Umi Journeys

Sosialisasi Anak HS

​🌸 Resume Kulwap Sosialisasi Anak HS🌸
 *Sosialiasi Anak Homeschooling*

❤ Narasumber: Ida Nuraini (Founder HSMN)

🗓 Hari: Senin-Rabu, 8-10 Mei 2017

⏰ Pukul: 09.00-10.00

🎙Host: Kalimantan

📻 Moderator: Aisyah, Elin, Husna

📝 Notulen: Elin
*Biodata Narasumber*
✨ Nama lengkap : Ida Nur’aini Noviyanti

✨ Status keluarga : menikah, 4 anak

✨ Domisili : Taiwan

✨ Riwayat pendidikan/pengalaman:

S1 Komunikasi Undip

S2 Kurikulum Upi

S2 Komunikasi Sahid

S2 Manajemen Bisnis Upi
✨ Aktivitas saat ini:

Irt dengan 4 anak

Tutor UT Luar Negeri

Pembina YGJ

Pemilik LPK Smart and Fun Home Semarang

Akademik PKBM PPI Taiwan 

Ketua Tim Akreditasi PKBM PPI Taiwan
*Pengantar Materi*
Assalaamu’alaikum Wr. Wb. Semoga para bunda senantiasa bersemangat dalam membersamai ananda berjuang di jalan Allah. Materi kulwap hari ini membahas sosialisasi anak HS. Masalah sosialisasi termasuk masalah yang membuat para ortu galau ketika mau memutuskan HS selain masalah ijasah. Jika melihat pengertian sosialisasi yakni proses penanaman/transfer kebiasaan, nilai, aturan dan budaya dari satu generasi ke generasi lainnya dalam kelompok/masyarakat. Anak bersosialisasi pertama kali sejak lahir yang merupakan sosialisasi primer dan sekunder ketika bergabung dengan masyarakat. Hal ini karena manusia hidup butuh interaksi. Adapun jenis-jenis sosialisasi pelaku HS antara lain dengan sesame HS, non HS, lingkungan homogen missal dengan sesama muslim/yang memiliki hobi sama,  lintas usia dan lingkungan heterogen yakni ketika anak sekolah dimana anak berteman dengan teman sekolahnya saja sehingga di sekolah muncul geng2an antar anak sekolah. Pelaku HS tidak canggung dalam berteman dengan siapa saja karena untuk anak HS, belajar itu bisa dimana saja, dengan siapa dan kapan saja sehingga HS bukan berarti anak Cuma di dalam rumah saja. Linda Montgomery mengatakan anak HS tidak terisolasi dari aktivitas anak seumuran. Sedangkan menurut Thomas, jika anak formal bersosialisasi secara horizontal maka anak HS bersosialisasi secara vertical dengan tanggungjawab, melayani, temporer, fleksibel, hormat pada ortu sebagai guru utama untuk anak pelaku HS dan berada pada zona nyaman. Rasulullah dititipkan ke ibu susu jauh dari kota untuk menjauhkan dari penyakit peradaban, memperkuat fisik, mengajarkan bahasa Arab fasih sejak dini hingga usia 6th baru kemudian kembali ke pangkan ibu, namun sebelum usia 6th lingkungan sosialisasi Rasulullah adalah keluarga dan lingkungan terdekat. Media sosialisasi adalah keluarga, teman, sekolah, media massa dan organisasi. Pelaku HS dapat belajar organisasi melalui organisasi masjid, komplek perumahan ataupun organisasi hobi. Hal ini karena waktu yang dimiliki pelaku HS yang bebas sehingga bisa bergabung dengan organisasi apa saja dan dimana saja, berbeda dengan anak sekolah yang belajar berorganisasi terbatas hanya melalui OSIS atau kegiatan di sekolah karena waktu yang terbatas. Demikian sekilas penjelasan saya mengenai sosialisasi bagi anak HS.
*Tanya Jawab*
1⃣ Assalaamu’alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh
bu ida saya ingin bertanya

