Umi Journeys

Gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK) Pada Anak

Gejala ISK pada anak

infeksi saluran kemih anak

Waspada Gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK) Pada Anak. Saya sudah sering mendengar dan membaca tentang Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak, penyakit ini termasuk yang rentan dialami anak-anak terutama anak perempuan. Tidak pernah terbayangkan jika anak perempuan saya juga akan mengalaminya. Tepatnya pada akhir bulan April 2021 yang lalu, anak pertama saya selalu menolak jika saya minta jongkok untuk membantunya keramas. “Gak mau mi, sakit …, “ ujar Aqila anak pertama saya diikuti tangisannya. Jangan-jangan ini ISK? Apakah ISK bisa sembuh?

Sebagai orang tua sudah pasti cemas yang saya rasakan bertambah besar karena ini sudah kesekian kalinya dia menangis. Awalnya saya berfikir dia merasakan nyeri di perutnya karena sedang belajar puasa ramadhan. Tetapi setelah beberapa waktu saya tanyakan lagi bagian mana yang sakit, dia menunjuk perut bagian bawah mengarah ke bagian kantong kemihnya. Saya semakin was-was dan meminta suami segera mempercepat jadwal kami ke dokter.

Jadwal suami yang begitu padat ternyata membuat kunjungan kami ke dokter tertunda hingga kami sekeluarga mengunjungi mertua di Kota Tanjungpinang pada awal Mei 2021. Sesampainya di Tanjungpinang, Aqila masih mengeluhkan sakit di perutnya sehingga saya dan suami membawanya ke dokter anak hari itu juga. Kami mengunjungi dokter anak yang biasa dikunjungi oleh kakak ipar saya yaitu dr. M. Rizqa, Sp.A, M.​Kes atau yang biasa disapa dr.Rizqo di tempat praktek beliau di Batu Delapan Tanjungpinang.

Ini kali pertama saya mengunjungi dokter anak di luar kota yang artinya lebih banyak hal yang harus saya sampaikan ke dokter terkait riwayat kesehatan anak. Beberapa bulan sebelumnya Aqila sudah pernah dibawa ke dokter di kota kami tapi bukan dokter anak namun dokternya tidak fokus ke sakit anak dan malah menganggap ini karena anaknyna susah makan. Akh masa iya padahal sakitnya disebelah kanan dan bagiain bawah perut? Saya masih tidak yakin.

Apa itu Infeksi Saluran Kemih (ISK)?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia di websitenya, Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi pada ginjal dan saluran kemih serta merupakan penyakit yang sering menyebabkan gagal ginjal pada anak yang mengakibatkan anak memerlukan tindakan cuci darah (dialisis) dan cangkok ginjal (transplantasi ginjal). Saya membaca ini saja sudah sangat waspada akan ISK, karena dokter baru mengatakan gejalan dan mendapatkan hasil lab nya.

Saat memulai observasi, dokter Rizqo menanyakan sejak kapan kira-kira putri kami mengalami sakit diperut, apa saja yang mencurigakan yang saya lihat dan bagaimana cara membersihkan vaginanya. Saya sedikit ragu menjawab pertanyaan sejak kapan, karena sebenarnya putri pertama kami ini sering sekali menungging yang dikira cacingan oleh neneknya tapi itu nggak mungkin karena anak-anak sudah selalu dikontrol. Melihat saya yang ragu lalu dokter Rizqo memutuskan ini sudah cukup lama dan langsung meminta kami membawa putri kami ke RSUD Raja Ahmad Tabib Kepri.

Beberapa Gejala ISK Yang Harus di Waspadai

Berikut beberapa gejala ISK yang dialami oleh putri kami namun terlambat saya sadari:

  1. Nyeri pinggang. Jadi putri kami itu sering sekali menungging sambil tiduran, saya sungguh sangat menyesal karena abai dengan tanda ini.
  2. Air kemih keruh.
  3. Vaginanya nyeri saat pipis.
  4. Demam tinggi naik turun. Nah ini kemarin yang terjadi ya, mungkin ini sudah puncak sakitnya dia jadi putri kami sampai demam selama dua hari namun demamnya naik turun.

Saya sungguh menyesali diri saya yang sangat lambat mengenali gejala sakit pada anak-anak kami. Sama seperti saya agak lambat mengetahui putri kami mengalami jantung bocor. Baca disini Cacatan seorang umi: Anak Jantung Bocor.

Pemeriksaan Lab Untuk Gejala ISK

Gejala-gejala tersebut diatas adalah gejala yang dilami anak saya dari apa yang kami lihat. Untuk pastinya dokter Rizqo lalu meminta kami melakukan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi serta ultrasonografi (USG). Untuk pemeriksaan dokter menyarankan agar tidak makan dan minum dua jam sebelumnya. Semua periksaan itu hanya didampingi oleh suami saya, karena kami masih memiliki dua orang balita lagi yang tidak memungkinkan untuk dibawa ke rumah sakit bersamaan. Pemeriksaan ini termasuk yang lengkapnya ya, karena ada teman yang diminta hanya pemeriksaan laboratorium. Mungkin karena putri kami sudah memiliki beberapa gejala sekaligus seperti nyeri perut dan demam tinggi.

Hasil pemeriksaan keluar pada hari yang sama, kita hanya diminta menunggu beberapa jam. Dokter radiologi menjelaskan kepada suami saya bahwa semua organ di perut anak kami baik-baik saya (alhamdulillah), namun tetap ada yang harus diperhatikan dan didiskusikan dengan dokter anak. Hasil lab dibawa kembali ke dokter anak dan disampaikan bahwa putri kami mengalami sistitis intinya seperti peradangan pada saluran kemih dibagian bawah yang disertai adanya bakteri. Begitulah kira-kira yang saya tangkap dari pemaparan dokter.

Dokter meminta saya untuk lebih memperhatikan asupan air putih yang dikomsumsi oleh anak-anak. Anak kami termasuk yang sedikit sulit diajak minum air putih, dan itu yang menjadi salah satu penyebab peradangan pada saluran kemih. Selain itu cara cebok setelah BAB juga harus lebih diperhatikan terutama pada anak perempuan dimana vagina sangat rentan dimasuki oleh bakteri terutama jika cara membersihkan anus dan vagina tidak tepat.

Kapan Infeksi Saluran Kemih (ISK) Sembuh?

Setelah konsultasi dan mendengarkan penjelasan yang lumayan panjang dari dokter Rizqo, akhirnya diresepkan beberapa obat. Yang paling banyak adalah obat untuk membunuh bakterinya, obat itu dikonsumsi sekitar dua minggu tanpa berhenti. Setelah dua minggu kami diminta kembali konsultasi kedokter dan melihat perkembangannya.

Menjelang dua minggu ternyata kami harus kembali ke Batam tepat sehari sebelum jadwal pemeriksaan. Sesampainya di Batam saya membawa putri kami ke dokter Yuri Lee Sp.A dengan membawa hasil laboraturium dan menyampaikan tentang pemeriksaan serta obat yang didapatkan selama di Tanjungpinang. Dokter Yuri menyampaikan jika semua antibiotik sudah dikomsumsi dengan benar maka seharusnya bakterinya sudah tidak ada dan anak akan baik-baik saja kedepannya. InsyaAllah, ya, semoga ini adalah akhir perjalanan dari Infeksi Saluran Kemih yang dialami oleh anak kami.

Sebelum pulang dokter juga berpesan agar selalu memperhatikan kecukupan air putih untuk anak serta mengajari cara membersihkan kelamin saat buang air besar agar bakteri tidak sampai ke vagina.

Semoga bermanfaat, jika anak-anak memiliki sedikit saja gejala yang mencurigakan segera bawa ke dokter, ya. Infeski saluran kemih jika belum sampai ketahap yang akut insyaAllah lebih mudah untuk sembuh. Mencegah sesegera mungkin lebih baik.

Exit mobile version