Fitrah Seksualitas – Penyimpangan Seksual

Ini adalah prestasi dan materi dari kelompok saya eka mustika sari, bunda cinta dan bunda hilmy.

Materi yang kami angkat mengenai fitrah seksualitas yang tidak di rawat sempurna sehingga dapat menimbulkan penyimpangan seksual setelah dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim..

Akan tiba masa dimana para bayi kita beranjak dewasa dan mulai kritis terhadap segala sesuatu. Mulai dari mempertanyakan kebiasaan sehari-hari (misalnya “Kenapa kita harus mandi?”, dll), sampai kepada hal-hal khusus yang dimiliki oleh dirinya secara fisik maupun kemampuan. Karna setiap anak adalah bintang. Dan semua bintang mempunyai sinarnya masing-masing. Salah satunya adalah pertanyaan “Aku laki-laki atau perempuan?”

Jawaban terbaik adalah jawaban tegas dengan 1 kalimat singkat: “Kamu laki-laki” atau “Kamu perempuan”. As simple as that. Tapi, yang panjang adalah penjelasan tentang mengapa ia menjadi laki-laki atau mengapa ia menjadi Perempuan. Tentu saja, paling pertama dan terpenting adalah menjelaskan tentang kelaminnya. Bahwa ini adalah *penis*, atau ini adalah *vagina*.

—-

Namun tidak cukup sampai menumbuhkan namun kita perlu merawat fitrah seksualitas anak hingga dewasa. Dan diawali dengan menanamkan keimanan sejak dini.

Tentu saja sebagai orangtua, semakin berat saja tantangan dalam mendidik dan mengasuh anak. Pergaulan bebas yang melewati ambang batas, diambah lagi dengan kejahatan seksual yang marak. Serta perilaku menyimpang yang sangat giat mengkampanyekan eksistensinya di masyarakat luas, yaitu LGBT dan ramainya sorakan kesetaraan gender.

Lalu apa saja tantangan saat ini berkaitan dengan gender?

Pada masa sekarang, ada pula yang menganggap bahwa penyimpangan orientasi seksual (laki-laki kepada perempuan dan perumpuan terhadap laki-laki) adalah juga merupakan kodrat atau fitrah.

Padahal jelas, secara logika, bentuk kelamin saja wanita dan pria sudah diciptakan berbeda untuk berpasangan dengan tujuan reproduksi.

Dan banyak lagi yang melewari bentang akal sehat yaitu alasan hormonal dan adanya perilaku homoseksual pada hewan sebagai pembenar.

Nurani juga menolak, karena perilaku menggauli sesama jenis adalah menjijikkan dan menimbulkan rasa bersalah serta aneh. Juga bayangkan psikologis kejiwaan anak anak yang lahir dari “sewa rahim” atau “donor sperma” yang digadang gadang pelaku perkawinan sejenis sebagai solusi ketidakproduktifan mereka.

Agama juga jelas menolak keras, dengan disampaikan kepada kita kasus kaum Sodom di era Nabi Luth AS menjadi pelajaran nyata.

Secara fitrah, manusia sudah disiapkan untuk menegakkan peradaban di muka bumi melalui lahirnya keturunan atau generasi melalui keluarga dari pernikahan lelaki dan perempuan.
Seperti yang telah Allah sampaikan dalam Al quran.

Maha Suci Allah dari penciptaan yang sia sia.

Perilaku gay bukan diakibatkan bawaan lahir atau Genetis, tetapi toeri BioGen sering disebutkan agar publik menerima eksistensi kaum gay. Mereka menyebutnya dengan teori ‘gen gay’ (gay gene theory) atau teori ‘lahir sebagai gay’ (born gay). Benarkah Gay itu Fitrah atau Bawaan Lahir? Mari kita simak sejumlah penelitian berikut.

Tahun 1899 ilmuwan Jerman Magnus Hirscheld memperkenalkan teori “born gay”. Dia menegaskan bahwa homoseksual adalah bawaan sehingga dan dia menyerukan persamaan hukum untuk kaum homoseksual. Teori ini tanpa landasan ilmiah sama sekali. Pada tahun 1991, dua orang periset Dr Michael Bailey & Dr Richard Pillard melakukan penelitian untuk membuktikan apakah homoseksual diturunkan alias bawaan. Yang diteliti dua periset ini adalah pasangan saudara –kembar identik, kembar tidak identik, saudara-saudara biologis, dan saudara-saudara adopsi – yang salah satu di antaranya adalah seorang gay. Riset ini menyimpulkan adanya pengaruh genetik dalam homoseksualitas namun gagal mengungkap faktor genetik sebagai penentu.

Fitrah seksualitas terkait peran masing-masing gender juga perlu dicermati. Femininitas dan maskulinitas pun harus dikelola dengan baik. Seorang lelaki perlu juga memiliki sifat femininitas, misalnya dalam memimpin, karena dalam mengelola organisasi perlu sifat mengayomi dan mengasihi. Seorang perempuan juga memiliki sifat maskulinitas, misalnya dalam hal keberanian untuk secara tegas berkata tidak.