1. apa indikatornya anak yg baik dlm bersosialisasinya utk anak HS ?
2. Jika kita mmbatasi anak balita dlm bergaul dg teman”nya (krn teman”nya brakhlaq yg tdk sesuai dg pengajaran kita drmh) apa akan mempengaruhi psikologi anak dlm bergaul/bersosialisasi dg tmannya?
3. Usia brpa anak bs dlepas sendirian dlm bergaul (utk anak HS) agar tdk terpengaruh perilaku buruk lingkungannya trlebih teman”nya ?
Jazaakillaahu khoyron
1⃣ 1. Indikator anak baik dalam sosialisasi jika peran anak di lingkungan   yg baru meningkat misal dengan dipercayanya anak berpartisipasi dalam lingkungan tersebut itu pertanda lingkungan percaya dengan kemampuan anak sehingga rasa percaya diri anak juga meningkat. 
Anak terintegrasi dg kuat dg masyakat dalam setiap aktivitas ditandai dg memiliki keakraban, cirinya dg mudah menyesuaikan diri dg masyakat salah satunya bisa  berdamai jk ada konflik. 
Ciri lainnya adalah memiliki banyak teman atau relasi dari semua tingkat usia sehingga menunjang dalam karir dan bidang yg diminati anak. 
2. Alangkah lebih baik jika anak diberikan imun daripada mensterilkan dg mengisolasi dari teman2nya. Imunitas k anak dg syarat ortu harus bs mendampingi ketika anak bergaul dg teman2nya yg beraneka ragam tsb jika ortu tdk bs mendampingi bisa didampingi kakak atau saudara yg selaras pola asuhnya dg visi misi kita. Sy akan memberikan jawaban bukan dari sisi ilmu psikologi krn sy bukan psikolog tapi berdasarkan pengalaman mendampingi anak2 sy..anak pertama krn sy dulu pekerja maka anak lebih “bebas” dalam berteman, sy beri pemahaman k anak bagaimana memilih teman yakni teman yg membuat dia utk selalu ingat Allah, berbuat baik dan bermanfaat. Ketika pulang k rmh memang tdk jarang ada kalimat “aneh” yg kami dengar yg tdk ada d rumah, namun kami beri penjelasan k anak mengenai kalimat aneh tsb yg tdk baik dan tdk disukai Allah. Bahkan anak pertama tsb pernah jadi anak alay d kls 5-6  krn mengidolai jkt 48 yg saat itu lagi digandrungi teman2nya. Kami sbg ortu tdk bs langsung melarangnya namun kami terus berikan pemahaman bahwa aktivitasnya termasuka kegiatan yg sia2. Alhamdulilillah ketika sdh baligh anak paham bahwa sikapnya selama kls 5 dan 6 adalah tdk baik dan sekarang anak bs selektif dan menolak jika ada ajakan yg tdk baik bahkan cerita jika teman2nya yg dulu baik2 saja/kalem justru sekarang bersikap sebaliknya. Mungkin para bunda prnah mendengar ucapan ortu yg spt ini..”kenapa sih anak saya yg saat sd kalem, baik, nurut kok sekarang ketika smp/sma jadi suka melawan dan berteman dg teman2 yg tdk baik?” Salah satu penyebabnya adalah krn ortu lebih mensterilkan anak dari lingkungannya daripada memberikan imunitas ke anak.

Sedikit tambahan utk no 2..sy merinding juga mendengar cerita anak sy teman2nya yg dia kenal baik2 itu memposting foto2 vulgar dg teman2nya d medsos. Kebetulan ada salah satu temannya yg sy kenal, sy tanya perubahan skp anak tsb, anak tsb menjwb jika dulu saat SD anak blm punya kekuatan utk melawan dan belum ada kebebasan dibandingkan sekarang. Sy tanya juga apakah ortu tau dg postingan tsb, anak tsb mnjwb tdk, krn anak tsb memiliki akun fb yg tdk diketahui ortunya dan ortu tdk kenal teman2 dari anak tsb. Saran sy, kenali teman2 anak kita trmsk ortu dari teman anak kita. Kalau perlu sesekali silahturrahim dg ortu dari teman anak kita sehingga kita bisa sama2 saling mengingatkan. 
3. Ketika anak sdh tau baik buruk dan apa yg boleh dan tdk boleh menurut Allah. 
2⃣ Tyas, hsmn solo

Anak sy perempuan umur 4 th, sgt sensitif. Perlu pemanasan lbh lama klo ktmu org baru. Thn lalu sy masukkan paud, tp cm brtahan seminggu. Krn stlh seminggu ortu g boleh nungguin, jd anak hrs dtinggal scr paksa. Sprtinya anak sy trauma dtinggal d sekolah, smp ngigau pas tidur siang. Gmn cara “menyembuhkan” traumanya? Apakah ini berarti anak sy lbh baik diarahkan utk hs (krn dia lbh nyaman belajar dg org yg sdh lama dkenalnya)? Terima kasih utk jwbn bu ida..
2⃣ Bunda tyas yg baik, tipe2 anak beda2..sptnya tipe anak ibu tipe introvert, anak introvert cenderung lama utk berbaur dg lingkungan, jangan dipaksa bun, termasuk jika anak blm mau salam. Sbg ortu kita jangan mempermalukan anak ini ketika dia malu2 utk salaman dan cepat berbaur. Kita beri waktu k anak, jika anak tdk mau kita bilang saja, mhn maaf bu guru ini anak sy blm mau salam, nanti klo sdh mau salam anak sy akan menemui ibu guru. Begitu sj, jgn sampai terlontar ayo nak salam, kamu kok gak sopan sih gak salam pdhl mksd anak bukan tdk sopan tp memang anak tsb butuh waktu utk percaya dan nyaman baru bisa salam  dan berbaur. Ortu sdh melabel anak. Anak2 introvert kekurangannya d situ tapi ada kelebihan lain yg tdk disadari ortu yakni anak introvert memiliki kelebihan dalam bidang akademik dan menghafal. Kalau utk hs, perlu ditanyakan lagi ke anak jika anak sdh merasa nyaman dan melakukan uji coba d sekolah yg menjadi pilihan anak, bukan piilihan ortu. Sedangka utk traumanya silahkan berkonsultasi dg psikolog y bun biar lebih tepat jawabannya.
3⃣ Assalamualaikum. Salam kenal saya sabrina dr banda aceh domisili perancis.
pertanyaan: ananda 6th,anak HS itu pergaulan sosialisasinya beda dengan anak lain, dimana Anak sekolah terbiasa bermain dengan teman sebaya selama bertahun-tahun.sedangkan anak HS  sosialiasi lintas-usia👵🏻👱🏻‍♀💁🏻 anak-anak berinteraksi dengan anggota  keluarga, di lingkungan sekitar anak-anak bermain tanpa memandang usia.kelebihannya anak dapat dgn mudah berintegrasi dgn masyarakat dlm organisasi dan pekerjaan.bagaimana mendidik anak agar cakap dlm pergaulan shga dsenangi oleh semua org,krn ananda sering ngambek tdk mau berteman lg sampai lama,bila org lain tdk mau berlama main dgnnya
3⃣ Bunda sabrina yg baik, wah tinggal di perancis y..apakah temannya bunda dian yg putrinya ikt kelas online?
Diberi pemahaman k ananda kalau kemauannya tdk selalu bisa dituruti termasuk ketika  bermain dg teman2nya karena temannya punya keperluan lain sama spt ketika ananda bermain dg adiknya, adik ingin bermain lama tapi kk tdk bisa karena kk punya keperluan lain, bunda tdk bs memaksa dan adik diberi pemahaman bahwa kk punya urusan pribadi sehingga adik dialihkan utk bermain sendiri atau bermain dengan bunda. Diberi pemahaman terus menerus, insya Allah pada saatnya anak akan paham. Termasuk soal berkomunikasi dg usia yg lebih tua melalui telp,wa atau media apapun, biasakan dg salam pembuka, perkenalan, tujuan menghubungi, ucapan terima kasih dan mhn maaf, kata penutup dan salam penutup. Krn kalau tdk, hingga mhsw msh byk yg tdk memiLiki etika ketika berkomunikasi dg usia yg lbh tua apalagi k guru. Krn sy pernah punya mahasiswa kalau menghubungi dosennya bilangnya..bu, sy bisa ketemua ibu, dimana?tunggu y bu, ciao. Adab2 ini perlu dilatih dan diajarkan d rmh. 
4⃣ Asslm,perkenalkan sy wati binds Faris dr HSMN tangerang. Sy ingin bertanya. Apakah jika anak qt HS itu mereka hny mempelajari pljran2 pokok saja yg akan di UN kan atw tetap mempelajari semua mata pelajaran yg ada di sekolah formal??? Lalu adakah anak HS memiliki kesempatan yg sama dlm melanjutkan ke PTN?🙏🏻
4⃣ Bunda faris yang baik, pertanyaan ibu cocoknya di kulwap legalitas tp tidak apa2, sy jawab saja y agar yg lain paham. Ketika anak hs ingin mendapatkan ijasah maka anak hs masuk dlm lembaga formal atau non formal maka anak harus belajar semua mapel tdk hanya mapel yg akan diujikan saja krn perlunya mengisi nilai2 yg ada d rapor. Nilai yg ada d rapor tdk bisa diisi tanpa ada proses pembelajaran. Ujian yg akan diikuti juga bukan ujian nasional saja tapi juga ujian sekolah yg terdiri dari 9 mapel. Sy jelaskan lengkap dalam webinar legalitas jumat kemarin. Jika ingin memiliki rekamannya bisa menghubungi cp webinar dg mb wiji atau mb dera. Utk lanjut ke ptn, lulusan dari kesetaraan memiliki kesempatan yg sama dg lulusan sekolah formal
5⃣ Assalamu’alaikum, Saya Ayu dr HSMN Kalimantan..
pertanyaan 1: Pengen selintas dikasih gambaran kurikulum HS buat anak usia 2th9bln?
👆🏽

