Harapan ingin menyelesaikan tantangan ini dalam 10hari berturut turut.
Tapi apa daya, ibu dengan bayi newborn dan kakak super aktif dapat merebahkan diri adalah hal yang nikmat. Akhirnya 2hari ketiduran tanpa sempat mengetik.
Tantangan hari ke 9. Tepat sehari setelah wedding anniversary yang ke 3. Diajak berbuka puasa diluar ber4. Karena pas hari H nya kemarin di undang acara buka puasa politeknik batam.
Senang diajak abah yang super sibuk. Tapi anak anak pukul 5 masih tidur. Aqila bukan tipe mudah diajak bekerja sama jika jam tidurnya terganggu. Alhamdulillah bangun sendiri pukul 5 lewat 15.
Mandi kilat (biasa pakai acara berendam) dan pakai baju berjalan aman. Tapi saat akan berangkat dan dipasangkan sepatu dia lari. Padahal sudah pukul 6kurang. Pasti telat sampai.
Akhirnya diputuskan tidak harus berbuka disana. Di ulang bujuk pakai sepatu dia marah.
- “Aqila yuk pakai sepatunya nak”
- “Tak au”
- “Ayoklah pakai sepatu nak, kita pergi sama abah yuk”
- “Tak au mi”
- “Yuk nak yuk pakai sepatu” nada suara sudah berubah.
- “Tak au mii. Aaa aaa” dia sudah mulai menangis.
- “Tu mi” umi mengira dia mengucapkan sepatu.
- “Iya ini kan sepatu. Cepatlah Aqila. Dengarkan umi”
- “Tu mi” dia berlari menjauh
- Akhirnya diri ini benar benar kesal. Karena dia berlari keteras. Akhirnya ikutan dikejar. Ternyata dia mengambil sendal jepitnya.
- Rupanya tadi dia mengucapkan “itu mi” bukan “sepatu mi”
- Dia ingin memakai sendal jepit dan tidak ingin memakai sepatu
Adakalanya kesel menghinggapi hati saat apa yang diinginkan tak sesuai kenyataan. Tapi apalah dia,hanya seorang anak berusia 2tahun.
Tidak seharusnya nada suara ini berubah menghadapinya. Seharusnya lebih banyak sabar dan bertanya apa yang diinginkannya. “Aqila mau apa nak?”
💚💛💜💓💙❤💜💛💚
#level1
#day9
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
