Umi Journeys

Last Day (haruskah hore)

Last day sayah untuk kerja sudah datang menjelang.
Sedih iya, harus pakai drama2 yamg panjang untuk resign. Si abang tiap hari nanyain kapan siap resign. Dan eka tiap malam nangis belum siap resign mikirin dirumah ngapain kalo anak sudah tidur. Terus apa tahan dirumah aja. 😵😵
Hati sendiri pasti sedih setiap ninggalin aqila dirumah. Walau sama neneknya tapi tetap kefikiran. Nyusunya ontime gak. Susunya lancar gak.😰
Akh sudahlah dengan mempertanyakan kepada hati kenapa saya bekerja, untuk apa saya bekerja akhirnya menyerahkan surat resign.😶
Saya resign… bakal dirumah aja bersama anak. Bangun mandiin anak masak kasi makan anak nyuci tidur siang bangun lagi mandiin sore anak  kasi makan lagi (loop)
Ya Rabb  kenapa ada bagian yang terlupa dan tertutup ego. Yaitu nikmat yang didapatkan anak. Bahagia dia disentuh dipeluk dan disusuin langsung oleh ibunya. Bukan susu yang diperah obunya ditempat kerja.
Nikmat pahala yang dijanjikan Allah.
Setelah air mata bombay mengalir beberapa hari akhirnya resign dengan bahagia. Iya saya bahagia diberikan suami yang ingin saya menjaga anaknya dengan tangan sendiri. Membacakan shiroh dengan mulut sendiri dan banyak nikmat lainnya yang menanti
.
Saya bekerja dengam bahagia.
Saya resign dengan bahagia.
Exit mobile version