Fitrah Seksualitas
Bunda, Mengapa ada laki-laki dan perempuan?

Kelompok 1
Eka Mustika Sari
Hilmina Fitra Nasution
Cinta Awalia Noorshoheh
——

Tanyajawab:

1. Bunda love
bunda apakah cara/proses macamnya memberi makanan benar mempengaruhi thp penyimpangn seksual
Jawab>> Terkait makan makanan yang diperoleh dengan jalan haram alias tidak hala, Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan masuk surga badan yang diberi makan haram.” (HR: Al-Baihaki). Badan yang diberi makan haram tidak bisa masuk surga.

Apabila badannya sudah dinyatakan tidak bisa masuk surga, maka setiap kebaikan yang akan mendekatkan dia ke surga secara otomatis akan tertolak.

Badan tersebut tidak bisa menerima nasehat. Badan tersebut tidak bisa diajak beramal shaleh. Kecenderungannya mengajak kepada keburukan.

Bisa dibayangkan sebuah kolam jernih dialiri belerang. Maka yang terjadi adalah keracunan. Airnya menjadi keruh dan penghuninya mati semua. Seorang anak manusia yang diberi makan dari hasil haram, dialiri nutrisi haram. Nutrisi tersebut diserap oleh tubuh, sebagian menjadi daging dan sebagian menjadi darah. Seiring dengan waktu darah dan daging tersebut tersebut bercampur dengan daging dan darah yang baik. Pencemaran terhadap tubuh berlangsung dalam waktu lama. Hasil akhir sudah tidak bisa dibedakan lagi mana yang halal dan mana yang haram.

Pengaruh Nafkah Haram Terhadap Anak

Saat ini banyak penyimpangan yang kita lihat padahal sudah di masukkan ke pesantren merasa di “didik baik” oleh kedua orangtua tapi apa yang di berikan ke anak melalui jalan tdk halal seperti riba maka kebaikan akan sulit diterima anak bunda.

2. Bunda saufa

Dalam materi ada disebutkan usia 8 ke atas mulai memiliki ketertarikan thdp lawan jenis. Anak saya perempuan usia 9 thn. Mohon tips bagaimana cara mencaritau apakah anak saya ini sdh mulai menyukai lawan jenis, tanpa terkesan menginterogasi atau menyudutkan atau menyalahkan? Kemudian jika ternyata sudah ada ketertarikan, bagaimana cara paling baik menyikapinya?

Jawab>>Membantu menanggapi sesuai pendapat saya, Untuk kecenderungan terhadap lawan jenis itu sebenernya fitrah umum Bun. Ciri2 menurut sy bs diketahui dr perilaku, dan berpikirnya mau seperti org dewasa.
Misalnya mau berpakaian cantik dan dewasa. Dan ingin kelihatan cantik, dan cantik menurut anak2 adalah masih dr versi kita org dewasa. Kalau kita bilang seseorang itu cantik maka anak kita akan menyimpan ingin menjadi org itu biar terlihat cantik untuk si X. Misalnya lawan jenis yg disukainya.

Bisa juga dr cara berpikirnya. Jd maunya bicara seperti org dewasa, kumpul2 mendengarkan anak2 lebih besar bicara. Yg bisa jd membicarakan ttg lawan jenis…

Jd jika memang bunda belum menemukan tanda2 itu, lebih baik TDK usah dipancing.
Krn anak2 akan makin penasaran nanti kalo kita pancing.

Krn meskipun fitrahnya, tp tahapannya setiap anak beda2. Dan cara kita menyikapinya juga berpengaruh.

Kita bs menekankan prinsip cantik itu seperti apa.
Dan membicarakan lawan jenis yg baik itu seperti apa.

Misalnya jika lawan jenis berprestasi, baik hati, suka menolong. Baik untuk ditiru dan diteladani. Jd menyikapi untuk menyukainya adalah dengan mencontoh apa2 yg baik dr dia. Sedangkan genit2an itu adalah perilaku yg paling dibenci dan TDK boleh ditiru.

Sampaikan juga pandangan kita tidak menyukai sikap2 tidak baik seperti genit2an GT kepada lawan jenis…
Arahkan mereka sebaiknya melakukan apa…

Menurut sy sie gitu Bun..
Kami dr kelompok 1 mohon maaf kalau2 ada kata2 dan salah menanggapi…
Kita sama2 masih belajar, utk bunda2 yg lain boleh sharing pengalamannya ya….🤗🤗🤗🤗🤗

#fitrahseksualitas #bundasayangsesi11 #learningbyteaching

Bahan materi

Link pdf

Link video

Link bahan edukasi seksual

1 thought on “Fitrah Seksualitas – Penyimpangan Seksual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *