Saat Bayi Menolak Menyusu, Pengalaman Nursing Strike Pertama

Bayi Menolak Menyusu, Pengalaman Nursing Strike Pertama. Ditolak itu memang tidak menyenangkan, apalagi ditolak menyusui oleh bayi mungil yang belum bisa mengatakan apa maunya. Perasaan ibu tentu saja galau, campur aduk dan cemas. Bayi menolak menyusu tentu ada penyebabnya, karena itu saya perlahan berusaha mencari penyebabnya dan mencoba menuliskannya di sini.

Setelah melewati masa kehamilan yang penuh tantangan di masa pandemi covid, saat ini bayi saya sudah hampir memasuki usia 4 bulan. Saya sedang menjalani salah satu proses yang menyenangkan bersama bayi, yaitu proses menyusui. Bagi ibu yang baru memiliki bayi khususnya saya pribadi proses menyusui sangat menyenangkan tentu saja karena saya bisa selalu berdekatan dan bicara dengan bayi.

Namun beberapa waktu yang lalu saya dibuat sedikit kewalahan dengan bayi yang tiba-tiba menolak menyusu. Saat akan saya susui, bayi selalu memalingkan wajah dan melengkungkan tubuhnya. Terkadang mau tetapi hanya beberapa saat lalu kembali menolak. Lalu terkadang menangis, digendong tidak mau, seperti merasa tidak nyaman. Tentu saja saya cemas, tidak langsung bisa bersikap tenang dan rileks. Ini mengapa ya bayi saya seperti ini?

Mencari Penyebab Dengan Tenang

Bayi yang biasanya lancar menyusu dengan ibunya, namun seketika bayi tidak mau minum asi langsung. Tidak saya pungkiri diawal saya sangat cemas. Walaupun ini adalah anak ke 3 namun situasi seperti ini tetap dapat memancing stres. Namun perlahan saya mencoba mencari tau mengapa bayi tiba-tiba tidak mau minum asi. Berikut beberapa hal yang saya coba lakukan

Pertama yang saya periksa adalah kondisi fisik bayi, tetapi bayi tidak panas demam, flu atau yang sejenis. Saya juga memerikasa kondisi mulut bayi. Kami juga baru imunisasi dan kontrol kesehatan beberapa hari yang lalu. Dokter mengatakan tidak ada masalah apa-apa pada mulut dan telinga.

Kedua saya mencoba memerikasa supply ASI. Apakah lancar atau berkurang. Tetapi kondisi payudara masih selalu kencang serta terkadang asi bocor membasahi bra.

Ketiga bayi kelelahan, lalu saya ingat lagi akvifitas kami. Beberapa hari ini sejak pulang dari dokter anak, saya sering menstimulasi bayi untuk belajar tengkurap. Karena bulan depan yang tinggal beberapa hari lagi akan masuk usia 4 bulan pas. Jadi dokter menyarankan untuk distimulasi.

Saya akhirnya menyadari sepertinya bayi saya kelelahan dan tidak nyaman dengan stimulasi yang saya berikan. Sedikit menyesal sih ya, tetapi saya akhirnya menyadari bayi menolak menyusu adalah salah satu bentuk protes dan caranya menyampaikan apa yang tidak nyaman pada dirinya. (Terima kasih bayi F, kamu hebat)

Mengatasi Aksi Mogok Menyusu

Setelah menemukan sumber masalahnya, yang pertama saya lakukan adalah meminta maaf ke bayi F dan berhenti menstimulasi berlebihan. Saya mungkin terlalu bersemangat dengan anak lelaki pertama kami. Padahal kakeknya sudah mengatakan jika waktunya tengkurap ya pasti tengkurap. Lalu saya mencoba untuk lebih meningkatkan bonding kami untuk mengatasi bayi mogok menyusu.

Saya masuk ke kamar, bermain berdua lalu melalukan skin to skin, mencoba menyodorkan asi perlahan. Namun tidak langsung berhasil. Lalu saya coba untuk menunggu sang bayi sedikit mengantuk. Dan Alhamdulillah berhasil.

Setelah bayi bangun, perlahan dia mulai mau menyusu saat saya coba menyusuinya. Walau diawal badannya masih di tegangkan tetapi tidak sampai beberapa menit.

Tulisan ini sebagai catatan diri bagi saya, untuk tidak terlalu bersemangat bersama anak-anak. Bagi yang pernah mengalami atau sekadar berbagi nasihat boleh banget berbagi di komentar.

24 thoughts on “Saat Bayi Menolak Menyusu, Pengalaman Nursing Strike Pertama

  1. Waktu anak pertama, saya juga permah ngalamin si bayi nolak menyusu. Rasanya bikin patah hati. Ternyata masalahnya adalah bingung puting, saya langsung stop dot saat itu.

