Taaruf, doa untuk lelaki tersembunyi

Taaruf, doa untuk lelaki tersembunyi

Saat kau belum menikah, apakah kau berdoa kepada Allah tentang orang yang seperti apa yang ingin kau dampingi kelak? Lelaki seperti apa yang dituliskan di Lauh Mahfuzh untukmu? Dulu aku selalu berdoa yang singkat dan jelas. Bukan harta, bukan ketampanannya, bukan ketinggian derajatnya. Namun yang kuminta kepada Allah adalah… “Ya Allah jodohkanlah aku dengan lelaki sholeh yang tidak pernah aku temui di dalam hidupku sebelumnya“. Lelaki sholeh yang tersembunyi .

Taaruf, aku kamu dan kita

Sekolah, kuliah dan bekerja di dunia teknik membuat saya harus berurusan dengan banyak ragam pria mulai dari yang lugu banget setengah lugu bahkan yang sok lugu. Itulah yang membuat doa diatas selalu terucap. Hahaha karena saya tidak mau di comblangin dengan orang yang sudah saya kenal. Ya Allah jangan sampai. Itu doa dalam hati yang paling sering, karena banyak yang gemes melihat saya santai macam di pantai termasuk sahabat dekat yang kala itu sedang proses taaruf semua  tapi saya jangankan mempersiapkan, mikirin juga enggak karena yakin ada lelaki sholeh yang masih tersembunyi. 😂😂🤣🤣

Januari 2014
Sebuah sms singkat padat dikirimkan oleh seorang wanita lembut dan paling bersahaja yang pernah saya kenal. Isinya sederhana namun membuat saya tak bisa tidur selama bermalam-malam. Pemberitahuan bahwa ada seorang lelaki baik yang ingin bertaatuf dengan saya dilanjutkan dengan perintah untuk istikharah. Namun sebagai seorang murid yang suka “ngeyel’  dalam hati bertanya belum tau apa-apa kok sudah diminta istikharah dan pastinya wanita lembut itu sudah hafal tapi karena tidak ingin membantah saya hanya membalas “sedang haid mba” maksudnya saya belum bisa istikharah sekarang. Dan dijawab dengan datar “tunggu suci”. Hmm jadi ga bisa tidur siapa ya orang yang dapat pencerahan mau melamar saya 🤔

Februari 2014
“Mba saya sudah suci”
“Ya udah jangan lupa istikharah”
“Tapi yang mau di istikharahin apa mba?”
“Istikharah aja dulu. Nanti juga tau”
🤔🤔🤔🙄🙄🙄

Percakapan seperti diatas membuat saya tetap istikharah. Dan bertanya kepada Allah, kenapa ya Allah saya diminta istikharah. Orangnya aja saya belum diberi tau ya Allah. Inisial juga gak ada. Ya Allah namun jika baik dan jodohnya maka mudahkanlah. Udah gitu aja.

“Mba, saya sudah istikharah”
“Sudah berapa kali?
“Lha emang harus berapa kali mba?”
“Minimal seminggu, istikharah aja terus”
“Oo. Gitu yak. Baik mba” #patuh
😐😑🙄😐😑🙄

Seminggu kemudian saat memandangi code code dilayar yang entah kenapa aktifitas nge coding jadi malesin, saya mendapatkan sms “gimana, sudah istikharah”. Hmm ini jangan-jangan jebakan betmen. Disuruh istikharah supaya kuat iman sama calonnya. Jangan-jangannn. Akhh tidak gak mungkin di jodohin sama furqon atau azzam. #efekketikacintabertasbih

Ya sudahlah, diyakinkan seorang sahabat jika Allah selalu menyediakan jodoh sesuai porsinya. Tepatnya di sadarkan sih.

Dan jawabannya kutemukan setelah menikah, saat aku membaca bahwa Allah Maha Pemurah, tak dimintaipun pasti memberi. Maka dalam permohonan kita, bersiaplah menerima berlipat dari yang kita duga. Allah Maha Tahu; maka berdoa bukanlah memberitahu Dia akan apa yang kita butuhkan. Doa adalah bincang mesra, agar Dia ridhai untuk kita segala yang dianugrahkanNya. Itu yang dituliskan oleh ustadz Salim Al Fillah di bukunya Lapis-lapis keberkahan

Allah memberikan berkahnya berlapis-lapis. Dengan doa yang sederhana, dengan keyakinan yang penuh jika dia sudah tersedia hanya tersembunyi saja. Allah berikan apa yang layak hambanya terima, dan Allah tangguhkan jika masih ingin mendengar doa kita sambil bermesra-mesra.

Barakallah, bahagianya merayakan cinta. Hari ini 4tahun yang lalu aku masih melarikan tangan saat akan dipasangkan cincin padahal setelah ijab sah. Hari ini 4tahun yang lalu aku lupa wajahnya karena hanya 3x berjumpa sebelum ijab. Bahkan saat lamaran dia tidak di izinkan masuk kerumah. Hari ini 4tahun yang lalu aku masih malu menatap wajahnya walau duduk berdua seharian.

Belum lama, tapi telah banyak berkahnya semoga semakin lama semakin taat padaNya Sang Pemberi Keberkahan.

#

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *