Resuma Nice Homework “Adab Menuntut Ilmu’
Senin, 30 Januari 2017
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Fasilitator : Ningrum dan Niken
Ketua Kelas: Fatrida
Kordinator Mingguan: Tiara
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
☘☘Review NHW #1 Kelas Matrikulasi Batch 3☘☘
ADAB SEBELUM ILMU
Disusun oleh : Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional
🍃Review Nice Home Work #1
Apa kabar bunda dan calon bunda peserta Matrikulasi IIP Batch #3?
Tidak terasa sudah 1 pekan kita bersama dalam forum belajar ini. Terima kasih untuk
seluruh peserta yang sudah “berjibaku” dengan berbagai cara agar dapat memenuhi
“Nice Homework” kita. Mulai dari yang bingung mau ditulis dimana, belum tahu
caranya posting sampai dengan hebohnya dikejar deadline:). Insya Allah kehebohan
di tahap awal ini, akan membuat kita semua banyak belajar hal baru, dan terus
semangat sampai akhir program.
🍃Di NHW#1 ini, tidak ada jawaban yang benar dan salah, karena kita hanya diminta
untuk fokus pada ilmu-ilmu yang memang akan kita tekuni di Universitas Kehidupan
ini. Yang diperlukan hanya dua yaitu FOKUS dan PERCAYA DIRI. Jangan sampai saat
kuliah dulu kita salah jurusan, bekerja salah profesi, sekarang mengulang cara yang
sama saat menapaki kuliah di universitas kehidupan, tapi mengaharapkan hasil yang
berbeda. Kalau pak Einstein menamakan hal ini sebagai “INSANITY”
⛅INSANITY : DOING THE SAME THING OVER AND OVER AGAIN,AND EXPECTING
DIFFERENT RESULT – Albert Einstein
☘Setelah kami cermati , ada beberapa peserta yang langsung menemukan jawabannya
karena memang sehari-hari sudah menggeluti hal tersebut. Ada juga yang masih
mencari-cari, karena menganggap semua ilmu itu penting.
Banyak diantara kita menganggap semua ilmu itu penting tapi lupa menentukan
prioritas. Hal inilah yang menyebabkan hidup kita tidak fokus, semua ilmu ingin
dipelajari, dan berhenti pada sebuah “kegalauan” karena terkena “tsunami informasi”.
Yang lebih parah lagi adalah munculnya penyakit “FOMO” (Fear of Missing Out), yaitu
penyakit ketakutan ketinggalan informasi. Penyakit ini juga membuat penderitanya
merasa ingin terus mengetahui apa yang dilakukan orang lain di media sosial. FOMO
ini biasanya menimbulkan penyakit berikutnya yaitu”NOMOFOBIA”, rasa takut
berlebihan apabila kehilangan atau hidup tanpa telepon seluler pintar kita.
☘Matrikulasi IIP batch#3 ini akan mengajak para bunda untuk kembali sehat
menanggapi sebuah informasi online. Karena sebenarnya sebagai peserta kita hanya
perlu komitmen waktu 2-4 jam per minggu saja, yaitu saat diskusi materi dan
pembahasan review, setelah itu segera kerjakan NHW anda, posting dan selesai,
cepatlah beralih ke kegiatan offline lagi tanpa ponsel atau kembali ke kegiatan online
dimana kita fokus pada informasi seputar jurusan ilmu yang kita ambil. Hal tersebut
harus diniatkan sebagai investasi waktu dan ilmu dalam rangka menambah jam
terbang kita.
Katakan pada godaan ilmu/informasi yang lain yang tidak selaras dengan jurusan
yang kita ambil, dengan kalimat sakti ini :
*MENARIK, TAPI TIDAK TERTARIK*
Apa pentingnya menentukan jurusan ilmu dalam universitas kehidupan ini?
JURUSAN ILMU YANG KITA TENTUKAN DENGAN SEBUAH KESADARAN TINGGI DI
UNIVERSITAS KEHIDUPAN INI, AKAN MENDORONG KITA UNTUK MENEMUKAN
PERAN HIDUP DI MUKA BUMI INI.