Afwan sedikit menyimpang, mengingat bila sosialisasi…
Saya melihat anak saya cukup mampu “bergaul” dengan berbagai usia.

Kecuali Bapak/Om2 yang cowok, dia sungkan.
Jadi, meski dia “disimpan” di rumah, saya tidak khawatir soal sosialisasi.
pertanyaan 2: Sebenarnya bekal utama ortu kalau mau mendidik anak secara HS apa ya?
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
5⃣ bunda Ayu yg baik, utk kurikulum HS utk putrinya di usia 2th penekanan kepada adab dan tauhid dg  mengenalkan ciptaan Allah . Apapun aktivitas bersama anak fokusnya pada 2 hal tersebut. Bekal utama HS adalah sama visi misi dg suami dalam mengasuh ananda. 
6⃣ Arinda, Depok
Assalamualaikum, anak saya baru berusia 2tahun 3bulan, sepakat HS tapi lingkungan masih kurang memadai dari segi sosialisasi. Sedangkan anak saya tipe senang main diluar. Kalo bermain dengan anak lain dampak terkontaminasinya itu yg berbahaya. Langkah seperti apa HS untuk usia anak saya yg senangnya main diluar rumah tanpa harus takut soal sosialisasinya.
Terimakasih
6⃣ Bunda arinda yg baik, utk usia 2th 3 bulan sebaiknya masih ditemani ortu jika bermain di luar. Mulai dipantau dari jauh jk bermain d luar d usia 5th. Setelah bermain biasakan utk bertanya k anak2 hal apa sj yg ada dalam permainan tsb termasuk omongan dan perasaan misal tadi kk main apa aja?perasaan kk hari ini dg bagaimana dg permainan hari ini?apa yg membuat kesal, bahagia?banyak yg bs digali termasuk jika ada omongan yg tdk baik, misal anak sy pernah kesal karena dikatai monyet sama temannya. Itu di usia 4th, temannya usia sd. Dari percakapan tsb kita bs menetralisir pengaruh ucapan yg tdk baik dr temannya. Ktk temannya memanggil anak sy dg monyet, anak sy bs menjwab dg bilang namaku raihan bukan monyet. Monyet itu hewan bukan manusia. Sejak itu temannya yg sd tsb tdk lagi usil dg anak sy. Begitu bun, sebetulnya tdk perlu parni saat anak2 kita sdh waktunya bermain d luar bersama teman2nya selama ortu dan anak ada komunikasi yg baik.
7⃣ Assalamualaikum, saya santi, dr hsmn bogor
Pertanyaan saya:

