Umi Journeys

Saya dan Sosial Media

saya dan sosial media

Saya dan Sosial Media. Bicara sosial media sekarang ini jika dilihat sudah seperti memegang pisau di tangan. Kadang bisa menjadi bermanfaat membukakan banyak jalan kebaikan atau sebaliknya terkadang malah bisa melukai (hati) diri sendiri dan orang lain hanya karena sosial media.

Dulu saya menggunakan sosial media hanya untuk hobi saya berjualan. Macam-macam barang saya jual melalui sosial media kecuali twitter ya hehehe. Mulai sejak boomingnya facebook saya ngepost berbagai macam jenis jualan mulai dari tas sepatu buku sampai godaan MLM pun tak terlewatkan. Semua ada di facebook saya.

Setelah sekian lama saya jualan, akhirnya muncul penjual yang sadis yang suka nyepam atau mengirimkan foto jualan dengan brutal. Saya bilang brutal karena mereka tidak melihat waktu tidak melihat siapa. Semua di tag tanpa peduli mereka nyaman atau tidak. Akhirnya saya stop jualan di sosial media facebook. Fuihh saya sudah sampai pada titik tidak nyaman mendekati muak. Saya jadi takut teman-teman saya juga menjadi tidak nyaman karena saya. Sampai akhirnya muncul grup khusus jual beli di facebook.

Itu adalah kisah awal saya menggunakan sosial media. Semua cuma fokus ke satu hal. Jualan. Lalu sekarang bagaimana? Sekarang sosial media semakin canggih yah. Orang-orang sudah mulai banyak membuka kelas digital marketing dan soft selling. Jadi jika jualan di sosial media juga gayanya dibuat sehalus mungkin. Untuk berjualan bisa dengan kata-kata indah dan halus malah sampai orang gak sadar kalo kita lagi jualan.

Saat ini, setelah menjadi ibu dan istri tentunya saya menggunakan sosial media harus lebih bijak. Sebagai seorang ibu, biasanya saya menggunakan sosial media sebagai sarana saya meningkatkan kualitas diri. Lho kok bisa? Ya bisa, ikutin yuk sekarang saya suka ngapain di sosmed.

Meningkatkan Kualitas Diri

Berikut hal-hal yang saya lakukan di sosial media untuk meningkatkan kualitas diri:

1. Belajar Ilmu Menyusui

Saat menjadi ibu ilmu pertama yang harus saya kuasai adalah ilmu menyusui. Walaupun katanya menyusui itu alami akan bisa sendiri tetapi tetap diawal melahirkan anak pertama ada saja yang salah. Teknik pelekatan, posisi bayi dan banyak lagi. Melalui sosial media saya mengenal komunitas asi di kota saya dan akhirnya banyak mengenal konselor asi yang siap sedia membantu. Karena itu juga saya sempat aktif menjadi admin sosial media sebuah komunitas asi di kota kami. Untuk di batam ada komunitas batam peduli asi dan aimi kepri juga ada. Jika butuh ilmu menyusui follow saja akun sosial medianya.

2. Mengintip Menu Mpasi

Saya belajar macam-macam resep mpasi juga dicsosial media lho. Apalagi sekarang ini banyak banget ibu-ibu baik hati dan rajin yang ngepost resep mpasi dari hari pertama sampai usia bayinya 1tahun. Kece deh rajin foto dan nulis resep dengan lengkap. Anak pertama saya sempat bb nya kurang yang membuat saya semangat ngobrol sama ibu-ibu baik di sosmed yang telah berhasil ngeboost BB.

3. Resep masakan baru dan tips dapur

Biar makin disayang babang pengen masakannya ga itu-itu mulu. Sesekali ganti resep walau sama2 ayam kecap tapi beda yang bikin resep beda hasi akhir. Dan ini yang dapatin di sosial media difacebook ada fah umi yasmin yang sering bagi resep enak dan tips praktis sepertiĀ  tips masak bubur/daging dengan metode 5 30 7. Ini kepake banget dalam keseharian saya.

4. Home dekor alias menata rumah

Ini gak saya banget. Serius deh. Tapi sejak lihat di instagram para home decor enthusiasts yang bagi-bagi tips ngedekor rumah jadilah saya mulai ngikutin walau hasilnya masih ecek-ecek tapi paling ga bikin hati sendiri dan suami senang liat rumah lebih tertata walau isinya sederhana.

5. Jualan

Wkwwk ini seperti yang saya tulis diawal adalah aktivitas terWOW saya di sosial media. Walau sudah menikah dan gak tau dapat berapa juga tapi karena emang hobi suka aja jualan barang-barang apalagi buku. Hehehe jadilah saya belajar soft selling di sosmed. Belajar optimalisasi instagram dan facebook. Macam-macam pokoknya.

Nah itulah kegiatan saya di sosmed. Jika saya sering scroll itu ga bakal jauh dari resep dan tips buat dirumah. Kalau soal baper di sosmed saya ambil jalan pintas aja. Langsung unfollow. Karena bahagia itu menular dan baper itu juga menular. Jadi jauhilah orang yang suka update status baper apalagi sampai kita yang baper.

Bahaya Tsunami Informasi

Oh iya, satu lagi yang paling penting adalah JANGAN SAMPAI KITA MENJADI KORBAN TSUNAMI INFORMASI. Kebanyakan dapat ilmu ini itu malah akhirnya bingung sendiri mana yang harus dipakai dan dicoba. Pilihlah yang sesuai dengan value dan kenyamanan dikeluarga masing-masing. Tidak hanya karena mengikuti trend atau sekedar icip-icip ingin mencoba.

Kalau kamu apa yang paling di senangi pas di sosial media? Btw jangan lupa follow akun jualan saya di instragam @rumah.mufasa ya.

Exit mobile version