☘Sebuah alasan kuat yang sudah kita tuliskan kepada pilihan ilmu tersebut, jadikanlah
sebagai bahan bakar semangat kita dalam menyelesaikan proses pembelajaran kita di
kehidupan ini.
Sedangkan strategi yang sudah kita susun untuk mencapai ilmu tersebut adalah
cara/kendaraan yang akan kita gunakan untuk mempermudah kita sampai pada
tujuan pencapaian hidup dengan ilmu tersebut.
Sejatinya,
SEMAKIN KITA GIAT MENUNTUT ILMU, SEMAKIN DEKAT KITA KEPADA SUMBER
DARI SEGALA SUMBER ILMU, YAITU “DIA” YANG MAHA MEMILIKI ILMU
Indikator orang yang menuntut ilmu dengan benar adalah terjadi perubahan dalam
dirinya menuju ke arah yang lebih baik.
☘Tetapi di Institut Ibu Profesional ini, kita bisa memulai perubahan justru sebelum
proses menuntut ilmu. Kita yang dulu sekedar menuntut ilmu, bahkan menggunakan
berbagai cara kurang tepat, maka sekarang berubah ke Adab menuntut ilmu yang baik
dan benar, agar keberkahan ilmu tersebut mewarnai perjalanan hidup kita.
MENUNTUT ILMU ADALAH PROSES KITA UNTUK MENINGKATKAN KEMULIAAN
HIDUP, MAKA CARILAH DENGAN CARA-CARA YANG MULIA
Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi IIP/
Sumber Bacaan :
Hasil Penelitian “the stress and wellbeing” secure Envoy, Kompas, Jakarta, 2015
Materi “ADAB MENUNTUT ILMU” program Matrikulasi IIP, batch #3, 2017
Hasil Nice Home Work #1, peserta program Matrikulasi IIP batch #3, 2017
📝📝📝 Tanya – Jawab 📝📝📝
Untuk pertanyaan pertama ni mba dari mba.
1⃣ Syifa: Assalamu’alaikum sy ingin bertanya mba.. Mana yg lebih baik diprioritaskan dalam menuntut ilmu, apakah “memilih ilmu yg benar2 ingin kita pelajari/sesuai passion kita tapi tidak berhubungan dengan keluarga” ataukah “memprioritaskan belajar ilmu yg sedang dibutuhkan keluarga misalnya ilmu pendidikan anak, gizi anak dll”?
*Jawab:*
1⃣ Waalaikummussalam mbk syifa
memetakannya berangkat dari hal yang kita suka dan bisa dulu mba
Klo saya pake rumus ini :
Prioritas ➡ …
Passion ➡ …
Misi ➡ …
Baru bisa memetakan mana yang menarik tapi tidak tertarik
Misal Yang menarik bagi saya saat ini craft spesialnya meronce manik2 akrilik
Tapi tdk tertarik karna bukan prioritas saya saat ini, investasi waktu dll lebih fokus pada prioritas dan misi.. 😬
InsyaAllah akan kita pelajari di materi-materi selanjutnya mb
syifa..bersabar dan bertahap y..
istilah bu septi one bite at a time(satu gigitan,kunyah,telan..satu gigitan lagi,kunyah,telan dst..lakukan setahap demi setahap)✅
2⃣ Hervie: Sy kmrn menuliskan fokus ilmu agama untuk dipelajari di universitas kehidupan. Apakah terlalu umum dan tidak spesifik?
*Jawab:*
2⃣ mbk hervie, selama kita bisa konsisten mempelajarinya. Seiring berjalannya waktu bakal banyak ilmu-ilmu pendukung yang harus kita pelajari. Tapi bisa menentukan satu jurusan ilmu, sudah setengah dari keberhasilan menemukan jalan hidup kita ✅
3⃣ Fatrida: Bagaimana caranya agar konsisten dgm prioritas kita?
