Punya adik seorang calon psikolog dan jika dipandang dari IPK nya dan siapa dosen pembimbingnya yang saya sudah pasti tidak boleh menyepelekan analisanya tentulah menjadi hal yang menyebalkan buat eka pribadi. Hehe
Terutama disesi dia liburan kuliah dan harus sekamar dengan eka. Beratus komentar yang diberinya pastilah berbau ilmu2 psikologinya. Mulai dari mengomentari suasana kamar, kerapian kamar, susunan buku, warna-warna dan hal-hal lain yang bagi seorang programmer tidaklah penting untuk difikirkan.
Contohnya aja nih ya.. “perspective kakak tentang kerapian tu rendah banget ya..” saat dia memintaku merapikan kamar yang menurutku sudah rapih BANGET. -_-” bahasanya itu yang kadang diilmiah2in. padahal mungkin memang itu sudah jadi bahasanya sehari-hari.
Hmm kalo masalah sehari2 tentang kondisi kamar, memilih warna, dan suasana kamar sih masih biasa-biasa aja. Tapi kalo udah masalah suasana hati juga dikomentari kadang2 berasa banget kalo punya adek psikolog itu rasanya GRRRR-ER-ER-ER gitu dehhh.
Kemaren malam yang dibahasnya adalah defend mechanism alias mekanisme pertahanan ego yang penjelasannya baca di mari -> WIKI
Katanya dia nih, setiap orang punya defend mechanism yang berbeda2…termasuk saya yang mekanisme pertahanan dirinya unik. Tapi lengkapnya kagak bisa ditulis disini. Ntar ketahuan khalayak rame. Masa lalu, kehidupan pribadi, ingin diakui orang lain wehh setelah eka baca diinternet ternyata mecam2 nih masalah defend mechanism ini.
Jadi bisa paham, jika ada seseorang yang membuat kesan tidak nyaman saat pertama berkenalan, atau melihat seseorang yang difikiran berkesan dia angkuh, sombong atau apalah itu mungkin itu hanya bagian dari mekanisme mempertahankan dirinya atau egonya gitu. Hmm gak apa2 mungkin memang harus lebih banyak belajar ama adekku ini. Biar lebih bisa memahami orang lain yang berbeda “style”. Hehehe….karena disadari atau tidak mungkin eka jga pernah bersikap seperti “defend mechanism” ini yang tanpa eka sadari. ^_^