Umi Journeys

Semangat Mengurangi Sampah Plastik di Plastic Free July

Semangat Mengurangi Sampah Plastik di Plastic Free July. Dibulan Juli 2019 yang lalu saya mengikuti kampanye plastic free july (juli bebas plastik), tahun ini saya mengikutinya melalui komunitas Gemar Rapi di instagram.Plastic Free July adalah kampanye yang dipimpin oleh Plastic Free Foundation. Jadi setiap tahun, jutaan orang di seluruh dunia menerima tantangan dan memilih untuk menolak plastik sekali pakai. Visinya adalah untuk melihat dunia tanpa limbah plastik. Saya mencoba menjadi bagiannya dengan mengikuti kampanye ini.

Kenapa sih harus repot-repot mengurangi sampah plastik, bahkan kalau bisa bebas plastik?

Ada 5 alasan yang sudah bisa membuat kita berfikir ulang untuk menggunakan plastik sekali pakai.1. Bumi kita sudah terlalu kotor. Iya ini gak usah dijelaskan panjang lebar. Sampah dimana-mana itu memprihatinkan sekali. Tidak hanya dari rumah tangga namun juga hampir dari semua lini kehidupan masyarakat. Semua merasa cukup membuang sampah pada tempatnya.

2. Sampah plastik merusak ekosistem. Sering lihat kan di sosial media atau di televisi bagimana hewan laut sangat menderita. Berapa banyak sampah kita yang mengalir ke laut dan menyakiti makhluk laut lainnya.

Gambar dari freepik.com

3. Sampah plastik membutuhkan waktu lama untuk terurai.

Gambar dari buku Menuju Rumah Minim Sampah

4. Dengan menggunakan plastik sekali pakai kita sudah ikut menghancurkan bumi secara perlahan.

5. Saat ini sudah banyak kok alternatif lain yang bisa kita pilih selain plastik sekali pakai.

Keluarga kami sendiri sudah beberapa bulan yang lalu mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Namun agar lebih semangat lagi maka saya juga bergabung di kampanye bebas plastik ini.

Apa Saja Persiapan Kami

Untuk mendapatkan semangat lebih di kampanye tahun ini saya memilih bergabung di telegram gemar rapi. Ada dua formulir yang disediakan dan harus diisi. Yang pertama formulir dalam komunitas gemar rapi dan yang kedua formulir di website plastic free july.Selain itu saya juga bergabung ke dalam telegram komunitas gemar rapi. Ternyata di telegramnya ada materi terkait kampanye ini setiap hari senin hingga jumat. Jadi makin mudah deh mempersiapkan challenge kali ini.

Gambar dari Telegram Komunitas Gemar Rapi

Jadi berikut adalah hal yang saya persiapkan untuk keluarga1. Sediakan botol minum. Ini penting banget jadi kita tidak perlu lagi membeli air mineral botolan atau memakai gelas plastik sekali pakai.2. Tas kain atau totebag untuk belanja. Apalagi kalau sering mau keluar rumah alias jajan.3. Kotak makan atau kontainer untuk wadah makanan. Saya juga sediakan kotak untuk anak. Karena makanan kita pedas dan anak tidak.4. Sedotan stainless (baru bisa beli ini pengennya yang bambu)5. Sendok dan garpuDaftar di atas alhamdulillah selalu tersedia dan dibawa ketika keluar rumah. Kami utamakan menggunakan yang ada dirumah tanpa harus beli baru.

Nano nano Perjalanan Juli 2019

Nano pertama. Aktivitas belanja kepasar biasa saya lakukan 2x seminggu. Karena kulkas kami kecil dan pasar juga dekat dari rumah. Jadi belanja selalu membawa tas dan mini kontainer.

Diawal saya membawa kontainer untuk cabe dan bawang tukang sayur nanyain. Kenapa harus bawa ginian sih mbak? Jadilah ada sesi penjabaran kenapa saya tidak mau terima kresek lagi. Walau beberapa hari kemudian penjual sayur nanyain lagi.Lalu penjual ayam dan penjual ikan. Ini walau sudah saya beri kontainer tapi tetap dilapisi kresek. Alasannya nanti airnya netes buk. Lalu saya jawab “tenang pak ini kontainer ketat” sambil kreseknya saya buka dan saya goncang kontainernya biar si bapak penjual ikan yakin. Lain hari saya pindah ke penjual ayam yang lain dan si bapaknya lirik-lirikan sama temannya sambil senyum-senyum. Iya gak apa sih ya respon nya berbeda. Karena dipikir ribet dan lain-lain. Tapi namanya juga saya berproses. Yang masih tantangan adalah saat membeli santan. Masih di plastikin. Bingung mau bawa botol saja apa ya.

Nano kedua. Juli 2019 bertepatan dengan liburan sekolah. Walau anak saya tidak berangkat kesekolah karena kami homeschooling tapi keluarga suami saya dari kalangan guru. Karena libur maka ada kedatangan keluarga mama mertua. Ini membuat perjalanan bebas plastik jadi menantang. Karena aktivitas makan diluar jadi lebih sering.

Hal yang selalu saya bawa jadi saya usahakan saya bawa lebih. Saudara ipar jadinya saya berikan hadiah sedotan stainless agar kalau kami minum diluar sama-sama kita barengan gak memakai sedotan plastik lagi. Walau kecil saya bersyukur bisa mengajak serta keluarga.

Sifat Pelupa Adalah Musibah Bagi Pejuang Bebas Plastik

Ini benaran musibah banget ya. Gak seru perjalanan tanpa tantangan. Dan tantangan saya adalah sifat pelupa saya.Pertama kadang dipasar karena sudah langganan dan percaya sama tukang sayur yang sudah saya “jelaskan” jika saya tidak terima kresek.

Saya kadang lupa memeriksa lagi tas belanja saya. Ternyata sampai dirumah ada saja kresek yang diselipkannya. Huh.Kedua saat keluarga mertua datang kami sering makan diluar. Diusahakan makan di tempat yang nyaman dan tanpa stereofoam dan gelas plastik.

Tapi namanya pelupa saya beberapa kali meninggalkan botol minum bawaan kami di tempat makan. Ada yang kadang di kejarkan pelayannya kesaya ada yang hilang tanpa jejak. Dan respon suami saya “namanya juga masih proses belajar. Ikhlaskan ya, syukur gak tupperwa** kamu kan”.Haha ini antara sedih dan mau ketawa.

Ketiga yang paling sering kecolongan adalah mengingatkan suami jika belanja tolong bawa tas belanja. Masih berat nih ngingatin para bapak. Kalau diingatin alhamdulillah dia bawa tasnya. Kalau saya lupa ingatkan kaka selamat datang kresek. Tapi gak salah suami juga sih karena belanja biasanya kan tugas saya.Itulah perjalanan juni bebas plastik saya.

Memang belum bebas 100%. Tapi insyaallah saya berproses. Minimal dari tidak memakai sedotan dan minuman kemasan sekali pakai, juga sudah total tidak menggunakan pospak karena telah beralih ke clodi. Juga minimal mengusahakan membawa tas belanja kemanapun saya pergi. Bagaimana dengan kamu? Sudah mulai mengurangi plastik sekali pakai kah?

Sumber bacaan:
Halaman web www.idntimes.com/life/inspiration
Telegram Komunitas Gemar Rapi
Penglaman Pribadi

Exit mobile version