Kelas Matrikulasi II

โ€‹*RESUME DISKUSI MATERI*

*Selasa, 31 Januari 2017*
๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€๐ŸŽ€
Fasilitator : Niken & Ningrum

Ketua Kelas : Rida

Koordinator Mingguan : Eki
๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–๐Ÿ“–
Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2
*๐Ÿ™‹MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA๐Ÿ™‹*
Disusun oleh Tim Matrikulasi – Institut Ibu Profesional
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #3? Pekan ini kita akan belajar bersama 

a. Apa Itu Ibu Profesional?

b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?

c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?

d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?
๐Ÿ€APA ITU IBU PROFESIONAL?
Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): — jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: — negeri; — kota;
Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak –; 

Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang : 
a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.

b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh โ€“sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.
๐Ÿ€APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?
Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.
๐Ÿ€MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL
1.Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi

guru utama dan pertama bagi anaknya.

2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya

sehingga menjadi keluarga yang unggul.

3. .Meningkatkan rasa percaya diri  ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya

4. Meningkatkan peran ibu menjadi “change agent” (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.
๐Ÿ€VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

๐Ÿ€BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :

a. Bunda Sayang

Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan

Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif

Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha

Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.
๐Ÿ€APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

 

โ€œMenjadi KEBANGGAAN KELUARGAโ€
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena  anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka. 
Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :
BUNDA SAYANG

a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?

b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?

c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?

d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?
BUNDA CEKATAN

a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?

b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai โ€œkasirโ€ keluarga sekarang menjadi โ€œmanajer keuangan keluargaโ€.

c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?

d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga
BUNDA PRODUKTIF

a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?

b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?

c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?

d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?
BUNDA SHALEHA

a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?

b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?

c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?

d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?
Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan
Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:

โ€œBersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalikโ€ -Dodik Mariyanto
Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
๐Ÿ“šSUMBER BACAAN:

Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008

Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012

Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013

Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014

Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015
โœ‹๐ŸผDiskusi Tanya – Jawabโœ‹๐Ÿผ
1โƒฃ Syafririda :

Berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang ibu untuk sampai pada titik bunda shaleha?
Jawab:
Sesuai dg komitmen dan konsisten dlm mengerjakannya mb..sampai indikator bunda shaleha terpenuhi..๐Ÿ˜‰

kalau menurut penelitian Malcolm gadwel,harusnya akan jd ahli stlh konsisten selama 10rb jam jika melatih sebuah skill tertentu..

nanti kita pelajari dimateri berikutnya โœ…
2โƒฃ Diah :

Tahapan yang bagaimana yang harus saya lakukan untuk menjadi bunda sayang? Karena anaak2 saya udah melewati masa golden age ya

Tapi seperti yg bu septi terangkan di you tube, Alhamdulillah 4 pola yg harus ada di dlm diri anak, masih terlihat di anak paling kecil
Jawab :
Bunda diah..anak2nya usia berapa y?

Saran saya sih mulai sekarang perbanyak komunikasi dg ananda mb,ajak ananda tour the tallent..agar dia mengenal banyak hal,untuk mengejar akselerasi

โœ…
3โƒฃ Hikmah :

Aslm.wr.wb

Ibu fasilitator yg baik, saya agak menyesal karena untuk putri pertama saya yang usia 6thn sekarang kelas 1SD, saya mendidiknya dengan cara agak cenderung  “keras”. Saya kuatir dia berpikir saya tidak menyayangi dia dan lebih sayang terhadap adiknya yang usia 3 thn. Bagaimana caranya agar anak2 merasakan kasih sayang yang sama dan tidak merasa dibeda2kan. Terima kasih atas jawabannya.
Jawab : 
wa’alaykumsalam bunda hikmah..๐Ÿ˜Š

Hmm..pernahkah bunda bertanya pd ananda apakah yg dia rasakan? Bisa jd ini hanya perasaan bunda saja..(kadang emak2 suka baper,pdhl anaknya mah udah lupa atau maafin๐Ÿ˜‚)

perbanyaklah komunikasi dg ananda&latih diri agar bisa berkomunikasi produktif,sering2lah memberi pelukan&ciuman..lihatlah responnyaโœ…
4โƒฃ Evi :

Saya mau tanya terkait fitrah anak yang disampaikan bu Peni direkaman youtube.
Kalau tidak salah, ada sebuah tes untuk mengetahui bakat anak sejak dini, yang bertujuan agar orang tua bisa mengarahkan anak sesuai bakatnya. 

1. Sepenting apakah mengetahui bakat anak sejak dini?

2. Apakah perlu memberikan porsi yang lebih besar yang berkaitan dengan bakat anak?

3. Jika iya, sebaiknya dimulai dari usia berapa?
Jawab : 
Alat tes itu hanya sebagai alat bantu..yg paling menentukan adalah mata hati bunda sendiri..

dg mengetahui bakat atau potensi anak,dari awal kita bisa meninggikan gunung(mengasah bakat/passionnya) dan tidak perlu meratakan lembah(menjejalkan semuanya atau malah menambah hal2 yg anak tidak suka)..

perlu mb,sejak anak bisa diajak komunikasi. 

