Persiapan Mahar

❤😍❤😍

Dari segala sesi persiapan,  maka sesi mahar ini yang paling dramatis. Oh gak adalagi yang lebihhhh dramatis.  Yaitu sesi hantaran hadiah

Kapan eka ditanyain mahar? Saat khitbah itulah saat kedua orangtua abang menanyakan kepada eka, eka maunya mahar apa.

FYI sebelum hari khitbah eka gak sengaja jumpa buku yabg luar biasa bikin eka jatuh cinta. Sempat post di twitter tentang buku itu. Bukunya ada 1paket komplit maksimal. Eka ingin buku itu yang jadi mahar eka. Bukan tanpa alasa apa-apa. Buku itu adalah cerminan keluarga yang eka impikan.

Eka agak ragu menyampaikan buku itu sebagai maharnya. Tapi mengingat itu adalah hak eka sepenuhnya maka eka sampaikan lah jika eka ingin buku sebagai mahar.  Umu salamah aja aja minta keislaman calon suaminya kok. Jadi mahar itu hak calon istri sepenuh penuhnya.

Sontak seruangan bilang O0o0ooo cuma buku. Kok kayak nya susah kali mo bilangnya. Kata udanya abang~>  Kirain minta apa yang besarrr gitu -_- #ibaa
Hehehe eka kan harus mikirin kira2 ni buku layak gak jadi mahar eka nanti.

Pertama bagi eka pribadi tu buku mahal banget. Eka gak mau memberatkan calon suami eka. Secara eka ingin jadi wanita yang berkah. Yaitu wanita yang mudah maharnya.
Kedua eka juga takut reaksi orang2 pada aneh, kok hari gini wanita ada yang “cuma” minta buku. Melihat reaksi orang2 bikin eka jadi speechless rasanya gimana gitu semua mandangin eka termasuk keluarga eka jg. Hehe ayah ibu kan juga baru tau eka mau minta apa, ahirnya ibu abang buka suara nanyain buku apa yang eka mau.

Buku “Ensiklopedia Peradaban Islam”

Sontak lagi semua keluarga abang nanya,ensiklopedia apa? Soalnya semua berasa asing pastinya.  Sampai eka dengar ada yang ngulang2 judul buku yang eka ucapkan biar bisa disampaikan ke abang. 😛

Heww eka berasa menciut dirumah eka sendiri.  Helppp 911 please. Dengar suara disekitar eka sudah riuh rendah.

Setelah khitbah selesai,  semua tamu sudah pulang seperti biasa ayah gak ada permasalahin mau eka apa. Setelah esoknya ayah mendaftar kan kami ke KUA barulah ayah berkata kalau buku itu cakupan nya luas. Ayah harus menyebutkan secara detail dan itu susah bagi ayah. :'(

Ayah kayaknya sih menghubungi abang, tapi gak tau juga sih cuma tiba2 abang WhatsApp eka. Menanyakan mau gak eka maharnya cincin saja. Soalnya kasihan ayah nanti susah nyebutin mahar pas ijab qabul. Tapi bukunya tetap sebagai hadiah.

Whatt… hikss awalnya sih gak mau. Tapi cuma dalam hati aja. Kan eka cita2nya ingin jadi wanita yang berkah. Yaitu…. yang mudah maharnya kan? Mengingat itu akhirnya eka iyakan saja. Walau sebenarnya kan kemarin pas khitbah sudah dapat cincin, kok banyak kali cincin lagi. Tapi kembali lagi ke cita2 awal “Wanita yang berkah” 😀

Akhirnya deal lah.. mahar eka

Sebentuk cincin dan seperangkat alat sholat. “

Alhamdulillah,  dan doakan eka bisa menggapai salah satu cita-cita eka untuk menjadi wanita yang berkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *