Aliran Rasa Komunikasi Produktif #bunsay

Kelas bunda sayang merupakan kelas yang saya tunggu tunggu. Sejak kelas matrikulasi rasanya excited sekali. 

Alhamdulillah akhirnya kelasnya dimulai dengan materi pertama komunikasi produktif. Diberi kesempatan mengevaluasi diri. Bagaimana berkomunikasi dengan pasangan dan dengan anak.

Akhirnya untuk tugas memantapkan memilih evaluasi dengan anak.  Kenapa dengan anak? 

Komunikasi dengan anak dimulai sejak dia didalam kandungan. Namun saat dia beranjak 2tahun seperti kak aqila saat ini, semua teori rasanya buyarrr.😂

Dia sudah mulai dengan “keakuan” nya. Dan tidak mudah mengikuti semua kegiatannya. Menjaga suara tetap lembut, menjaga emosi tetap stabil, menjaga semua kata yang keluar tetap kata kata yang bermanfaat. Bukan amarah…

Dan mulailah tantangan 10hari komunikasi produktif. Setiap hari harus ditulis, lalu luar biasanya ibu mertua melike status seputar komunikasi produktif ini di facebook, saat saya menulis “Ternyata untuk membuat hati anak lembut harus melembutkan hati ibu nya dulu”

Lalu kemarin saat diperjalanan idul fitri beliau banyak menasihati tentang berkomunikasi dengan anak. Mungkin karena status facebook itu. 😌

 Akhirnya saya simpulkan berkomunikasi dengan anak itu bukan hanya sekedar kata kata yang keluar dari seorang ibu namun disana ada hati dan jiwa seorang ibu.

Saat ibunya berkata dengan keras anak bisa merasakan hati ibu yang penuh amarah atau hati ibu yang tenang.

Saat ibu menyuruh kakaknya yang menangis diam disaat yang sama si adik menangis, anak bisa merasakan ibu yang jiwanya tenang atau ibunya panik atau kesal.

Itulah yang kelak akan membentuk bagaimana si anak akan berkomunikasi kelak .

Karena itu ilmu komunikasi produktif ini bagi saya adalah ilmu yang luar biasa. Dari cara berkomunikasi anak bisa merasakan banyaknya cinta yang didapatnya selain pelukan.

Salam ibu profesional.
Eka Mustika Sari
Perjalanan tanjungpinang gunungbintan lagoi/ 4 Syawal 1438H