Teknik Pomodoro Untuk Ibu Rumah Tangga

Teknik Pomodoro Untuk Ibu Rumah Tangga. Sering dengar istilah manajemen waktu? Kalau saya bukan sering lagi, tapi sering banget. Tapi sampai saat ini masih menjadi pe-er banget nich untuk mengelola waktu dengan baik. Walau sudah berusaha di list tetap saja ada yang keteteran 1 tugas. Dan ter-skip satu tugas membuat saya menjadi “ngegas” terburu-buru, ujung-ujungnya jadi mudah lelah dan jadi mudah marah. Pernah gak mak ngalamin hal yang sama. Kalau iya tos dulu.

Hingga sampailah saya di suatu titik yang membuat saya sadar, bahwa jika saya lelah, terlalu tergesa maka emosi jadi cepat “panas”. Akhirnya marah menjadi sesuatu yang mudah dilakukan walau sebenarnya jika saat “normal” marah itu tidak penting sama sekali. Okay saya dapat poin jika lelah saya jadi cepat marah. Sekarang bagaimana saya harus mencari cara biar tidak cepat lelah, tapi pekerjaan rumah selesai dengan baik. Yang akhirnya saya pasti bahagia.

Lalu tersebutlah oleh bunda Septi Peni, ibu non biologis kami di Institut Ibu Profesional tentang teknik pomodoro dalam mengelola waktu. Wah apaan tu? Saya tergelitik untuk segera mencari tau. Hingga sampailah saya di website pomodoro. Saya baca dan saya pahami, ahaa sepertinya ini yang saya butuhkan untuk mengelola waktu dan energi saya dirumah. Ya, saya butuh mempelajari Teknik pomodoro.

Mengenal Teknik Pomodoro

Teknik Pomodoro ini ditemukan oleh Francesco Cirillo pada tahun 1980an tetapi baru di definisikan tahun 1992. Yach jadi teknik ini sudah ada sebelum saya lahir hehehe. Pomodoro sendiri adalah bahasa Italia yang berarti tomat. Karena saat menjalankan teknik ini Francessco menggunakan timer yang berbentuk tomat dan menggunakannya untuk fokus selama 25menit.

Teknik pomodoro ditemukannya karena dia kesulitan untuk fokus mengerjakan tugas kuliahnya. Karena itu saat ini banyak sekali kampus dan mahasiswa maupun siswa yang menerapkan teknik ini untuk belajar. Dan tidak hanya mahasiswa, freelance, pekerja kantoran dan banyak bidang lainnya juga sudah banyak menggunakana teknik ini. Jadi saya sebagai full time mom juga akan belajar menerapkan teknik ini dirumah.

Proses Teknik Pomodoro

Untuk mengenal teknik ini lebih dalam saya berusaha mencari buku yang berhubungan dengan teknik pomodoro. Ternyata saya belum menemukan buku dalam bahasa Indonesia. Lalu saya mencoba mencari di Google Play Books. Dan saya menemukan 2 buku pomodoro. Satu yang di tulis langsung oleh Francesco dan saru lagi ditulis Stefen Noteberg dengan judul Pomodoro technique illustrated the easy way to do more in less time.

Saya lalu memilih buku yang ditulis Stefen untuk mendalami teknik ini. Kenapa? Karena ada tulisan ilustrated dab easy way nya, hehehehe. Kebayang akan dibuat lebih menarik dan dengan poin yang mudah.

Melihat gambar yang bertebaran di internet, awalnya saya berfikir teknik ini sederhana sekali. Cukup hidupkan timer lalu fokus kerjakan 25menit lalu jika sudah 25menit lalu istirahat deh 5menit. Gitu aja terus jika ingin melakukan sesuatu.

Ternyata gak gitu wkwk jadi kita diawal harus tetap melakukan penyaringan kegiatan kegiatan yang penting dan tidak penting. Steffan menuliskan ada 5 tahap untuk memulai teknik pomodoro mengikuti buku Pomodoro Technique Ilustrated:
1. Planning – Ekstradisi kegiatan paling penting dalam sehari dan dimasukkan dalam to do list ( disebut inventarisasi kegiatan)  ini adalah komitmen kita dalam satu hari
2. Tracking–  Kita sudah menentukan aktivitas kita langsung menyalakan timer dan menjalankan aktivitas kita selama 25 menit. Selama 25 menit tembok atau biasa disebut dengan pomodori kita bisa mengumpulkan matriks dari proses yang sudah kita jalankan misalnya setelah kita jalankan 25 menit ternyata pak ini tidak terlalu penting dan merasa seperti pikiran kita jadi pomodori berikutnya kita bisa memilih hal yang lebih prioritas lagi.
3. Recording–  Pada akhir hari atau di malam hari ya mencatat pengamatan pomodori kita selama  satu hari pada lembar catatan disini kita akan bisa melihat berapa kali kita diinterupsi oleh kegiatan yang lain
4. Processing – setelah memiliki catatan kegiatan pomodori kita memiliki data yang berubah menjadi informasi misalnya  Berapa banyak rata-rata gangguan dalam 25 menit
5. Visualition – Intinya dari 4 proses diatas kita bisa jadi tau kebiasaan kerja kita dengan kenyataan yang ada.

