Apa sih yang terbayang jika ada ajakan ngopi? Kalau aku yang terbayangnya pasti di tempat yang asik bareng teman-teman yang sefrekuensi ngobrolin hal yang ringan dan sama-sama kita suka. Nggak mungkin juga ngopi tapi sama yang kita tau obrolannya garing kecuali pas ada job #ehkokjujur. Ngomongin soal ngopi, kali ini aku mau cerita tentang event ngopi yang kubuat bersama tim ku yang mengangkat tema kesehatan mental ibu nama event nya Coffee for Change.
Tugas Akhir, Bergerak Membuat Perubahan
Sebelum masuk ke cerita event sejenak flash back dulu ke tim yang aku buat ya. Sejak 2017 yang lalu aku mulai kuliah secara daring di institut ibu profesional. Tahun 2021 yang lalu adalah akhir dari kelas yang kujalani. Total sudah 4 tahun aku menjalani 5 kelas perkuliahan.
Seperti mahasiswa pada umumnya, pasti ada tugas akhir kan ya, kali ini tugas akhirku cukup menantang. Kami yang berjumlah kurang lebih 500orang diminta untuk mencari masalah hidup. Masalah hidup tiap orang kan beda-beda kebayang yak 500orang lebih diminta nulis masalah hidupnya. Namun salah satu clue nya adalah masalah yang dipilih adalah masalah yang harus di pikirkan solusinya. Masalah ini nanti akan disebut sebagai tantangan dan harus diselesaikan. Ini adalah benar-benar sesuatu yang kamu rasa menjadi tantangan dalam hidup. Kalau ga diselesaikan ga nyaman deh hidup kita.
Setelah banyak menulis di jurnal dan diskusi bersama pak suami, ternyata masalah utamaku adalah MANAJEMEN EMOSI. Agak di bold ini tulisannya, bahasa keren nya iya manajemen emosi tapi bahasa sehari-harinya mudah marah, gampang ngegas, overthinking dan tambahan kawan-kawannya yang membuat kenyamanan di keluarga berkurang.
Oke sip, aku mengangkat tema ini lalu melakukam kampanye untuk tugas akhirku untuk mencari tim yang bisa mendukung programku menjadi pribadi yang cerdas mengelola emosi. Nah dari kampanye ini aku berhasil mengumpulkan 6 orang sahabat yang bergerak bersamaku dimana dua orang diantaranya adalah Psikolog Klinis Dewasa dan Psikolog Anak. Lalu kami tergabung bersama ekosistem yang disebut dengan ekosistem Ibu Pembaharu.
Dari masalah dicarikan solusi lalu dibuatlah sebuah gerakan. Gerakan yang kubuat kunamakan BERSEMI (BERSAMA CERDAS EMOSI). Fokus utama gerakan kami adalah edukasi kesehatan mental ibu. Kamu boleh banget mengunjungi media sosial kami di instagram dan facebook.
Merayakan Kesuksesan Event Ngopi
Yang namanya tugas akhir maka kami tidak akan ada akhir jika tak ada bukti nyata. Salah satu bukti nyata yang diminta adalah gerakan kami mampu membuat acara ngobrol bareng dengan mengundang narasumber ternama yang sudah membuat banyak perubahan nyata bagi masyarakat. Karena aku bergerak di edukasi kesehatan mental maka aku pengen banget mengundang narsum yang sudah punya wadah edukasi kesehatan mental terutama amarah. Bertemulah diriku dengan Ibu Diah Mahmudah, Psikolog yang merupakan Founder Dandiah Care dan penulis buku Anger Management. Beliau sudah memberikan training Anger Management di banyak kota di Indonesia.

Sebelum sesi ngopi bersama bu Diah, tim ku juga membuat acara ngopi bersama salah seorang Psikolog di tim ku. Beliau ini juga punya wadah penanganan dan edukasi kesehatan mental bernama ZaHa Care, Beliau adalah mba Elsy Junilia, S.Psi,M.Psi, Psikolog. Tema yang kami angkat bersama mba Elsy adalah mengelola emosi ibu yang mendampingi remaja

Bagaimana perasaanku setelah kedua event ini berlangsung? Aku ngerasa tim ku sukses membuat event ngopi yang high ending energy. Dimana peserta sangat bersemangat untuk ikut dan bertanya tapi waktu yang membatasi sehingga event ngopi kami harus berakhir. Dari testimoni dan ungkapan peserta yang hampir semuanya ibu-ibu, mereka sangat senang sekali dan merasa event yang kami buat sangat bermanfaat.
Jika teman-teman ingin melihat rekamannya dan memiliki anak usia remaja atau menjelang remaja, bisa banget intip rekaman sesi mendampingi remaja berikut ini.
Melihat antusiasme dan kebermanfaatan event yang kami buat ini, insyaAllah bulan depan kami akan membuat event yang bertema kesehatan mental juga tapi kali ini fokusnya adalah ke support pasangan dalam mengelola emosi. Jadi jika kamu merasa komunikasi dengan pasangan sering bikin kamu mudah ngegas, sering kali juga anak yang jadi korban kekesalan pada pasangan, bisa banget ikut event kami bulan depan ya.
Supaya tidak ketinggalan info kelas manajemen emosi dan event lainnya silahkan kunjungi media sosial Sahabat Bersemi. Bersama Cerdas Mengelola Emosi
Instagram: https://www.instagram.com/sahabatbersemi
Facebook: https://www.facebook.com/sahabatbersemi

Wah saya perlu info manajemen emosi yang kayak gini karena saya orangnya overthinking. Semoga aja ada event berikutnya yang jangkauannya lebih luas.
Rerata masalah wanita kalau sudah memasuki dapur pernikahan adalah manajemen emosi. Ya jadi suka marah. Apalagi kalau sudah ada anak yang sekolah, pagi-pagi sudah kayak petir aja tu suara wanita. Hahahaha (curhat). Saya juga masalahnya di manajemen emosi, terutama pagi-pagi. Selepas anak-anak pergi sekolah, emosinya terkendali lagi. hihihihih
Manajemen emosi terhadap anak, manajemen emosi terhadap suami…wahh ini penting banget sih untuk dipelajari kan, Uni… Karena keduanya itu kunci rumah tangga yang bahagia dan sehat. Terutama untuk para ibu nih…
Belum kebayang buat menjadi seorang ibu. Menjadi ibu rumah tangga dengan mengurus anak itu adalah pekerjaan 24jam non stop, apalagi mereka yang juga harus bekerja diluar. Me-manage emosi adalah salah satu kunci bahagia. Selalu suka dengan pembahasan mengenai psychology, bakal ikutan next sharing sessionnya nih “support pasangan dalam mengelola emosi”.
Wah keren ikutan IIP ya mbak?
Kesehatan mental memang belakangan menjadi salah satu isu yang paling disorot apalagi saat pandemi lagi punak2nya kemarin ya mbak?
Bagus nih ada event2 kyk gini buat nimba ilmu dan sharing bareng buat ngilangin beban juga ya 😀
Eh tapi ini khusus member IP aja ya yang boleh ikutan?
Beneran kurasakan harus cerdas mengelola emosi karena dampaknya ke anak hiks. Sukses ya buat Sahabat Bersemi.
kalau aku ada masalah dengan manajemen solusi mba, karena bekerja kantoran, di rumah masih ngeblog dan ngurusin anak juga suami jadi kadang suka mager dan marah2 sendiri kalau kecapekan
Kemana saja saya sampe belum tau acara ini, temanya memang pas banget dengan yang dialami ibu rumah tangga pada umumnya, manajemen emosi untuk menghadapi anak dan pasangan butuh cara yang berbeda ya mba
mengelola emosi memang menjadi salah satu pelajaran paling berharga dan paling berat ya mba unutk kita selaku orang tua. Dengan adanya event seperti ini kita bisa belajar lebih banyak ya
Saya pernah juga ikut WS online ya Teh Diah. Semoga suatu saat bisa ikut event offlinenya
Keren sekali mba bisa membuat gerakan Bersemi dan ada pembelajarannya. Berkah ya mba ilmu dan gerakannya. Semoga banyak ibu2 yang terbantu dengan cara pengelolaan emosi ini.