Bagaimana cara me jelaskan yg sederhana dan mudah dipahami ttg metode homeschooling kpd org yg awam ttg hal itu. Kr ujung2nya mrk ttp mempertanyakan legalitas anak. Terima kasih sbl dan sesudahnya 💐
7⃣ Bunda santi, penjelasan k org yg tdk paham tdk perlu detil krn dijelaskan detil juga mrk tdk paham. Saran sy anak kitalah yg diminta mnjlskan bhw anak2 bahagia dg hs krn bisa belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Mengenai legalitas jelaskan sj sdh byk anak2 hs yg diterima d ptn dan pendidikan kesetaraan dijamin dalam sisdiknas 2003 pasal 27
8⃣ Eka (Batam) – hsmn pusat
Anak saya berusia 2tahun 2bulan. Bagaimana jika kita memiliki anak yg  sangat menyukai bersosialisasi.

Jika ada teman atau tetangga semua dipanggil kerumah. Padahal diantara anak2 tersebut ada yang suka berbicara kasar dan selalu melempar atau memukul dan anak saya sering jd objek karena paling kecil. Jadi saya akhirnya selalu mengunci pagar. Tapi sedih liat anak saya hanya melihat teman2nya dari dalam pagar.
8⃣ Bunda Eka yang baik, jika teman2nya mau bermain di rumah bunda Eka bersama ananda itu lebih baik daripada ananda bermain di luar tanpa pengawasan dan pendampingan. Jika teman2 nya main di rumah, maka teman2 tsb harus ikut aturan rumah bunda misal tidak ada yg lempar2 barang, tdk berteriak, jika sdh selesai bermain membereskan mainan sebelum pulang. jika tidak mengikuti aturan teman2 tersebut tdk bisa main lagi d rmh kita. Jika teman2 trsebut nyaman bermain di rumah kita biasanya teman2nya tsb akan menuruti aturan kita dan secara tdk langsung kita sebetulnya ikut mendidik teman2nya daripada kita memberitahukan ke ortu teman anak kita akan sikapnya yg tdk baik. Biasanya yg terjadi ortu tsb tdk terima jika anaknya dibilang bersikap tdk baik/tdk sopan. Setelah teman2nya pulang, ibu berkomunikasi dengan anak mengenai  apa yg dilakukan oleh anak bersama teman2nya mengenai perasaannya, bermain apa, teman mana yg disukai dan tidak disukai kemudian menetralisir pengaruh teman dengan berkomunikasi tsb. Jika kita sudah tau apa saja yg dilakukan anak review dan komunikasi tetap perlu dilakukan agar anak terbiasa berkomunikasi dengan ortu setelah melakukan aktivitas hingga anak dewasa kelak. 
9⃣ Puspa – Bandung
Assalamualaikum, bu sy mau nanya
1. Anak sy masi batita tp sy berniat untuk HS anak sy ntar ke jenjang SD cm kendalanya sy ga menguasai semua ilmu, gimana ya buat solusinya? Terus kalo sy ga ngerti materi yg ada di kelas online harus nanya ke siapa?

2. Apakah ijazah HS bisa buat ngelanjutin ke sekolah / universitas negri dan swasta?

3. Bagaimana cara sosialisasi anak2 HS?
Jazakillah khairon bu ida
9⃣ Waalaikumsalam bunda Puspa yang baik, HS bukan berarti ortu yg harus mengajarinya. Adakalanya ortu bersifat menjadi fasilitator dalam mendampingi anak belajar, jadi tidak masalah jika kemudian ortu memanggil guru atau mengikutsertakan anak dalam klub, yang penting ortu tetap memantau perkembangan dan proses belajar anak. Saya contohkan yg terjadi pada anak sy, sy juga tidak bisa mengajari mapel2 akademis sekolah terutama utk mapel eksak sehingga anak belajar dengan guru yang seringnya masih mahasiswa. Ketika saya dapati guru tersebut ada adab yg kurang tepat dalam berkomunikasi dg anak saya atau sikapnya, sy tegur guru tsb. Jika sudah keterlaluan sikap guru tsb biasanya akan diganti dengan guru lain. Untuk materi yg tdk dimengerti saat kelas online bisa bertanya dengan tutornya bun. Ijasah HS bisa untuk melanjutkan ke sekolah formal atau kuliah baik di dalam negeri/swasta, sdh banyak anak HS yg diterima kuliah di PTN. Hal ini dijamin dalam UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 pasal 27. 
1⃣0⃣ Dyah ayu –  Medan 
assalamualaikum..

