[Edutrip Kami] Mengenal Prosesi Pemadam Kebakaran. Edutrip Kami ini adalah singkatan dari edukasi trip keluarga umi (Edutrip Kami). Kegiatan edutrip ini adalah kegiatan yang memang menjadi fokus keluarga kami terutama hingga anak-anak berusia 8tahun. Pokoknya jika ada ajakan untuk trip edukasi pasti bakal kami sambut banget.
Kenapa Edutrip itu penting?
Sebagai keluarga homeschooler edutrip tentu adalah pilihan belajar yang paling menyenangkan untuk anak-anak. Belajar tanpa merasa diajari. Wah gimana tuh serunya belajar tanpa merasa diajari?
Anak-anak melalui edutrip dapat melihat sendiri, merasakan perjalanannya, menuai makna yang mereka dapatkan selama perjalanan. Saat ini kakak Aqila sudah memasuki usia 4tahun dan adaik usia 2tahun.
Mereka sudah bisa melihat sendiri apa yang menarik bagi mereka dan kembali menanyakannya kepada kami (abah umi nya) jika mereka belum memahami maknanya. Seperti kenapa ya Pemadam kebakaran itu mobilnya harus pakai serine?
Kunjungan Ke Pemadam Kebakaran (Damkar) Batam
Ini adalah salah satu edutrip yang paling berkesan buat anak-anak. Kami berkunjung ke Pemadam Kebakaran Batam yang tepatnya berlokasi di Duringangkang sebelah stadion sepakbola Tumenggung Abdul Jamal Batam pada tanggal 22 Desember 2019.
Sejak pagi anak-anak sudah ramai ingin segera sampai ke lokasi pemadam kebakaran. Alhamdulillah kami datang hanya lewat 5menit, jadi acara baru saja dibuka oleh PJ Barelang Playdate IP Batam yaitu umi rizky dilanjutkan dengan simulasi pemadaman api di rumah jika terjadi keadaan darurat oleh tim damkar. Tim damkar dengan tanggap menjelaskan bagaimana jika ada kebocoran gas, hal apa yang harus kita lakukan?
Gak hanya anak-anaknya yang menyimak saat sesi keamanan rumah ini, tapi para orang tua juga lho. Karena tentu saja ilmu ini penting bagi kami para orangtua. Berikut hal yang harus dilakukan jika terjadi kebocoran gas dirumah
Praktik Pemadaman Api Saat Darurat
Setelah sesi penjelasan dan simulasi mengatasi kebocoran gas dirumah, agenda dilanjutkan dengan praktik pemadaman api. Anak-anak berbaris menuju tempat api telah disediakan di dalam kaleng. Ada 2 selang yang dipasang memanjang berjarak aman dari kaleng api.
Ternyata bapak-bapak dari tim damkar ini sudah sering kedatangan anak-anak. Jadi jago bikin anak-anak senang dan tetap semangat walau panas banget.
Anak-anak setelah berbaris lalu dituntun perlahan selang, dan jika tim damkar mengangkat tangan maka anak-anak harus meneriakkan teriakan “buka airnya…” lalu baru air keluar dan memadamkan api.
Lihat aja nih senyum anak berjilbab ungu dan kuning ini. Walau tidak berada dibarisan terdepan mereka tetap bahagia banget. Bisa
Setelah selesai sesi anak-anak juga ada sesi para orangtua untuk mencoba memadamkan api. Pertama dicontohkan cara memadamkan api menggunakan kain basah, lalu setelah beberapa kali dicontohkan barulah di minta relawan untuk mencobanya.
Setelah lama ada 1 orang bapak yang maju mencoba. Hmm keliatannya tidal sulit. Pikir umi dalam hati. Karena itu saat diminta relawan dari ibu-ibu rasanya ringan aja tangan ini terangkat untuk mencoba.
Setelah di depan dan dekat dengan api ternyata ga mudah makkk. Ini liat aja api nya besar dan menyala-nyala plus ada angin lumayan juga. Jadi arah api berubah.
Jadi saat umi praktik langsung memadamkan api si bapak damkar ini mengajarkan lagi membasahkan kain dan cara memegang kain yang tepat. Bagian kiri kanan kain kita pegang bukan kearah luar tapi kearah depan. Setelah itu diminta mendekat ke arah tong api, perhatikan arah angin dan berdiri searah dengan arah angin datang lalu melempar kain basah tersebut sampai memadamkan api.
Tapi umi kaget saat kain sudah mau di lempar api berubah arah dan melampai-lambai semakin dekat. Ukhh panas banget berasa hawanya ke wajah. Otomatis umi jadi mundur dan gak jadi melempar kain. Eh tapi malah ditegur oleh pak damkar. Hal seperti itu tidak boleh. Karena ragu-ragu dalam memadamkan api bisa-bisa kita yang akan dikejar api karena saat kita mundur juga menimbulkan angin.
Wah pokoknya jadi pelajaran berharga banget untuk saya yang serba takut dan suka deg degkan kalau mau apa-apa supaya nanti lebih waspada.
Mencoba Naik Mobil Pemadam Kebakaran Batam
Belum shock umi reda, sesi sudah berganti ke naik mobil bareng. Wahh semua anak excited banget. Naik dikawal tim damkar. Ada yang duduk di depan ada yang dibelakang.Semua sama serunya. Dan umi baru tau setelah acara selesai, kalau setelah duduk dibelakang kak Aqila duduk manis lagi dikursi depan.
Terimakasih kepada tim barelang playdate dari Ibu Profesional Batam yang sudah menyelenggarakan kunjungan ini. Karena ternyata banyak banget manfaatnya untuk anak, yaitu
1. Anak Mengenali 1 Profesi Mulia Yaitu Pemadam Kebakaran
2. Belajar Menghormati Profesi Apapun
3. Anak lebih waspada dalam bermain api. Tidak bermain api sembarangan.
4. Anak Belajar Bekerja Sama
5. Belajar Bagaimana bertindak jika ada api.