Setelah melakukan ke 5 hal diatas saya baru berasa banget ini manajemen waktunya jadi teratur sendiri. Karena apa? Karena dari proses pertama yaitu planning kita memilah kegiatan yang penting untuk dilakukan dalam sehari. Tidak perlu melakukan semua hal, cukup pilih hal penting untuk dilakukan, baru setelah itu bisa melakukan aksi 25menit.

Aplikasi Pomodoro Dalam Kegiatan Rumah Tangga

Jreng… ini yang beberapa teman langsung tanyakan kepada saya. Sudahlah gak perlu banyak teori langsung contohnya dirumah saja lmlahah. Hmmm hmm #nisasabyan.

Berikut apa yang biasa saya lakukan dirumah dengan menggunakan teknik pomodoro.

1. Setiap pagi saya tentukan ingin melakukan hal apa saja hari ini. Lalu saya catat di aplikasi timer Pomodoro. Misalnya hari ini saya mencuci kain 3pomodori (75menit) , mencuci piring 1pomodori (25menit), memasak 2pomodori (50menit), menulis blog 2pomodori (50menit), melipat kain (50menit), mendengarkan dongeng buncek (50menit).

2. Saya memulai pekerjaan yang paling penting. Yaitu memasak. Dilanjutkan dengan mencuci sambil menyuapi anak. Iya sambil (masih multitasking) karena yang mencuci mesin saya tidak harus duduk di depan mesin selama 2*25menit. Baru dilanjutkan aktifitas lain.

3. Menghidupkan timer sebelum memulai. Sebelum mencuci piring saya menghidupkan timer. Sebelum mulai rasanya piring itu kenapa banyak sekali dan bertumpuk. Ternyata saat menggunakan timer saya hanya membutuhkan waktu kurang dari 20menit. Sisanya saya gunakan sekalian untuk mencuci kompor.

4. Menulis blog dilakukan dimalam hari atau saat anak tidur. Jika ada kelas buncek maka saya tidak menulis blog.

5. Stalking media sosial dilakukan saat break dari 1 pomodori. Membaca wag hanya 5menit kali pomodori harian.

6. Membaca grup penting (perkuliahan dan diskusi) saat istirahat panjang pomodoro 30menit.

7. Adakah yang saya buat berurutan? Tidak. Saya hanya menulis apa yang penting saya lakukan perhari. Mulai dari yang penting sekali hingga penting saja. Sampai sisa di malam hari saat anak sudah tidur atau bermain bersama suami saya melanjutkan kegiatan tidak penting (seperti menulis blog).

8. Dengan pomodoro saya hanya memastikan saya melakukan satu kegiatan dengan maksimal dan fokus tanpa interupsi apapun.

Contoh lain yang asyik menggunakan pomodoro adalah melipat kain dan menyetrika. Karena saya tidak menyerika jadi hanya menggunakan untuk melipat kain.

Bagaimana jika di interupsi oleh anak? Maka saya menghentikan timer. Bahkan di banyak kegiatan saya melibatkan anak agar interupsi berkurang. Misalnya mencuci piring, mereka bagian menyusun ke rak. Atau ikut main air.

Apakah semua kegiatan saya gunakan teknik pomodoro? Tentu tidak. Saat beberapa tugas selesai dengan baik, maka saya bermain dengan anak tanpa timer. Lalu saat anak nyaman diajak bekerja sama saya melanjutkan tugas dengan melibatkan anak atau membiarkan mereka bermain sendiri jika diizinkan.

Dari rekap harian saya jadi tau berapa menit yang saya habiskan untuk kegiatan yang produktif, tanpa mengintip media sosial ditengah waktu pomodoro.

Saya masih dalam proses menyesuaikan diri dengan teknik pomodoro. Tapi satu yang membuat saya bahagia menjalankannya adalah saya tidak terlalu lelah saat beraktifitas di rumah. Terutama saat hamil seperti sekarang ini. Dan menghitung ternyata 25menit itu lama dan bisa membuat banyak hal menjadi tuntas dengan baik.

Apakah teknik manajemen waktu yang pernah kamu gunakan? Apakah ada yang pernah mencoba teknik ini juga? Atau malah tertarik ingin mencoba? Yuk sharing bersama sambil saya menuntaskan buku pomodoro di atas.

3 thoughts on “Teknik Pomodoro Untuk Ibu Rumah Tangga

  1. Saya bahkan baru tersadar apa yg alm papa saya latihkan selama ini mirip dg teknik podomoro. Bedanya dulu sy diminta membuat jadwal kegiatan harian sejak bisa menulis di bangku SD. Kemudian wajib disiplin dg jadwal yang dibuat. Masih teringat jelas sy sudah dipercaya punya buku saku untuk catatan segala aktifitas harian. Stlh mjd ibu, sy jd makin semangat untuk melatih keterampilan ini kpd anak2. Terimakasih sudah buat tulisan ini uni, jd refleksi bagi sy sbg ortu❤️

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *