Umi Journeys

Belajar Menjadi Ibu Mandiri | Baca Yuk

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca postingan yang sedang viral di facebook tentang seorang ibu di sumatera utara yang membawa bus dan meninggalkan supirnya dijalan. Hahaha asli itu postingan sudah banyak banget yang share. Karena mereka sedang menuju bandara dan si supir bilang jika mau ya bawa aja busnya sendiri dan tadaa dia mengambil alih kemudi dan melaju membawa bus sampai ke bandara. Semua orang di bus bersyukur tidak jadi ketinggalan pesawat dan berterima kasih kepada ibu “hebat” itu. Bagi saya ibu itu luar biasa juga, dia telah menunjukkan arti sebuah kemandirian seorang wanita. Berapa banyak wanita yang bisa bawa bus. Saya juga mau menjadi ibu mandiri.

Lalu apa saja indikator seorang wanita mandiri itu ya. Selain wanita yang bekerja tentunya yang pasti mandiri secara finansial. Kali ini kita ngobrolin tentang kemandirian wanita di keseharian. Terutama karena saya ibu rumah tangga maka saya membahas ranah saya. Semenjak remaja saya bisa dikatakan wanita tidak mandiri. #prihatin

Dirumah karena Alhamdulillah saya masih ada ayah, jadi hal dilakukan ayah bahkan saya selalu diantar jemput kemana-mana. Hingga saat kuliah karena saya wanita satu-satunya dijurusan maka saya juga di fasilitasi teman sekelas. Diantarin juga dijemput jika kemana-mana, disediakan peralatan praktek jika dibutuhkan sudah ada aja yang membelikan duluan tinggal ganti. Pokoknya hidup anti ribet.

Namun apa masih bisa saya nikmati saat “dimanja” seperti itu setelah menikah? Tentu saja jawabannya adalah tidak. Saya termasuk yang menyesal saat tidak bisa mandiri dirumah. Lalu saya pahami ternyata wanita minimal harus bisa keahlian dasar jika sendirian dirumah atau bersama anak-anak.

Ingin Menjadi Ibu Mandiri, sudah cobakah hal ini

1. Membawa kendaraan sendiri

Bisa mengendari mobil atau minimal motor. Mobile alias bisa kesana kemari dengan mudah adalah keharusan sekarang. Beli sayur keluar komplek, mengantar anak dan membeli kebutuhan rumah lainnya. Saya sedih sekali sudah 4tahun menikah namun tidak bisa mengendarai mobil.

Padahal saat suami dinas keluar mobil cuma nemplok dirumah dan saya dengan 3 balita hanya duduk manis naik motor kemana-mana. Kebiasaan di supirin membuat saya dulu tidak mau belajar mandiri. Ternyata sekarang saat ingin pergi ternyata saya butuh bisa mengendari mobil. Disini postingan saya mengurus surat motor jauh banget dengan mengendarai motor saja. Bahkan seringkali ditegur emak-emak garis keras kerana bawa 2batita naik motor. Ini antara bahagia dan sedih karena ditegur dijalan gitu

2. Memasang Gas Sendiri

Ini apalagi keahlian dasar. Saat gadis saya merasa itu bukan keahlian ysng perlu saya bisa. Diawal nikah juga jika gas habis saya selow saja nungguin suami pulang karena memang tidak bisa pasang. Nanti aja masak bisa beli toh sendiri. Ternyata setelah punya anak tidak bisa begitu. Apalagi jika anak hanya suka masakan ibunya dan tidak suka makanan diluar. Akhirnya harus belajar pasang gas sendiri. Saat lagi asik masak sop kesukaan anak tiba-tiba gas mati. Harus bisa buka angkat telpon ke warung dan pasang sendiri. Demi sibuah hati.

Gambar pertamina.com

3. Memasang Galon Sendiri

Ini adalah mamak setrong tiada tandingan bagi saya. Galon itu bukan ringan kan ya apalagi buat yang badannya mini kayak kita. #ealahkita

Enak nya tuh jika dirumah gak menggunakan dispenser tapi electric pump kayak gambar dibawah ini. Jadi say bye angkat galon ke dispenser.

Gambar tokopedia.com

Nah itu kemandirian dasar yang saya ingin bisa dirumah. Sudah bisa apa sekarang mak? Saya masih belajar jadi ibu mandiri karena untuk semua hal diatas belum bisa semua. Jadi jangan baper dulu ya, bukan berarti wanita yang tidak bisa hal diatas tidak mandiri dan gak hebat. Tapi pasti tidak ada yang menyangkal jika wanita yang bisa ganti galon adalah wanita perkasa.

Kalau ada kemandirian dasar versi lain silahkan tinggalkan komentarnya yach. Supaya bisa jadi masukan tambahan buat dipelajari juga.

//Uchan

Exit mobile version