  2. Syukurlah akhirnya si baby mau menyusu kembali ya mba. Emang sedih banget kalo baby gamau nyusu. Kadang jadi merasa, duuh ada apa ya dengan diriku kok bayiku ga mau nyusu. Padahal mungkin itu karena bentuk protes si baby sama Mamahnya karena capek atau apa. Semangat mengASIhi ya mbaa

  3. Baca artikel ini jadi ingat saat menyusui anak kedua, mba. Ya gitu,tiba-tiba menolak untuk menyusu ketika umur kurang lebih 4 bulan. Tapi kayaknya itu lebih ke faktor akunya sih, kurang rajin memompa ASI saat di kantor. Jadi mungkin produksi ASInya kurang lancar.

  4. 4 bulan udah nursing strike? wew patah hati ya mbaa lagi sayang-sayangnya trus ditolak bayi.
    kalau baby Uno waktu umur setahun tiba-tiba enggak mau menyusu. Ya Allah … aku semalaman patah hati, mbak. Coba skin to skin juga. Alhamdulillah paginya mau nempel lagi.

  5. Oh iyaya…seringkali kita berfokus pada diri sendiri.
    Padahal ada kondisi bayi yang harus dijadikan bahan pertimbangan, kenapa ia menolak.
    Sedih banget pasti…

    Dan semoga seiring berjalannya waktu, bonding yang kuat semakin terjalin.

  6. Whenever we are breast-feeding there will always be stories in lessons to learn. And different kids will give you different stories as well when it comes to breast-feeding. Enjoy the journey

  7. Berasa mengenang masa2 waktu masih punya bayi dulu. Barangkali karena ketidaktahuan saya akhirnya saya mengambil yang gampangnya saja. Ketika anak susah menyusu maka saya alihkan ke sufor padahal ini salah ya…lebih baik ASI yang gizinya banyak ketimbang sufor ya mbak….

  8. kakak ku pernah ngalamin hal serupa, bayinya menolak untuk menyusu, kasina deh lihatnya kaya stres banget. Ternyata ada sesuatu sama lidah si bayi dan harus digunting gitu mba.

  9. Wah begitu ya bayi kalau protes. Untung ibunya sabar mencari penyebabnya ya. Semoga lancar asinya & si baby semangat menyusunya biar sehat kuat menghadapi pandemi.

  10. Ternyata itu salah satu upaya bayi utk berkomunikasi dg bundanya ya.. Terima kasih sharing ya mba.. Bisa kuteruskan ke kerabat yg sedang punya baby juga..

  11. huaaaaa, I feel you Mbak.
    saya pun juga pernah merasakan ini ketika anak kedua menolak menyusu, huhuhuh, patah hati deh, padahal saat-saat menyusui itu adalah paling berharga, bisa jadi bonding tersendiri dengan sang anak, apalagi waktu itu saya bekerja jadilah merasa bersalah juga karena dia jarang bisa DBF, syukurnya waktu itu mogok menyusunya gak begitu lama, hmm cukup lama juga sih seminggu tapi Alhamdulillah dengan bujukan dan saya juga meluangkan waktu khusus untuknya dia pun kembali mau menyusu lagi 🙂

  12. aku kebalikannya mbak 😦 anakku nyusunya kuat, tp asiku nggak keluar, terpaksa pakai sufor, sufor aja 1800fram habis seminggu mbak, ya ampun pantesan pas bayi tangan dan pahanya gemuk banget hahaaa

  13. Aahhh, aku inget waktu menyusui, bayiku menolak ajaa, karena nenen aku ga ada putingnyaa, maksutnya putingnya rata, jadi harus pake alat bantu nipple.
    HUhuu, sakit rasanya di tolak plus sakit karena melimpah ASInya dan ditolak terus.

  14. Banyak faktor memang.. Apalagi ttg perbayi an. Sebagai ortu harus banget sensitif.. Bisa meraba apa yang dialami anak knapa begini dan bgtu.. Dan tentu itu tdk lah mudah. Smangat ya mbak

  15. Menjadi ibu adalah sangat tidak mudah dan butuh pengorbanan besar. Semoga mba selalu diberi kesabaran dan pastinya dukungan dan kasih sayang dari orang disekitar mba. Anyway, keep on writing mba Eka♡

  16. Dulu si kakak deh yang nolak, karena kesulitan menyusui juga sih sayanya, maklum anak pertama, kalau anak kedua, udah kayak ngerti aja gimana caranya, hanya saja dulu ASI saya kering dan seret, akhirnya si Adik ngamuk dan hisap keras-keras, sampai puting lecet, rasanya itu luaaaarrr biasaaa.

    Rasanya masih ga percaya semua masa itu telah terlewati, hihihi

  17. Kami di kampung, rasanya masih asing dengan istilah menstimulasi bayi. Apalagi saya. Waktunya tengkurap, ya dibiarkan saja toh nanti juga sendirinya bakalan bisa kalau sudah waktunya. Pemikiran orang awam secetek itu ya. Hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
Instagram
WhatsaApp