MasyaAllah tabarakallah, hari ini aku sudah memasuki usia ke-40 tahun. Tahun lalu saat melihat di lingkaranku ada yang memasuki usia 40 tahun ustadzahku mengingatkan sebuah doa dan doa itu ku ingat sampai hari ini. Kenapa ada doa menyambut usia 40 tahun? Karena sepenting itu usia 40 tahun menuju gerbang yang lebih penuh tanggung jawab luas.
Di saat ustadzah menanyakan apakah kamu sudah membaca doa menyambut usia 40 tahun, aku pun bertanya-tanya mengapa dalam Islam usia 40 tahun itu sangat penting? Ternyata karena usia 40 tahun itu Allah catatkan dalam Alquran, Allah ingatkan dalam ayat ini agar semua umat memahami nya.
Seharian ini aku mengulang-ngulang ayat tersebut, di bulan Ramadan yang indah ini aku memasuki usia 40 tahun dan aku yakin 40 itu bukan angka biasa. Waktu nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam menerima wahyu pertamanya dia berusia 40 tahun.
Banyak ku baca ternyata kita diingatkan betapa usia 40 tahun itu merupakan sebuah gerbang baru yang benar-benar luar biasa, bagaimana suamiku juga mengingatkanku bahwa 40 tahun itu tanda aku sudah sangat sangat dewasa maka aku harus lebih tenan, lebih sadar dan lebih memilih hal-hal dengan logika yang bijaksana.
Mungkin karena Allah sudah mengingatkan dalam Alquran maka para ulama juga menyampaikan bahwa 40 tahun itu merupakan masa kematangan akal dan kebijaksanaan. Aku merasa bahwa diriku sendiri masih jauh dari kematangan akal dan kebijaksanaan itu terutama dalam menghadapi diriku sendiri.
Berapa hari yang lalu aku baru saja resmi 11 tahun bertumbuh menjadi seorang ibu bersama anaknya. Aku berharap dapat menjadi ibu yang bisa mendampingi anak-anak dengan rasa hormat jika Allah tanya nanti.
Di usia 40 tahun telah banyak ragam ujian yang aku lewati. Apakah segala ujian-ujian dan kebahagiaan-kebahagiaan yang Allah berikan padaku memberikan aku kebijaksanaan tetap makanan dalam berpikir? Entahlah.
Yang pasti aku tahu memasuki usia 40 tahun ini aku benar-benar telah dibimbing banyak oleh suamiku untuk menjadi sosok pribadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Aku benar-benar di bimbing untuk jadi lebih sabar, lebih tenang serta berusaha sadar dalam setiap tindakan.
Tadi saat santai setelah tarawih (kami punya kebiasaan ngemil ngobrol bareng setelah tarawih), aku mengecek 100 mimpi yang pernah ku tulis di dalam buku harianku. Aku membacakan 100 mimpi itu di hadapan suami dan anak-anakku sambil men ceklis ternyata telah banyak mimpi yang terwujud namun aku lupa menghitung jumlah yang sudah terwujud.
Apakah setelah masuk di usia 40 tahun ini aku akan punya lebih banyak mimpi? Tentu saja karena mimpi itu adalah bagian dari tujuan kehidupan.
Seperti aku yang dulu, yang selalu menuliskan impian 5 tahun dan 10 tahunku, maka sekarang Aku ingin menuliskan sebuah pesan untuk diriku yang mungkin ku baca lagi Jika Allah berikan aku kesempatan berusia panjang maka aku ingin baca pesan ini 10 tahun lagi.
Untuk diriku 10 tahun ke depan terima kasih sudah terus melangkah di jalan kebaikan. Tak perlu semua orang melihat apa yang telah dilakukan apabila jumlah Allah subhanahu wa ta’ala yang maha melihat telah memberikanmu banyak ganjaran yang membahagiakan. Terima kasih walaupun terseok-seok engkau tetap bertumbuh dan mencoba untuk bermanfaat dalam hidup mu.
Itu adalah pesan untuk diriku sendiri saat ini angar tetap terus tumbuh dan bermanfaat sehingga jika pada akhir usiaku nanti aku bisa menemui Allah dengan bermartabat. Selanjutnya Tak bisa ku paksakan orang yang tak menyukaiku untuk melihat Apa yang kau lakukan. Dan tak butuh ku pujian dari siapapun, karena jika dia mencintaiku Aku yakin dia akan mendukung ku, apapun yang kulakukan.
Tak ada urusan yang mudah jika tidak Allah yang memudahkan Aku berharap semoga Allah mudahkan segala impian ku untuk terus bertumbuh dan bermanfaat hingga akhir usiaku.
Masuk di usia 40 tahun ini aku ingin mengatakan pada diriku sendiri: tak ada yang perlu kau sesali dalam perjalanan 40 tahun ini. Saat ini kita benar-benar telah tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Tak perlu juga kau tangisi hal-hal kecil yang bisa kau maafkan dengan lapang hati.
Barakallah fii umrik. Semoga diri ini dapat terus menjadi teladan yang baik untuk anak-anak, tempat pulang terbaik bagi suami. Barakallah fii umrik. Mari lebih sering memeluk diri sendiri agar hatimu lebih ringan.
Osaka Jepang – 3 Maret 2026