Masalah manajemen emosi emang harus diperhatikan yah karena banyak yang selama ini justru menekan emosinya karena takut di-judge. Gak mau kelihatan takut, supaya gak dibilang cemen atau gak mau sedih supaya gak dibilang cengeng,
Semoga kita semua bisa mengelola emosi kita dengan lebih baik yaaah
Lagi ngopi baca tulisan MANAJEMEN EMOSI hampir nyembur karena kayak ngomongin diri aku sendiri 😂 masalah aku juga nih mak.. gampang ngeGAS. Semoga aku bisa ikutan di kelas berikutnya.
Benar mbak. Skill yang bisa digunakam sepanjang masa. semoga next bisa ikutan ya
tema dan solusinya bagus mba, aku juga sama, masih punya masalah manajemen emosi di rumah, apalagi kalau lagi cape dan bad mood, sulit banget rasanya ngendaliin emosi deh
Benar mbak. Semoga kita makin cerdas mengelola emosi ya.
Anakku masih kecil sih tapi entah kenapa sering deg degan gimana nanti tips parenting yang bisa aku terapkan saat dia mulai remaja karna membersamai tumbuh kembang anak remaja psti lebih sulit dari anak anak , makanya harus banyak menabung bekal dari sekarang ya
Sepakat mba. Aku saat ngobrol sama yang punya anak remaja rasanya deg degkan banget mempersiapkam diri
Wuih keren. Event yang banyak manfaat. Jadi kepengen nonton deh acaranya. Nanti lihat ah. Aku suka dengan narasumbernya. Pernah ikut juga kelas healingnya. Segera deh lihat videonya, dari awal sampe akhir.
Alhamdulillah mbak banyak ibu yang terbantu
Event bulan depan kalau mau ikutan bagaimana caranya nih? Mau juga belajar terkait komunikasi dan emosi dengan keluarga.
Cukup follow instagram kita aj teh biar ga ketinggalan update kelas
ilmu yang bermanfaat nggak cuma untuk anak anak tapi orang dewasa juga, sejak pandemi banyak orang yang tak mampu menahan emosi karena tekanan hidup yang makin berat
Wah tugas akhirnya cukup menantang. Mencari problem yg kita harus tahu cara menyelesaikan problem tersebut. ..
Kalau saya apa ya problemnya? sebagai bapak rumah tangga.
Mungkin anak anak sangat susah diatur kali ya?
tfs
Alhamdulillah ada rekamannya ya, jadi bisa ikutan dapat juga ilmunya. Maklum punya anak yang mau pra remaja. Harus pintar-pintar berkomunikasi biar tidak saling tarik urat.
bagus ini topiknya mbaa.. bisa bermanfaat untuk para ibu juga ya. semoga lancar untuk event2 selanjutnya yang lebih inspiratif lagi
Wah sayang banget kelewat buat ikutan acara ini. Ternyata kalau tidak ditandain malah seringnya lupa. Hiksss.
mantap tema bulan depan ya mengelola emosi, karena emang jaman sekarang hati dan fikiran gampang hancur karena masalah2 sepele, emosi meledak2, dan pelampiasannya kadang keanak 🙁
Jadi tertarik ngebahas managemen emosi, terlebih me manage anak yang tumbuh remaja di zaman teknologi. Bagaimana bersikap, bertindak sebagai orangtua agar anak tetap patuh dan menghargai orangtuanya.
Memang ini tema yg sangat relevan sampai kapanpun, dialami oleh siapapun. Sukses ya utk semua even2 selanjutnya Kakak