Lebih jelasnya nanti dipelajari di materi”mendidik dengan kekuatan fitrah”โœ…
5โƒฃ Yulia :

Ingin bertanya untuk materi kali ini, tentang bunda sayang. 

Sejauh mana ekspresi sayang terhadap anak dapat dilakukan tanpa kesan  memanjakan?
Jawab : 
Tidak semua yg anak inginkan harus kita penuhi atau turuti..apalagi kalau pakai acara menangis atau teriak, sebagai ortu sikap yg harus kita ambil adalah tegas dan tega..ex: saat mau ngajak ke warung buat perjanjian terlebih dahulu dan ketika dia meminta sesuatu(meski sepele atau murah) yg tidak ada diperjanjian dg menangis atau teriak,katakan”tidak ada yg berhasil dg tangisan atau teriakan..”,biarkan,setelah dia tenang baru kita peluk dan ajak bicara..โœ…
6โƒฃ Lilik :

Bagaimana cara / langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperbaiki bila anak-anak sudah mulai besar dengan sikap sering melanggar aturan / etika, mungkin karena saat anak-anak masih kecil/ sebelumnya kita mendidik dengan pola asuh yang belum benar karena ketidak tahuan ilmu parenting.
Jawab : 
bunda lilik..Sedang sy alami juga ๐Ÿ™ˆ

Untuk balita yg sy lakukan saat anak melanggar adalah dengan bertanya ada apa, kenapa kakak seperti itu, apakah menurut kakak itu baik atau usil..dll sesuai kondisi

Di lain kesempatan menceritakan kisah positif yg berkaitan dengan kejadian tadi (bisa dgn membacakan melalui dongeng atau anak membaca sendiri) sehingga anak tau sikap yg baik yg bgmn.

Ketiga memasang poster berkaitan dgn disiplin yg mau orang tua terapkan ke anak. Misalnya poster adab bertamu, poster ‘siram setelah buang air kecil’, poster kisah Rasul ttg Rasul penyayang, tidak suka memukul, dsb.

Karena tipe belajar anak berbeda beda, kalau tipe audio bisa di nasehati dgn kisah, kalau tipe visual dgn poster. Tipe kinestetik di ajak bersama melakukan kebaikan..jd orang tua sekaligus sebagai teladannya.

Jika anak sudah diatas 8th, perbanyak family forum(ngobrol bareng) ya bunda.. Sesering mungkin beraktivitas bersama. Dan belajar mendengarkan suara anak..โœ…
7โƒฃ Syafri :

 Saat ini anak pertama sudah berusia 4th. Dilingkungan sekitar dan dimana2 kebanyakan anak usia ini rata2 sudah masuk TKA. Kemana2 selalu ditanya “Sekolah dimana abg?” dan Si Abg selalu PD menjawab “sekolah di rumah sama ummi”

Saya dan suami memang lebih memilih anak2 usia ini belajar bersama ibunya dirumah, akan tetapi tidak memaksakan ‘harus’ jika anak memilih mau sekolah seperti teman2 sekitarnya. 

Tetapi pilihan ini sangat ditentang sama ibu mertua..walaupun kami sudah menjelaskan alasannya kami dan pilihan si anak juga. Sehingga kami suka disindir.

Ketika membaca materi tadi ttg indikator ibu professional yaitu “Menjadi Kebanggaan keluarga”. Apakah dengan adanya kasus ini sehingga saya malah suka di sindir karena mengambil pilihan berbeda dr keluarga lainnya bisa gugur menjadi Ibu professional?
Jawab : 
mbak syafri..mengubah orang lain itu memang tidak mudah mb..๐Ÿ˜bu septi pun mengalami hal ini..sama halnya seperti sy atau bunda2 yg lain..apakah bisa langsung di just bahwa kita bukan kebanggaan keluarga?

Tunjukkan bukti saja mb..mendidik anak hasilnya baru terlihat nanti bisa 5thn mendatang bisa 10thn mendatang. Tapi bisa sesekali kita presentasikan apa yg sdh anak kita bisa, misalnya sdh hafal al fatihah, sdh bisa membuat mainan pakai kertas origami. Atau tunjukkan foto-foto dan video aktivitas sehari-hari di rmh yg berkaitan dgn kegiatan belajar.

Sudah aman kalau sdh sevisi misi antara suami dgn istri. Karna yg terpenting adalah menjadi kebanggaan keluarga untuk anak2 dan suami mb..๐Ÿ’๐Ÿ’–

Dan banyak2lah berdo’a kpda Sang Pemilik segalanya..๐Ÿ˜Š

โœ