*Jawab:*
3⃣ agar bisa konsisten mulailah dengan satu komitmen terlebih dahulu, latih selama 30 hari pertama, konsisten atau tidak, kemudian lanjut di 30 hari kedua, dan tambahkan di 30 hari ketiga. Apabila sudah terjadi selama 90 hari konsisten, baru tambah dengan komitmen berikutnya, kalau istilah kerennya *”ONE BITE at A TIME”* (setiap satu gigitan, telan dulu, jangan buru-buru gigit makanan lagi)✅
4⃣ Hervie: Semisal tdk bs konsisten selama 2 hari berturut-turut… kira2 caranya untuk memantapkan komitmen itu gmn ya mba?
*Jawab:*
4⃣ Klo sudah komitmen harusnya bisa konsisten mbk hervie…☺ mmg hrus sering2 diulang2 slama 30 hari biar jadi habbit
mulailah dengan memanage waktu dengan benar, dan keraslah pada diri sendiri untuk mematuhi hal tersebut.
Kuncinya, “apabila kita keras pada diri sendiri, maka lingkunganlah yang akan lunak kepada hidup kita, demikian juga sebaliknya” ✅
5⃣ Diah: Klo misalnya begini mba, kita sudah menemukan passion kita, dan udah berjalan lumayan lama. Tetapi tiba tiba kita merasa ada yang terbengkalai dalam urusan keluarga. Apa yg harus kita lakukan mba?
Saya mungkin terlambat ya, anak2 udah besar
*Jawab:*
5⃣ Keluarga yang utama yah mbk..
Coba direview ulang mb..😊
Apa yg salah? Kenapa tetiba kita merasa ada yg terbengkalai? Apa yg harus kita perbaiki? Bunda diah lah yg bisa menjawabnya..karena sejatinya apapun yg kita kerjakan, keluargalah yg utama..sy kutip kata2 pak dodik ke bu septi”bersungguh sungguhlah kamu di dalam..maka kamu akan keluar dgn kesungguhan tersebut”
Dan sekarang bisa kita saksikan dan rasakan sendiri jerih payah bu septi..
Tidak ada istilah terlambat di iip mb..bisa di akselerasi kalau terkait dg anak2.yg terpenting ada tazkiyatun nafs(mensucikan) diri kita dulu ✅
6⃣ Fatrida: Seimbang itu yg gimna ya mba,,, spya selaras berjalan beriringan?
*Jawab:*
6⃣ keluargalah yang utama terlebih dahulu, baru hasil kesungguhan di keluarga digunakan untuk masyarakat. Saya ambil Contoh dari apa yang bu Septi lakukan sbb :
a. Bu Septi mendidik anak 1 dan 2 selama 8 th full di rumah➡ saya lakukan penelitian bersama anak-anak➡keluar konsep berbagai tools pelajaran untuk anak yang mudah dan menyenangkan ➡ muncul social enterpreneur di bidang pendidikan untuk masyarakat
b. Pengalaman mendidik diri sendiri agar menjadi ibu kebanggan keluarga ➡ muncul konsep Ibu Profesional
c. Pengalaman menjadi manajer pendidikan anak-anak di rumah selama 14 th ➡ muncul konsep School of Life Lebah Putih ✅
7⃣ Diah: Maaf mba, saya masih bingung ya jurusan ilmu yg kita ambil itu untuk keluarga saja atau untuk passion kita? Karna pr saya kemarin berhubungan antara passion dan keluarga?
*Jawab:*
7⃣ jurusan ilmu yang benar2 mbk diah ingin pelajari, baik dalam pasion mbk diah maupun dalam keluarga ✅
8⃣Lilik: Berarti dari NHW#1 yang dibuat kmrn harus mulai buat tahap 2 yang mau dikerjakan ya Mbak, bukan sekedar untuk kumpul PR aja.😊😊
*Jawab:*
8⃣ bertahap yah mbk Lilik..akan berkaitan dengan materi2 selanjutnya ✅
9⃣Fatrida: Ranah domestik seringkali bikin error diri… 😀 mungkin ini hanya berlaku disaya
*Jawab:*
9⃣Nanti kita belajar sama2 di sini… Bagaimana memanage, menyelaraskan dan mengharmonikan semua aktifitas kita… Supaya kita ga streess
Kalo kata bu Septi “menjaga kewarasan kita”… ✅
