aktivitas ramadan yang menyenangkan dan bukan beban seperti Omar dan Hana berpuasa.

6. Belajar puasa dari mulai bulan Sya’ban bahkan bulan sebelumnya. Ini dimaksudkan agar tubuh anak tidak kaget tiba-tiba diajak berpuasa seharian. Di awal belajar puasa senin kamis anak pertama kami hanya sanggup hingga pukul 10.30 pagi. Lalu puasa lagi di kamis berikutnya doa sanggup sampai dzuhur. Lalu belajar lagi dia sanggup sampai jam 5 sore.

7. Menyediakan aktivitas menarik, jurnal ramadan serta reward chart yang dia sukai.

Semua proses di atas saya ajarkan dengan perlahan dan tanpa paksaan. Seperti tagline awalnya “Ramadan itu istimewa, Kita Harus Bahagia”.

Alhamdulillah, puasa pertama anak kami berlajan lancar hingga magrib tanpa rengekan sedikitpun. Anak kedua karena baru berusia lima tahun maka dia sangat bahagia bisa puasa sampai zuhur.

Puasa Pertamaku dan Pertamamu Berbeda

Seperti biasa, informasi tentang puasa hari pertama masih simpang-siur. Ada yang mengatakan 1 Ramadan 1443H jatuh pada tanggal 2 April 2022, namun ada juga yang mengatakan 3 April 2022. Karena kami tidak memiliki saluran televisi di rumah maka saya hanya menanti update melalui handphone.

Karena tidak ada suami yang harus disiapkan sahur pertamanya maka saya pun menuju rumah orangtua karena yakin tanggal 2 akan menjadi ramadan hari pertama. Maksudnya agar bisa sahur pe pertama bersama keluarga. Drama pun dimulai.

Batre handpohe saya habis dan lupa di charge. Sesampai dirumah orangtua malah sibuk ngobrol bareng, sampai terlupakan untuk menghubungi suami. Kami sekeluarga mengikuti berita tentang awal ramadhan. Kami bersepakat untuk mengikuti jadwal pemerintah.

Keesokan paginya, karena weekend saya ingin ngobrol dengan suami sambil sarapan. Dan ternyata apa dong? Dia sudah puasa hari pertama. Hahaha ketawa lah berdua kenapa jadi gak barengan puasanya. Padahal saya biasa ikut puasa bareng suami. 😆

Semoga saja nanti saat idul fitri tetap bisa pada hari yang sama. Kan gak asyik banget suami lebaran sendiri sedangkan istrinya masih puasa.

Sekian cerita puasa hari pertamaku. Bagaimana dengan puasa hari pertamamu? Semoga bisa berkumpul bersama keluarga ya dan Allah kuatkan dan terima puasa kita dan kita mendapatkan ampunan