Bagaimana menyiasati anak2 sy 4,6y dan 3y yang sudah ingin sekolah tapi karena alasan tertentu kami menundanya dan berniat untuk ikut TAM. mereka sekolah hanya ingin mainnya dan punya temen aja.
1⃣0⃣ waalaikumsalam ibu dyah ayu yang baik, jika selisih umur antara kakak dan adik tidak jauh beda sebetulnya dapat diberi aktivitas yg sama namun dengan tingkat kesulitan yg berbeda dan kakak bisa membantu ortu mengajari adiknya. Anggapan sekolah untuk punya teman dan bermain sehingga terkesan jika tdk sekolah tidak bisa bermain dan tidak punya teman mohon untuk dari sekarang mindset tersebut dihilangkan krn meski tidak sekolah anak bisa bermain dan punya teman misal dengan jalan2 ke taman, teman dari tetangga sekitar, ikut club, aktif di kegiatan masjid atau berkegiatan di rumah dengan mengundang anak tetangga datang ke rumah kita sehingga tdk sekolah bukan hambatan anak bermain dan berteman.
1⃣1⃣Yurin-bpp
Bu ida,bagaimana jika ank sy cw usia 7y hs kemudian di merasa kurang teman dan ingin sekolah?padahal drmh ada 2 adiknya (2cw) dan sore dia tahfidz d masjid dg byk teman

Akan tetapi utk main d link sekitar memang d larang dg abix krn brliau khawatir saru dan lain hal
Nah bgmn sy mensiasati,apakah memang perlu.menuruti keinginan anak utk bersekolah?
1⃣1⃣ Bunda yurin yg baik, jika anaknya ingin sekolah saran saya diikuti saja bun dengan menjelakan konsekuensi jika memilih sekolah seperti tidak mengeluh jika tugasnya banyak dan waktu di rumah berkurang, tidak fleksibel jika mau gabung/ikut dengan acara2 yg diadakan oleh klub. Sehingga ketika anak menemukan hal yg tidak menyenangkan di sekolah lalu tdk mudah menyerah juga. baik hs maupun tdk hs sama2 ada konsekuensinya. 
1⃣2⃣ Asssalamu’alaikum wr wb

