Hari ke 10 tantangan komunikasi produktif bunda sayang.
Setiap hari kadang umi harus cari cara agar si kakak selalu punya aktifitas baru. Karena dia tipe bosanan.
Ada sisa tepung masak puding jadi kak Aqila boleh main masak masak pakai sisa tepung yang ada. Ditambah beberapa tetes pewarna makanan. Ngaduknya di nampan besar yang dibawakan neneknya.
Beberapa saat kami main bersama sambil mencontohkan cara ngaduk tepung dan mencetak kuenya ke cetakan.
Sambil dia main umi bisa sambil masak dan cuci piring. Gak berasa sudah masuk waktu sholat jadi pamit untuk sholat.
Setelah umi selesai sholat pemandangan berbeda saat ditinggalkan sebelum sholat.
Menjaga intonasi suara agar tetap tenang. Jadilah percakapan dibawah
- “Lho kak aqila ngapain sayang, sudah selesai mainya”
- “Asak asak mi”
- “Iya masak masak kenapa ditumpahkan. Kan sudah ada tempatnya”
- “Tak au, asak asak ni”
- “Iya masak masak tapi kenapa dilantai, yuk kita bersihkan lagi yuk”
- “Tak au. La asak asak mi” (aqila mau masak masak mi”
- “Ya sudah kalau begitu gimana kalau kita cuci tangan saja dulu.” #mengalihkan
- “Yuk…” dia mau cepat karena dia suka bermain air.
Kalau kata abah saat milad umi kemarin adalah perbanyak sabar dan senyum. Iya belajar sabar dan senyum sejak abah lihat Aqila semakin aktif semakin tak terduga oleh kreativitasnya. Maka sabarlah yang yang menjadikan hati seorang ibu menjadi lapang.
Saat hati ibu lapang maka aktifitas anak semua adalah baik selagi tidak membahayakan dirinya, tidak melanggar aturan masyarakat dan agama.
💚💛💜💓💙❤💜💛💚
#level1
#day10
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