Sy shelly dr hsmn solo

Anak sy usia 5 th,, sudah sy masukkan paud sejak 2 th smp saat ini. Sy berencana meng hs anak sy setelah msk sd nanti. Namun menurut sy situasi dirumah kurang mendukung krn saat ini saya tinggal dg mertua dan kakak dr suami sy beserta anak2 nya. Anak sy selama ini sering sekali ngadat masuk sekolah lebih ingin bermain bersama dg sepupunya. Pertanyaan sy dg situasi sosialisasi anak sy yg itu2 sj,apakah mungkin untuk meng hs kan anak? Apakah nantinya anak sy bisa berubah tidak tergantung dg temannya yg itu2 sj? Sedangkan qlo sy melarang dia bermain tidaklah mungkin krn qta satu rumah. Terimakasih
1⃣2⃣Bunda Shelly yang baik, untuk ananda mungkin untuk hs. caranya ibu bersama ananda membuat jadwal belajar seperti di sekolah. saat jam belajar maka sepupunya tdk bisa bermain ke rumah ibu, tapi jika mau belajar bersama bisa. nah jika kemudian sepupu ibu melanggar aturan tersebut misal waktunya belajar malah menonton atau bermain yg tidak sesuai dengan jadwal maka ibu bisa menegur sepupu tsb. Mohon maaf ibu, memang repot jika masih bersama, saran sy baiknya memang mengontrak sendiri kecil2an sehingga bisa menerapkan pola asuh sesuai dengan visi misi yang telah disepakti bersama suami. 
1⃣3⃣bunda khauli –  Aceh 
Saya ada niat untuk mengHS kan anak saya karena faktor suami yg suka berpindah tempat dan mengantisipasi faktor lingkungan yang berbahaya. Tetapi suami dan keluarga saya tidak setuju di tambah lagi dengan profesi saya sebagai dokter,dengan waktu yg terbatas. Karena seharian di RS. Bagaimana cara memberi pemahaman kepada keluarga, kemudian suami dan keluarga mau di ajak untuk ikut seminar jg.
1⃣3⃣ bunda khauli yg baik, saya punya teman yg dokter yg anak2nya HS. sebaiknya utk hs adalah salah 1 ortu ada d rmh jadi tdk semuanya bekerja agar ada yg mendampingi dan mengawasi anak belajar d rmh. Lebih baik ada sepakat dengan suami dulu bun utk memutuskan hs krn ketika hs kepala sekolahnya itu suami dan jk suami tdk setuju khawatirnya saat bunda sedang menurun semangatnya dalam mendampingi anak2 tdk ada yg bisa memotivasi bunda untuk bangkit lagi. Suami sepakat itu tdk harus suami mendampingi anak2 belajar tapi suami mau mendukung dalam finansial ketika anak kita gabung dengan klub utk minat bakatnya atau suami mengingatkan jadwal anak2 untuk belajar di rumah, mereview materi yg dipelajari anak saat pulang kerja itu bagian dari dukungan suami. 
1⃣4⃣ bunda zahra, fase ananda bunda memang masih dalam tahap meniru. jika terjadi bonding yang kuat antara bunda dengan ananda insya Allah sekuat apapun pengaruh teman2nya akan hilang. Prosesnya tidak sebentar bun sehingga anak saya yg pertama bisa sekuat sekarang melawan pengaruh negatif teman2nya, berdarah2, nangis2 iya..hehehe…maaf jadi lebay. 🙏🏽😊 dengan doa yang kuat dari ibu insya Allah, Allah akan membolak balikkan hati anak kita.
1⃣5⃣ 

#tanya

Bagaimana untuk anak HS di daerah kecil yang fasilitas untuk aktivitas belajar mandiri anak sangat minim, tidak seperti di kota besar yang banyak komunitas untuk anak. Misalkan perepustakaan saja buku terbatas?
Bunda Rina Cilacap Dsk
1⃣5⃣ bunda rina yang baik, belajar utk anak hs tdk selalu harus gabung dengan klub, pergi ke pasar, tempat pembuangan sampah, taman, keluar dari rumah atau apapun aktivitas yg dilakukan di rmh bs menjadi sumber dan sarana belajar . 
1⃣6⃣ bunda vie lubis- Medan 
Assalaamu alaikum bunda,sy vie lubis dari medan.

mau tanya tentang kulwap pagi ini.
Hs itu maksudnya gimana ya? Apakah guru dipanggil kerumah? Atau ibu yg memberikan materi?

Gimana dengan kondisi ibunya bekerja,tp ingin anaknya ikut HS.
Terima kasih atas jawabannya bunda..
1⃣6⃣ bunda vie lubis yang baik, hs itu salah satu sistem belajar anak yakni ketika ortu mengambil alih tugas sekolah sehingga kepala sekolah menjadi tanggungjawab ayah dan manajer sekolah adalah tugas ibu. keduanya saling bekerjsama agar siswanya dalam hal ini anak belajar sesuai dengan kurikulum yang disepakati. Kuriklum ini mengacu pada visi misi ayah bunda. Guru bisa dipanggil di rumah atau kita datang ke tempat guru namun HS in bukan memindahkan sekolah k rumah sehingga anak2 HS hanya belajar materi akademis saja namun belajar apa saja yg ditemui anak dalam kehidupan kesehariannya. Jika ortu sanggup memberikan materi ke anak maka ortu dapat menjadi guru bagi anak juga fasilitator bagi anaknya yg HS. Jika ingin anaknya HS, saran sy sebaiknya salah 1 yg bekerja sehingga pendampingan anak bisa berjalan dengan baik. Kalau toh kedua ortu bekerja ingin tetap menjalankan HS maka perlu upaya yg kuat agar keputusan HS tdk  menjadikan anak tidak ada arahan dalam menjalani HS. demikian yg dapat sy jelaskan. 
bunda vie lubis yang baik, hs itu salah satu sistem belajar anak yakni ketika ortu mengambil alih tugas sekolah sehingga kepala sekolah menjadi tanggungjawab ayah dan manajer sekolah adalah tugas ibu. keduanya saling bekerjsama agar siswanya dalam hal ini anak belajar sesuai dengan kurikulum yang disepakati. Kuriklum ini mengacu pada visi misi ayah bunda. Guru bisa dipanggil di rumah atau kita datang ke tempat guru namun HS in bukan memindahkan sekolah k rumah sehingga anak2 HS hanya belajar materi akademis saja namun belajar apa saja yg ditemui anak dalam kehidupan kesehariannya. Jika ortu sanggup memberikan materi ke anak maka ortu dapat menjadi guru bagi anak juga fasilitator bagi anaknya yg HS. Jika ingin anaknya HS, saran sy sebaiknya salah 1 yg bekerja sehingga pendampingan anak bisa berjalan dengan baik. Kalau toh kedua ortu bekerja ingin tetap menjalankan HS maka perlu upaya yg kuat agar keputusan HS tdk  menjadikan anak tidak ada arahan dalam menjalani HS. demikian yg dapat sy jelaskan. 
1⃣8⃣ [9/5 18:44] Aisyah Amatullah Hsmn: 1⃣8⃣Bunda sy Layla Dr Jogja
mau tanya :
Rencana mo deschooling anak usia 7+9 th 

Bgmn mencarikan komunitas hs utk mereka… Smntra jdwl outing 2 hr Skali..

Lalu utk HS mandiri (tdk menginduk) penyetaraan saat UN pripun mekanismenya njih 🙏🏻

[10/5 08:10] Ida Nur’aini Hsmn: bunda Layla yang baik, di jogja ada hsmn yogya yg aktif dengan kegiatan playdate dan kajiannya. kalau untuk klub atau komunitas lain bisa ikut sesuai dengan hobi/minat anak. Untuk UN  bisa bergabung dengan PKBM minimal 1 tahun sebelum ujian utk mempersiapkan rapor dari kelas 4 hingga kelas 6 semester 1. Jika gabung dengan kelas online NIN, rapor dan ijasah diurus oleh kelas online termasuk pembelajaran dan pendaftaran sebagai peserta UN. silahkan wapri saya. 
*Penutup*
Alhamdulillah semua pertanyaan telah terjawab y..mohon maaf kulwap berlangsung hingga 3 hari. Kulwap sy tutup dengan intisari sebagai berikut..ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses sosialisasi antara lain tujuan sosialisasi, sabar, tawadhu, pemaaf dan saling memahami saat melakukan sosialisasi sehingga sosialisasi menjadi sarana proses menanamkan nilai-nilai yang baik dalam berinteraksi dengan kelompok/masyarakat. Demikian penutup dari saya, mohon maaf lahir bathin jika ada kesalahan dalam menjawab baik yg disengaja atau tidak disengaja. Semoga sharing pengalaman ini dapat bermanfaat untuk saya pribadi maupun ummahat yg dalam kulwap ini. Insya Allah kita tetap dapat bersilahturrahim  baik online maupun offline. Terima kasih untuk mb Elin dan mb Aisyah serta mb Husna yg telah menjadi moderator kulwap ini. Saya pamit undur diri ya.
🌸🌸🌸
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

🔅🔆🔅🔆 *HSMN* 🔆🔅🔆🔅

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

👥facebook.com/hsmuslimnusantara

👥FB: Generasi Juara

📷 instagram: @hsmuslimnusantara

🐤 twitter: @hs_muslim_n

🌏Website : hsmuslimnusantara.org

Exit mobile version